Sejak Covid-19 melanda dunia termasuk di Indonesia, ada sebuah fenomena yang menarik untuk dicermati di mana saat ini banyak generasi milenial yang sebelumnya menggeluti olahraga lain beralih ke golf.
Meskipun belum ada data valid yang dapat dijadikan sebagai rujukan, namun dalam setiap kesempatan Media GolfJoy bertemu dengan manager dan/atau pekerja di golf course, mereka mengungkapkan bahwa sejak Covid – 19 melanda seluruh dunia jumlah warga masyarakat utamanya dari kalangan generasi milenial yang belajar bermain golf jumlahnya cenderung terus meningkat.
Indikator tersebut dapat dibuktikan dengan rekruitmen caddy baru di beberapa golf course khususnya yang tersebar di kawasan Jabodetabek.
Di samping itu fenomena beralihnya pribadi lepas pribadi dari olahraga lain ke olahraga golf, juga berdampak sangat positif terhadap kehidupan para teaching pro di Indonesia.
Bahkan melahirkan fenomena baru juga di lingkungan mereka, karena begitu banyaknya warga masyarakat yang ingin dibimbing oleh teaching pro tersebut – sampai akhirnya dia mengangatkan seorang asisten dari kalangan mereka sendiri.
Ketika di sela-sela Media GolfJoy meliput event yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII Yogyakarta) yang dihadiri Machmud MD dan Tito Karnavian, sambil menunggu event tersebut Media GolfJoy menemui seorang teaching pro di Driving Range Damai Indah Golf – BSD untuk bersilaruhmi.
Teaching pro tersebut di tengah obrolannya menanyakan kepada Media GolfJoy: apakah turnamen LIMA (Liga Mahasiswa) yang pernah diselenggarakan pada era Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum PB PGI dan event tersebut juaranya direbut Bobby Cahyo masih ada.
Sesuatu yang sangat wajar kalau teaching pro tersebut menananyakan Liga Mahasiswa, karena dia sering mendapat pertanyaan dari satu dua orang pegolf yang dibimbingnya yang ingin ikut kompetisi tapi yang khusus untuk kalangan mereka yakni mahasiswa.
Pertanyaan yang didorong oleh keinginan untuk berprestasi dari seorang pegolf milenial — sebagaimana yang diceritakan seorang teaching pro kepada Media GolfJoy tersebut — akan segera terjawab.
Karena, pada Februari 2022 mendatang Indonesian Youth Sport Foundation, melalui Sonny Noegroho, selaku Ketua Komite Indonesian Youth Sport Foundation (IYSF) yang berkalaborasi dengan Parents Children Golf Club (PCGC) di bawah pimpinan Andri Armansjah akan menggelar event Liga Siswa dan Mahasiswa.

Dalam keterangannya kepada wartawan saat acara Press Conference yang berlangsung di Permata Sentul Golf & Country Club pada Sabtu (4/12/21) Sonny Noegroho mengungkapkan bahwa pihaknya melihat di era pandemi saat ini jumlah peminat olahraga golf justru semakin banyak.
“Namun apakah hal tersebut nantinya juga akan diikuti dengan meningkatnya prestasi di tingkat nasional dan regional?” kata Sonny. “Kami melihat ada mata rantai yang terputus pada pembinaan atlet golf, sejak dini hingga profesional,” tambahnya.
Oleh karena itulah Sonny – selaku Komite Organisasi Indonesian Youth Sport Foundation ingin ikut mendukung peningkatan prestasi golf di Indonesia dengan event golf bertajuk Liga Siswa dan Mahasiswa 2021-2025.
Lebih jauh Sonny T Noegroho menyatakan IYSF merupakan yayasan yang didirikan oleh penggiat di bidang olahraga khususnya golf dan berinisiatif untuk menyelenggarakan pertandingan golf untuk para pelajar dan mahasiswa secara series tiap tahun.
Sonny menegaskan, kegiatan yang diselenggarakan IYSF adalah menyediakan jalur masuk perguruan tinggi ternama di Indonesia, sehingga dapat menarik minat anak muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam olahraga golf — sebagai gerbang alternatif bagi pegolf junior ke universitas-universitas lokal Indonesia melalui prestasi golf mereka. Selain itu IYSF juga menyelenggarakan rangkaian acara golf yang kompetitif antar pelajar dan perguruan tinggi di negeri ini dengan biaya terjangkau.
Dalam pelaksanaannya kelak IYSF — sebagaimana yang disampaikan Ronggo Sadono — Wakil Ketua Komite Organisasi IYSF — juga akan berkalaborasi dengan stake holder lainnya, yaitu perguruan tinggi di Indonesia, PB PGI serta komunitas golf untuk bersama-sama memajukan olahraga golf di Indonesia sebagai industri dan prestasi.
Peserta yang akan tampil bersaing dalam Liga Siswa dan Mahasiswa Indonesia adalah siswa SMA yang memiliki prestasi — baik melalui olahraga golf sebagai prestasi non akademik maupun prestasi akademik di sekolah mereka masing-masing yang sesuai standar yang dibutuhkan untuk dapat diterima diterima sebagai mahasiswa — sedang peserta dari kalangan mahasiswa adalah mereka yang masih aktif kuliah di perguruan tinggi serta mereka yang telah berstatus sebagai alumni perguruan tinggi di Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa memang perguruan-perguruan tinggi di Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga golf. “Perguruan tinggi memiliki daya tarik akademik yang jarang bisa diraih oleh atlet golf khususnya di Indonesia,” kata Ronggo Sadono.
“Selain menyelenggarakan event series dua bulan sekali yang mulai dilaksanakan pada Februari tahun depan, IYSF juga akan membuat program tambahan Youth Golf Camp yaitu sebuah program untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahun tentang olahraga golf,” tambah Ronggo.
Sementara, Andri Armansjah, Ketua PCGC, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukannya untuk membina para pegolf junior di tingkat “akar rumput” melalui kegiatan GoBar PCGC sejak dua tahun lalu, existensinya diapresi oleh para stake holder IYSF.
Melalui MOU yang telah ditandatangani bersama antara pihak IYSF dan PCGC tersebut, Andri Armansjah selain bersyukur karena kontribusinya demi kemajuan dan peningkatan prestasi olahraga golf di kalangan junior di negeri ini diakui exintensinya, dia berharap agar MOU yang telah ditandatanganinya juga berdampak positif di dalam percaturan golf nasional.
(Liputan Toto Prawoto. Foto Dokumentasi)
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


