Kisah perjalanan Ben Griffin di dunia golf profesional adalah salah satu contoh paling inspiratif tentang ketekunan menghadapi keterpurukan finansial sebelum akhirnya sukses besar di ajang PGA Tour.
Berikut adalah rangkuman perjalanan hidup dan kariernya yang penuh liku.
Terjebak Utang di “Mini-Tours”
Sebelum merasakan kemewahan dan kesuksesan di PGA Tour, Ben Griffin harus berjuang melewati mini-tours (tur level bawah) yang biayanya ditanggung secara mandiri oleh para atlet.
Untuk sekadar mencoba lolos kualifikasi Korn Ferry Tour saja, pemain harus merogoh kocek setidaknya $5,000 hanya untuk biaya pendaftaran. Belum lagi biaya perjalanan, sewa mobil, akomodasi (sering kali harus menumpang atau couch-surfing demi berhemat), makanan, hingga biaya latihan.
Tekanan finansial yang besar membuat utang kartu kredit Griffin menumpuk hingga mencapai kisaran $15,000 hingga $20,000. Tekanan psikologis akibat utang dan performa yang kurang memuaskan membuatnya kehilangan kecintaan pada olahraga golf.
Sempat Pensiun Dini dan Beralih Profesi
Karena stres berat dan beban utang yang menumpuk, Ben Griffin akhirnya memutuskan pensiun dari dunia golf profesional pada tahun 2021. Ia meninggalkan lapangan hijau dan banting setir bekerja kantoran sebagai petugas pinjaman KPR di dunia perumahan.
Titik Balik dan Dukungan Sponsor
Setelah beberapa waktu bekerja di luar dunia golf, kerinduan untuk bertanding kembali muncul. Pada akhir tahun 2021, ia memutuskan untuk mencoba peruntungannya sekali lagi.
Keberhasilan kembalinya Griffin tidak lepas dari uluran tangan seorang sponsor bernama Doug Sieg (CEO firma investasi Lord Abbett) yang memberikan dukungan finansial.
Bantuan ini meringankan beban utangnya dan membebaskannya dari tekanan finansial, sehingga ia bisa kembali fokus berlatih dan bertanding dengan pikiran tenang.
Kebangkitan Spektakuler di PGA Tour
Keputusan untuk kembali terbukti menjadi salah satu keputusan terbaik dalam hidupnya. Griffin perlahan-lahan merangkak naik melalui Kualifikasi Korn Ferry Tour hingga berhasil mengamankan kartu PGA Tour.
Namanya mendunia setelah meraih tiga gelar juara PGA Tour dalam kurun waktu sekitar enam bulan.
Berkat pencapaian luar biasa tersebut, total pendapatan kariernya di PGA Tour melesat jauh, bahkan telah melewati angka $22 juta.
Ia juga sempat terpilih untuk membela Tim Amerika Serikat di ajang prestisius Ryder Cup.
Kisah Ben Griffin membuktikan bahwa kegagalan finansial dan keputusan berhenti sementara bukanlah akhir, melainkan batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar bagi mereka yang tidak menyerah pada keadaan.
