FeaturedTour News

PGATI – ITGPS #8: Jonathan Wijono Memang Beda Dari Pro Lainnya

Pada waktu yang sama yakni tanggal 4 hingga 6 Juli 2023 lalu telah terjadi peristiwa yang sangat menarik di percaturan golf nasional di mana dua pegolf yang memiliki nama depan  “Gabriel” berhasil menjadi The Best dalam event yang berbeda. 

Yang pertama adalah Gabriel Jonathan Wijono (akrab disapa dengan panggilan Jowi). Dia menjuarai event Indonesian Tourism Golf Pro Series #8 yang berlangsung di Jatinangor National Golf & Resort. 

Yang kedua adalah Gabriel Hansel Hari yang menjadi juara dalam event Medco – Pondok Indah Amateur Golf Championship yang berlangsung di Pondok Indah Golf Course.

Hal tersebut adalah suatu bukti nyata yang tidak bisa dibantah bahwa generasi millenial di republik tercinta ini memang memiliki prospeks yang sangat cerah dalam percaturan golf di masa yang akan datang.

TIDAK SEDIKIT BIAYANYA 

Dalam perbincangan bersama Media GolfJoy saat menyaksikan Medco – Pondok Indah Amateur Golf Championship 2023, coach Alga Topan mengungkapkan bahwa pencapaian yang ditorehkan oleh kedua pegolf tersebut adalah hasil kerja keras yang mereka lakukan selama ini. 

Prosesnya, kata pelatih Timnas Golf tersebut lebih jauh, tidak sebentar waktu yang dibutuhkan untuk menjadi juara. 

“Banyak effort yang mereka lakukan. Mulai dari junior sampai saat ini, banyak waktu yang terbuang karena komitmen latihan yang mereka lakukan, serta dana dari orangtua yang tidak sedikit jumlahnya untuk biaya latihan dan biaya untuk mengikuti pertandingan baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata coach Alga, menegaskan. 

Hal yang sama juga dikemukan Joyada Siallagan owner SJS Group, yang dikenal sangat peduli terhadap pembinaan dan peningkatkan prestasi para pegolf terutama pegolf amatir dan khususnya junior melalui membership Ironcard.

“Saya berharap para pegolf lainnya dapat mengikuti jejak Gabriel Hansel Hari, dan di kemudian hari nanti setelah  beralih status dari amatir ke pro mereka bisa mengikuti jejak Gabriel Jonathan Wijono,” kata Bung Joy.

BELUM GENAP “SEUMUR JAGUNG”

Terlepas dari masalah proses yang dibutuhkan bagi seorang pegolf untuk bisa mengukir prestasi optimal, yang jelas apabila secara khusus kita menyoroti sepak terjang Gabriel Jonathan Wijono — diakui atau tidak serta suka tidak suka — pro kelahiran 21 Desember 2000 ini memang berbeda jika dibandingkan dengan pro-pro lainnya di Tanah Air.

Bayangkan saja, belum genap “seumur jagung” beralih status dari Amateur ke Professional, nama dan wajah Jowi sejak tiga tahun terakhir sering muncul di media massa — baik cetak, online, emagz maupun audio visual — di negeri ini.

Seperti diketahui pada ITGPS #8 yang berlangsung di Jatinangor Nasional Golf & Resort, untuk kelima kalinya dia menjuarai event tersebut dengan total score 204 point (66 – 68 – 70) -12.

Menjawab pertanyaan tentang keberhasilannya menjuarai turnamen Indonesian Tourism Golf Pro Series untuk kelima kalinya, dan untuk sementara Jowi menjadi pemain yang telah memiliki hadiah terbanyak, pro berusia 23 tahun tersebut mengungkapkan bahwa itu semua adalah berkat dan restu dari Tuhan, sehingga tanpa Tuhan, “Saya tidak akan dapat meraih ini semua .. meski practice banyak tapi tanpa penyertaan Tuhan hasilnya tetap nol besar,” sela Gabriel Jonathan Wijono, menegaskan.

“CUEK BEBEK”

Mengomentari pencapaian prestasi yang ditorehkan Jowi dalam ITGPS #8, Wahyu Hendarman — anggota Presidium PGA TI yang juga dikenal sebagai pengamat golf — kepada Media GolfJoy mengatakan:

“Terlepas dari sudah berapa kali Jowi juara di tahun ini, memang secara style permainan Jowi ini memang tipikal pemain yang cuek bebek .. dalam arti dia hanya fokus dengan eksekusi pukulan .. bukan hasil pukulan.”

“Jadi,” kata Uke — sapaan akrabnya — lebih lanjut, “saat swing dia begitu lepas tanpa beban. Itu yang keliatan di mata saya yaaa .. ga tau isi hatinya gimana sebenernya,” tambahnya menggunakan bahasa “slengek’an” seperti anak muda umumnya, sambil tertawa.

Terkait dengan keberadaan Jowi yang untuk sementara boleh disebut sebagai pemilik “Orde of Merit” atau pengumpul hadiah terbanyak dalam event ITGPS, Uke menyatakan bahwa hal itu adalah sesuatu yang wajar. 

“Namun begitu tetap saja ada momen yang Jowi tidak bisa .. atau kurang perform, di mana hal ini sesuatu yang sangat wajar terjadi kepada setiap pemain. Karena hal ini merupakan siklus permainan setiap orang,” kata Uke. 

“Dengan kata lain, jadi ternyata Jowi juga manusia biasa yang normal, biarpun saat ini sering upnormal, karena sering juara dengan score yang gila,” tambah Uke dengan ciri khas sehari-harinya. Yakni, seserius apa pun masalah yang dibicarakan, Uke masih “menyelipkan” kalimat dan atau idiom yang mengundang senyum .. he he. 



Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


https://ironindo.com/

Related posts

Atthaya Thitikul Puncaki Rolex Rankings di Usia 19 Tahun

Hasim

Sugiono Pandy & Bonifasius Juara Monthly Medal Olympic GC Juni

Syam

Joyada Siallagan Raih Best Gross Overall di Industrial Golf Club Monthly Medal

Hasim

Leave a Comment

13 − five =