Hal utama yang ada di pikiran Bryson DeChambeau adalah jarak, jarak, dan jarak. Namun, setelah Masters 2020, dia tersadar.

“Mencapai jarak jauh memang bagus, teman-teman,” katanya kepada beberapa reporter di minggu pertama Masters, “tapi saya akan memberitahu Anda, di sini wedging dan putting juga penting. Jika Anda tidak melakukannya dengan baik, Anda tidak akan menang.”

Betul sekali. DeChambeau tidak memenangkan Masters ke-84. Mendekati saja tidak. Sungguh, dia berjuang untuk mencapai 70 di pembukaan, lolos cut pas-pasan dan akhirnya finis 18 pukulan di belakang Dustin Johnson, seri di posisi ke-34. Pencapaian karir terbaiknya dalam empat penampilan di Augusta National tetap sama yakni posisi ke-21 pada tahun 2016, ketika ia masih amatir.

Banyak orang menduga Bryson akan mengalahkan Augusta, tapi dia bahkan tidak dapat mengalahkan pemain tertua dan pukulan terpendek di lapangan. Bernhard Langer tidak hanya mengalahkan DeChambeau dalam pertarungan putaran final head-to-head mereka (71-73), tetapi ia unggul dengan pukulan yang paling penting: papan peringkat terakhir. Langer yang berusia 63 tahun berada di urutan ke-29.

“Meskipun saya membuat pukulan bom, dia masih bermain lebih baik dari saya,” kata DeChambeau. Tidak apa-apa. Itulah bagian keren tentang golf. Anda dapat mencetak skor dengan cara apa pun yang Anda inginkan.”

Pada akhir minggu DeChambeau terlihat kelelahan, bukan hanya karena dia merasa tidak enak badan tetapi juga karena tekanan yang kuat dari ulasan pra-Masters.

Namun, bukan berarti DeChambeau mengalami kegagalan – dia masih memiliki trofi US Open di rumahnya di Dallas. Dan di Augusta National harus bermain sangat berbeda pada bulan April daripada yang terjadi pada Masters November, dengan kondisi yang lebih cepat dan lebih kuat. Tetapi ada baiknya memperhitungkan apa yang berjalan dan tidak berjalan sesuai rencana minggu sebelumnya.

Sudah jelas sejak awal apa yang ingin dicapai DeChambeau. Hanya memimpin lapangan dalam jarak driving dengan driver reguler 45 inci saja tidaklah cukup; dia ingin mengalahkan lawan-lawannya dengan model 48 inci (yang dia uji hanya di driving range) dan menjadi agen perubahan di depan pemirsa TV global. Akhirnya, dia malah tambil biasa banget, membuang-buang waktu dan energi ketika dia bisa menyempurnakan apa yang dia katakan akan menjadi yang paling penting minggu itu: bermain wedge dan putting.

Meski demikian, pukulan driving DeChambeau masih tetap eksplosif seperti biasanya. Dia mendominasi pukulan tee-off, memuncaki lapangan dalam kategori strokes gained (+8.1). Dia memimpin dalam jarak driving, pada jarak 324,4 yard, dan memukul fairway 69% – hampir 10 per putaran.

“Kami akan mencoba memainkan bola golf yang akan lebih pas dengan wedge saya,” kata DeChambeau yang wedge-nya lebih panjang dari standar di 37 1/2 inche, Minggu. “Saya telah melalui seluruh skenario klab. Itu yang bisa saya lakukan di sana. Jadi mudah-mudahan kami bisa mendapatkan bola yang akan melakukan lebih banyak hal yang akan membantu.”

DeChambeau punya lebih banyak waktu berlatih hingga akhir tahun: Target awal berikutnya adalah di Sentry Tournament of Champions di awal Januari, saat dia pasti akan mengungkap beberapa alat baru di salah satu lapangan paling ramah sepanjang musim. Intrik akan meningkat; ekspektasi juga. Dia memiliki waktu lima bulan untuk mempersiapkan Masters. Bagi Bryson, masih banyak waktu untuk perubahan seismik lainnya.