FeaturedTour News

Indonesia Tourism Golf Pro Series 13: Benita Kasiadi Pimpin Ronde #2 dengan +1

Dengan permainan yang sangat konsisten pada round #1 Selasa (5 September 2023) akhirnya Benita Kasiadi — yang akrab disapa dengan Beni Kasiadi atau “BK” — pada round #2 Rabu (6 September 2023) kemarin leading dengan 143 pukulan (72-71) atau 1 over Indonesia Tourism Golf Pro Series 13 di Bali National Golf Club.

Disusul Robby Sugara yang berada di tempat kedua dengan total skor 144 pukulan (73-71) atau 2 over, sedangkan Jowi yang membukukan total skor 147 pukulan (71-76) atau 5 over berada di tempat ketiga.

Sementara Hendri Nasim berada di posisi kelima dengan total skor 148 pukulan (77-71) atau 6 over serta salah satu pegolf amatir bernama Kenneth Henson Sutianto yang membukukan total skor 149 pukulan (73-76) atau 7 over.

Dari data skor para peserta ITGPS sejak Series #1 hingga Series #13 — diakui atau tidak — skor yang dicetak pada Indonesian Tourism Golf Pro Series yang kali ini berlangsung di Bali National Golf Club – Nusadua – “dominasi angka warna biru” sangat dominan sejak round #1 pada Selasa (5 September 2023) hingga round #2 pada Rabu (6 September 2023) kemarin.

Meskipun begitu sebanyak 50 pegolf (plus Ties) yang terdiri dari 42 Pro dan 8 Amateur pada Rabu kemarin mereka lolos cut, dan berhak untuk melanjutkan persaingan di round #3 final ITGPS #13 pada hari ini, Kamis (7 September 2023).

Pro yang lolos akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 400 juta yang disponsori oleh PT Indonusa Jasa Pratama dan Anargya Aset Manajemen, di mana Pro yang menjadi juara berhak atas hadiah utama sebesar 16% dari total hadiah utama yang disediakan dalam event tersebut.

Sedangkan Amateur yang lolos cut pada round #3 final ITGPS #13 Kamis (7 September 2023) pagi ini, mereka akan bersaing mencetak skor terendah untuk memperebutkan gelar sebagai Lowest Amateur.

JANGAN ABAIKAN FAKTOR CUACA

Ketika Media GolfJoy mengkonfirmasi masalah skor tersebut dengan Avie K Utomo — Tournament Director ITGPS #13 yang juga dikenal sebagai pengamat — ditegaskan bahwa jangan mengabaikan faktor cuaca yang ada saat turnamen berlangsung. “Agar tidak stress,” katanya.

Diakui bahwa selain terik matahari sangat menyengat, angin yang berhembus di Nusadua pun sangat mempengaruhi permainan para pemain.

Seperti kita tahu, kata Avie K Utomo lebih lanjut, lapangan golf Nusadua ini di kelilingi pantai. Dan, angin yang datang berhembus, baik dari belakang maupun dari depan, bisa saja akan berpengaruh terhadap permain.

“Untuk jarak pukulan 175 meter dan pemain menggunakan 7 Iron, hasilnya belum tentu seperti yang diharapkan. Karena, bila pada saat memukul bola ada hembusan angin yang cukup kencang dari arah belakang,” Avie K Utomo, memaparkan.

“Akibatnya bola yang dipukul menggunakan 7 Iron tersebut jatuhnya tidak pas atau tidak tepat sasaran di titik yang dituju .. Apalagi kalau rumput di hole yang satu dan di hole lainnya berbeda jenis, kemudian ditambah dengan green speed-nya di atas 9 atau 10 .. putting-nya akan pating sliwer ..,” tambah Avie K Utomo dalam perbincangan by phone bersama Media GolfJoy.

PERCAYA DIRI DI SECOND SHOT

Apa yang dipaparkan oleh Avie K Utomo, dibenarkan oleh Beni Kasiadi.

“Betul, Om, di green ada beberapa tingkat kesulitan karena speed yang tidak sama di setiap green, karena ada beberapa rumput yang ketebalannya berbeda-beda,” kata BK.

