Pernyataan tersebut disampaikan Alit J ketika GolfJoy menanyakan target dia saat tampil di Olympic Jabar Amateur Open #5 yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country hari ini – Selasa 15 Juni 2021 hingga 17 Juni 2021.

Alit J menyampaikan hal tersebut ketika dia baru saja berhasil merebut gelar Best Gross Overall BMC Golf Tournament yang berlangsung di Gading Raya Golf Club – Serpong, Tangerang, Banten – pada 10 Juni 2021 lalu.

“Maklum, Om .. sudah cukup lama enggak ada event berskala nasional. Di samping itu saya juga enggak tahu bagaimana para pesaing saya, karena lama enggak pernah ketemu dalam turnamen sejak ada pandemic Covid – 19.”

“Jadi, target saya yang penting saya lolos cut off. Baru setelah itu – kalau bisa – saya akan mempertahankan performance saya di ronde pertama dan kedua dalam OJAO,” ungkap Alit J, menambahkan.

Sementara Tb. Dicky Febriawan – pegolf dari Pengprov PGI Banten – secara jujur bahwa dia takkan pasang target apa pun. “Maklumlah, Om, sudah lebih dari setahun tidak ada turnamen amatir berskala nasional,” katanya. “Meskipun begitu, saya akan mempersiapkan diri saya sebaik mungkin agar penampilan saya di OJAO Series #5 kali ini – tetap optimal. Sedangkan masalah lolos cut off atau tidak – saya serahkan kepada Allah SWT,” tambah pegolf yang memiliki sapaan akrab Dicky tersebut yang dalam OJAO kali ini tampil mewakili Bintaro Golf Club.

Sebagaimana informasi yang disampaikan Dian Mariyun kepada GolfJoy beberapa waktu lalu, OJAO Series #5 diikuti oleh 132 pegolf amatir dari seluruh Tanar Air. Mereka tampil dalam event tersebut ada yang mewakili Pengprov, Pengkab dan Pengkot serta Klub – dengan catatan klub yang mengirimkan pegolfnya dalam OJOA Series #5 sudah terdaftar di PGI, baik Pusat, Pengprov, maupun Pengkab/Pengkot.

Andaikata tidak ada ketentuan bahwa perkumpulan golf yang akan mengirimkan pegolfnya dalam OJAO Series #5 harus terdaftar di PGI – bukan tidak mungkin OJAO Series #5 akan membludak pesertanya dan melebihi kapasitas – terutama peserta dari kalangan millennial yang berhimpun di perkumpulan-perkumpulan golf baru yang tumbuh bak cendawan di musim hujan khususnya setelah pandemi Covid – 19 melanda seluruh dunia termasuk di negeri kita.

Mencermati fenomena tersebut – seorang pengamat golf yang juga seorang wasit golf yang memohon kepada GolfJoy agar namanya tidak disebutkan – menghimbau kepada para pemangku kepentingan di pergolfan amatir nasional agar membuat surat edaran yang ditujukan kepada pengurus klub golf baru terutama yang terbentuk di era pandemi.

“Karena bukan tidak mungkin akan ada satu atau dua orang bahkan lebih dari generasi millennial yang memiliki komitmen tinggi terhadap olahraga golf yang baru mereka geluti sejak satu atau dua tahun yang lalu,” kata pengamat golf yang tak bersedia namanya disebutkan tersebut seraya menambahkan bahwa pegolf yang berasal dari kalangan generasi millennial tersebut adalah generasi yang tidak gagap terhadap teknologi – sehingga mereka memiliki wawasan dan referensi yang jauh lebih baik daripada para pendahulu mereka yang lahir pada era 80-an hingga 90-an.

Namun, terlepas dari masalah tersebut, yang jelas para pegolf amatir yang pada tahun-tahun awal nyaris tak pernah absen ketika OJAO digulirkan kepada publik golf di Tanah Air di mana pada saat itu Sirod Zudin duduk sebagai Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, kini kerinduan mereka benar-benar terobati. Karena, bagi para pegolf amatir di seluruh Indonesia  – baik putra maupun putri – mereka merasa ‘belum lengkap’ kehidupan mereka sebagai pegolf kalau mereka belum menguji kemampuan mereka melalui  Olympic Jabar Amateur Open …

(Tulisan dan foto Toto Prawoto)

                                                           ————— o0o —————