FeaturedKomunitas

Martubi M: Dari Caddy, Ahli Club Fitting, hingga Juara Senior PGATI di Usia 53 Tahun

PEGOLF kelahiran Serang, Banten, 5 Juni 1973 ini mengenal golf pada 1992 saat Tubi — panggilan akrabnya — bekerja sebagai caddy di Royale Krakatau Golf Cilegon.

“Sebagai pegolf saya otodidak,” katanya.

Walaupun demikian pada 1993 Tubi untuk pertama kalinya tampil dalam event Piala Presiden Soeharto yang diselenggarakan di Padang Golf Rawamangun.

Perasaan untuk pertama kalinya mengikuti turnamen, “Tentu grogi dan tegang,” sela Tubi, “tapi menyenangkan karena bisa melihat pemain lainnya bagus-bagus, dan itu yang membuat pengalaman saya bertambah,” lanjutnya.

Setahun kemudian Tubi kembali tampil dalam event Piala Presiden Soeharto yang berlangsung di Bumi Serpong Damai, “Alhamdullilah saya berhasil merebut gelar juara,” ujarnya, menegaskan sambil tersenyum bangga.

PON 2008

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas ketika masih berstatus sebagai pegolf amatir Tubi pernah tampil mewakili Banten dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berlangsung di Sepinggan — Balikpapan pada 2008.

Dan, seperti kebanyakan pegolf amatir di Indonesia — begitu selesai mewakili daerahnya di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) — Martubi M pun menanggalkan statusnya sebagai pegolf amatir dan beralih ke profesional.

“Saya menjadi Pro sejak tahun 2010, Om,” ujar Tubi ketika Media GolfJoy menanyakan kapan dia beralih status menjadi pegolf profesional.

Seperti diketahui, Martubi M, yang mulai aktif bekerja sebagai Marshall di Royale Krakatau Golf pada tahun 2000 hingga 2011 juga dikenal sebagai Teaching Pro.

“Saya hampir tak pernah absen kalau PGATI menggelar turnamen,” katanya. “Tapi, sempat juga pada tahun 2012 saya berhenti selama 10 tahun fakum enggak mengikuti turnamen, Om,” tambahnya.

CLUB FITTING 

Walaupun vacuum tidak berarti Martubi beralih profesi menekuni pekerjaan di bidang lain.

“Sekarang apa yang Tubi kerjakan?” tanya Media GolfJoy.

“Karena di Cilegon tidak atau belum ada alat club fitting, maka sejak tahun 2012 berkat bimbingan saudara saudara Ibit, saya membuka club fitting,” kata Martubi M. “Alhamdullilah lancar sampai sekarang, Om,” tambahnya.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pebisnis club fitting yang dibantu oleh dua orang karyawan, Tubi tetap berlatih dan bermain golf serta tampil dalam event yang diselenggarakan PGATI.

Dan, ayah dari dua orang anak (satu pria dan satu wanita) ini pada 30 September 2026 lalu berhasil merebut gelar juara dengan skor -1 dalam event Asaba Senior & Regular Pro Golf Tournament Serie 5 yang berlangsung di Padang Golf Halim 1.

Keberhasilan Tubi dalam event tersebut mengundang banyak pujian dan sekaligus tanda tanya para peserta, karena selama 10 tahun dia absen dalam event yang diselenggarakan oleh PGATI, di mana sejak beberapa tahun belakang ini event dibagi menjadi dua kategori masing-masing Senior & Regular Pro dalam satu hari.

Martubi M mengaku sangat senang sekali karena begitu dia come back mengikuti turnamen yang diselenggarakan PGATI — dalam usia 53 tahun — dia masih mampu mengukir prestasi.

“Saya berharap di waktu yang akan datang Asaba event bisa diselenggarakan di Royale Krakatau Golf agar para pegolf amatir senior dan yang lainnya di Serang bisa ikut bertanding,” kata Martubi M mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Penulis Toto Prawoto

Foto PGATI dan Dokumen Pribadi


Related posts

NBP Golf Tournament Donasi Rp175 Juta Plus untuk NTT

Toto Prawoto

Ketua Umum PB PGI Lantik Pengprov PGI Jateng 2023-2027 

Toto Prawoto

Cameron Young Tampil Gemilang di Masters, Samai Rory McIlroy di Puncak Klasemen

Hasim

Leave a Comment

twenty + 9 =