M Reza Ihsan Rajasa dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Golf Indonesia (PGI) Jaya masa bakti 2020-2024. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PGI Pusat Murdaya Poo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (9/3).

PGI DKI Jakarta (PGI Jaya) pada 19 Januari 2020, bertempat di Gedung KONI DKI Jakarta, telah menyelesaikan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum PGI Jaya Masa Bakti 2020-2024. Berkat dukungan seluruh stakeholders golf Jakarta, khususnya para voters, Musprov berhasil memilih Ketua Umum secara musyawarah. M Reza Ihsan Rajasa terpilih sebagai Ketua Umum PGI Jaya masa bakti 2020-2024. Sebagai formatur, tak lama setelah Musprov, Reza melakukan sejumlah pertemuan untuk menyusun kepengurusan yang profesional, solid, dan menempatkan the right man on the right place. Formasi demikian dibutuhkan dalam rangka menjawab janji kampanye Reza kepada voters yang telah memberinya amanat.

“Tugas saya sekarang adalah membuktikan apa yang telah saya janjikan,” tegas Reza. Tak lain Reza akan menunaikan janji, membumikan visi, dan mengoperasionalkan misi yang diusungnya. Formasi PGI Jaya kali ini juga terlihat lebih segar, diisi sebagian besar anak-anak muda. Hal ini dalam rangka mematahkan stereotipe bahwa golf adalah olah raga para orang tua dan kalangan menengah ke atas. Maka saat kampanye lalu, tema besar yang diusung Reza adalah mewujudkan golf yang Inklusif, golf untuk semua. “Lompatan ini perlu dilakukan agar olah raga golf tidak lagi lekat dengan stereotipe ekslusif. Istilahnya golf tidak hanya milik Anak Menteng, namun juga dimainkan Anak Lenteng. Tidak melulu punya orang Pondok Indah, namun juga milik warga Pondok Kopi,” kata Reza.

Artinya olahraga ini harus berfokus pada prestasi dan bukan hanya life style. Para atlet pun bisa datang dari berbagai kalangan dan kelas—yang sebagian sudah dilakukannya sejak beberapa tahun lalu. Pada kesempatan ini selaku Ketua PGI Jaya terpilih, Reza mengharapkan dukungan Gubernur DKI Jakarta agar visi Inklusif dalam golf tersebut bisa terealisir. Hal ini senada dengan visi Gubernur dalam membangun Jakarta menuju kota yang “Maju Kotanya” dan “Bahagia Warganya”.

Sosialisasi dan campaign ke grassroot Jakarta juga semakin digencarkan, khususnya ke kalangan milenials Jakarta. Salah satunya dengan berkolaborasi lintas Cabang Olahraga (Cabor) dengan klub Persija Jakarta (Sepak Bola) dan Amartha Hang Tuah Jakarta (Basket), agar golf semakin diterima masyarakat, dan dimainkan anak muda sebagai olah raga prestasi. Metode lintas Cabor semacam ini penting, dan sudah menjadi tren di dunia, guna menguatkan ekosistem sport community di masyarakat. “Saya sudah berkomunikasi dengan manajemen Persija dan Hang Tuah, dan Alhamdulilah, manajemen Persija, klub ikon Ibu Kota, dengan senang hati menyambut niat PGI Jaya. Juga Hang Tuah yang memberikan respon positif. Ini model baru, dan ke depan memang eranya kolaborasi di segala bidang,” ulas Reza. Kampanye PGI Jaya lainnya, akan secara serius menggarap platform social media sebagai etalase golf Jakarta, khususnya para atletnya.

Dalam kaitan dengan prestasi, akhir tahun ini Provinsi DKI Jakarta akan mengikuti Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-20 di Papua. Kita semua tentu berharap, DKI Jakarta bisa berbicara banyak di perhelatan multi-event terbesar di tanah air tersebut. Cabor golf sendiri selama ini cukup signifikan dalam menyumbang medali ke kontingen DKI. Reza memastikan sejak hari ini, PGI Jaya akan bekerja keras untuk mengukuhkan posisi Jakarta sebagai yang terkuat di cabang golf. “Bahkan ambisi saya, tahun ini kita harus bisa mengulang prestasi Kontingen Golf DKI Jakarta di PON Riau 2012, dimana DKI Jakarta menyapu bersih 7 medali emas di cabang golf,” ujar Reza bersemangat.

Pada akhirnya Jakarta harus menjadi Sport Tourism Destination, dengan Golf sebagai backbone-nya. Hal itu sangat mungkin dilakukan, karena pada 1983 saja, Jakarta sudah menjadi Host event bergensi sekelas World Cup Golf. Langkah awal menuju kesana sudah saya mulai, dimana tahun lalu Reza Rajasa dipilih oleh IMG sebagai pemegang lisensi penyelenggaraan LPGA tahun 2020 di Indonesia, sebuah event yang tentu saja cukup bergengsi di dunia Golf saat ini. Namun ia sadar tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri. Butuh dukungan semua pihak, bimbingan para senior, khususnya bantuan Gubernur agar Jakarta semakin menjadi “Epicentrum” industri kreatif di Asia dan Dunia.

Semua ini muaranya pada Olimpiade 2032, yang mana Indonesia tengah berjuang meyakinkan IOC untuk memilih Indonesia sebagai tuan rumah. “Ketua KOI / NOC, Sdr Okto pernah menantang saya untuk menyiapkan altet berprestasi guna menyambut Olimpics di Indonesia. Saya jawab Siap dan Bisa. Tak ada yang tak mungkin, sebab Everything Started With A Dream!,” pungkas Reza Ihsan Rajasa.

Ad