Dalam perbincangan bersama Media GolfJoy, BK mengungkapkan bahwa pihaknya bermain sesuai game plan, dan bermain di sini harus percaya diri di pukulan tee off, karena banyak hole yang view dan landing areanya sempit.

Lalu, kata BK lebih jauh, kita juga harus pe-de di jarak-jarak second shot lay up, karena jarak lay up-nya juga masih jauh, dan belum lagi ditambah angin.

“Jadi, harus punya punya pukulan stock shot,” kata BK. “Selanjutnya di golf course ini ada juga par 3-nya yang butuh konsentrasi tinggi dan perhitungan yang pas, karena hole Island ditambah angin, maka club selection kita harus pas, Om,” tambah BK, menegaskan.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimakan BK menyiasati tingkat kesulitan speed di green yang ketebalan rumputnya berbeda-beda, dengan tegas BK menyatakan bahwa di situlah tingkat kesulitan dan menantang baginya sebagai profesional golfer, ditambah lagi dengan pressure yang membuat emosi harus benar-benar dijaga.

“Target BK di final bagaimana?”

“Saya akan menerapkan game plan yang sama seperti dua hari lalu, Om, mudah-mudahan putter lebih bagus dan bisa bermain under lebih banyak,” jawab BK, optimistis.

KETAT
Menyimak skor plus 1 digit dan 2 digit yang telah dibukukan oleh para peserta yang lolos cut off, persaingan untuk menjadi The Best di ITGPS #13 akan berlangsung ketat dan seru, baik di Divisi Pro maupun Amateur.

Apabila di Divisi Pro posisi Beni Kasiadi setiap saat bisa ‘disalip’ oleh para kompetitornya, hal yang sama pun bukan tidak mungkin akan terjadi Divisi Amateur.

Seperti diketahui posisi teratas di Divisi Amateur ITGPS #13 diduduki Kenneth Henson Sutianto dengan total skor +7, posisi kedua Ryan Jovan dengan total skor +9, dan disusul oleh M. Rifqi Alam Ramadhan dengan total skor +10.

Terlepas dari masalah bahwa posisi ketiga pegolf amatir tersebut aman atau tidak, yang jelas ancaman buat mereka bertiga pun bisa datang setiap saat.

Pasalnya, di belakang ketiga pegolf amatir tersebut di atas, masih ada 5 kompetitor lainnya yang harus dipantau permainnya.

Kelima pegolf amatir tersebut adalah Nathan Pangestu dengan total skor +11, Kadek Jayawardana William Dornan +11, Luke Evan Moore +16, Axel Pangestu +17, dan Margoz Marvin Komengmau dengan total skor +19.

Siapa pun dari kedelapan pegolf amatir yang lolos cut tersebut dan kemudian berhasil merebut gelar Lowest Amateur, tetap akan menarik untuk diikuti hingga final ITGPS #13.

Pasalnya, dari kedelapan pegolf amatir yang lolos tersebut tiga di antaranya pegolf binaan Pengprov PGI Bali. Ketiga pegolf tersebut adalah Nathan Pangestu, Axel Pangestu, dan Margoz Komengmau.

Jika mereka lolos cut off dalam ITGPS #13 — sebagaimana yang disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Junior Bali, Jurry Soerjo Wiharko kepada Media GolfJoy kemarin — akan menjadi suntikan semangat bagi PGI Bali untuk memberikan pelatihan yang terbaik nantinya, sebelum mereka tampil di PON XXII Tahun 2024 yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara.

Tulisan Toto Prawoto
Foto Dokumentasi


Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


https://ironindo.com/

Related posts

Golf2000 Monthly Tournament: Bentuk Komite Member & Sebar Donasi

Hasim

Jordan Spieth Pimpin 1 Pukulan menuju Final Charles Schwab Challenge

Hasim

Scottie Scheffler Kembali ke No. 1 dengan Kemenangan WM Phoenix Open

Hasim

Leave a Comment

four × five =