SEJAK pandemi Covid – 19 melanda seluruh dunia, sering terjadi kejutan terutama di ajang charity golf tournament – khususnya saat acara pengumuman pemenang berlangsung. Karena, tak jarang ada satu dua pegolf junior yang berhasil merebut Best Nett 1 atau 2 bahkan Best Gross di Flight A, B dan C.

Dan, yang sering “terkecoh” – diakui atau tidak – adalah MC yang memandu acara closing ceremony yang dimulai dari session lucky draw hingga session pembagian hadiah kepada para juara. Pasalnya – sesuai dengan S.O.P yang dipegang teguh oleh MC tersebut – dia “harus” menyebut kata Bapak atau Ibu.

Contohnya adalah ketika GolfJoy menggelar turnamen bertajuk The Legend of Zorro yang berlangsung di Imperial Klub Golf – Karawaci, Tangerang – Banten pada 24 Mei 2021 lalu. Mbak Ika yang menjadi MC dalam event tersebut – terkejut ketika dia menyebut nama Bapak Derendra Setiawan Hartono sebagai juara Best Nett Overall.

Ternyata yang disebut dengan Bapak Derendra Setiawan Hartono adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. “Oooo .. maaf maaf maaf yaaa, Dik. Tadi saya memanggil nama adik dengan sebutan Bapak Derendra Setiawan Hartono .. Enggak tau-nya yang tampil bukan bapak-bapak tapi anak muda yang menjadi juara Best Nett Overall dengan skor 68.”

Demikian exuse mBak Ika kepada Derendra Setiawan Hartono sambil tersenyum dan segera meminta segenap yang hadir dalam GolfJoy event bertajuk The Legend of  Zorro untuk memberi applous kepada remaja yang berhasil merebut gelar juara Best Nett Overall tersebut.

MENGENAL GOLF DARI AYAHNYA

Anak ketiga dari tiga bersaudara kelahiran Semarang pada 14 Maret 2003 ini mengenal olahraga golf sejak masih berusia 12 tahun. “Saat saya masih di SD saya sering diajak Bapak karena Bapak saya juga pegolf,” kata Derendra mengawali obrolan tertulisnya dengan GolfJoy.

Setahun kemudian – tepatnya pada usia 13 tahun – Derendra untuk pertama kalinya tampil dalam turnamen golf junior yang berlangsung di kota kelahirannya, Semarang. Karena baru pertama kali tampil, dia mengaku grogi. Sehingga, dia tidak mendapatkan gelar juara dalam kejuaraan tersebut.

Dalam perjalanannya di kemudian hari, mahasiswa yang masih duduk di Semester II Fakultas Teknik Pengembangan Lingkungan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang ini, karirnya di olahraga golf terus melejit.

Derendra beberapa kali mewakili Jawa Tengah dalam event berskala nasional dan lokal. “Lima kali saya tampil mewakili Jawa Tengah dalam turnamen golf tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta. Tiga kali di Surabaya dan dua kali di Jogjakarta. Semua turnamen yang saya ikuti adalah turnamen golf junior,” tuturnya.

TETAP BERLATIH

Saat ini, Derendra, yang mengidolakan Tiger Woods dan Rory McIlroy, tergabung di Perkumpulan Golf Junior di Kota Semarang. Tiga kali dalam seminggu dia berlatih di Driving Range Gatot Soebroto – Semarang. “Di masa pandemi seperti saat ini saya tetap berlatih – terutama jika waktunya tidak bersamaan dengan study saya. Karena kelas on line sekarang ini waktunya tidak bisa diprediksi, selalu mendadak,” katanya.

Ketika GolfJoy menyinggung tentang bagaimana Derendra mengatur waktu antara study dan golf, secara jujur Derendra mengungkapkan bahwa handicap terbesar dia adalah membagi waktu antara study dan golf. Seringkali waktunya bersamaan sehingga waktu untuk latihan otomatis juga berkurang.

Betul bahwa tenaga pengajar (Guru – Dosen) mensupport Derendra sebagai pegolf. Meskipun begitu, anak ketiga dari tiga bersaudara ini tidak pernah menerapkan “Aji Mumpung”. Karena dia tetap lebih mengutamakan atau mementingkan study.

Teman-teman kuliah Derendra tahu kalau dia adalah pegolf yang sering menjadi juara – baik dalam event resmi maupun charity – tapi dia berani mengambil keputusan untuk tidak tampil dalam turnamen golf jikalau waktunya bersama dengan tugas dan tanggungjawabnya baik sebagai pelajar ketika dia masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA maupun ketika dia menjadi mahasiswa UNDIP seperti sekarang.

Menjawab pertanyaan tentang harapan ke depan, remaja kelahiran 14 Maret 2003 yang sangat menyukai warna putih dan coklat, ini, mengungkapkan bahwa dia ingin agar olahraga golf yang dia tekuni bisa lebih maju daripada sekarang, “Tapi, tidak mengganggu study saya,” tukas Derendra menegaskan – mengakhiri obrolan tertulis bersama GolfJoy.

(Tulisan/foto Toto Prawoto – dan Dokumentasi)