FeaturedKomunitas

Jonathan Manuel Wijanto Bikin Bangga Indonesia di 9th RSGC-Sportexcel

Empat junior Garuda Muda Indonesia ini punya kisah, tapi Jonathan punya takdiran banggakan Indonesia.

Empat hari penuh perjuangan, sejak Senin hingga Kamis, 13-16 Mei 2024, empat dari tujuh pegolf junior Indonesia berpeluh keringat, menepis ego, bersungguh-sungguh demi mengharumkan Indonesia di negeri jiran Malaysia dalam rangka berkompetisi di kejuaraan 9Th RSGC-Sportexcel Junior Invitational Golf Championship 2024.

Jonathan Manuel Wijanto, Prakasa Alfa Rizqi, Galih Ananta Wiratno, dan F. Nikola Surya Nugraha, sukses melaju ke final round pada Kamis (16/5/2024) setelah menempatkan dirinya masing-masing diurutan zona aman Boys Division yang diambil dari 32 pegolf putra saja.

Namun, didalam perjalanannya menuju tangga juara, keempatnya punya kisah unik tersendiri digelaran ke-9 RSGC-Sportexcel JIGC itu.

Jonathan, junior putra Indonesia pertama

Sepatutnya, masyarakat golf Indonesia berbangga karena Indonesia kembali mengukir back-to-back champion di kejuaraan ini, meski berbeda gender pemenang. Di tahun lalu di edisi ke-8, Indonesia dibuat bangga oleh Sania Talita Wahyudi sebagai pemenang 8th RSGC-Sportexcel JIGC 2023. Sekarang, daftar pengharum bangsa Indonesia kembali diukir oleh pegolf berusia 15 tahun asal Pengkab PGI Kediri dan atlet Ciputra Golf Surabaya, Jonathan Manuel Wijanto. 

Keduanya, baik Sania dan Jonathan, adalah pegolf junior Indonesia yang mampu mengukir juara di turnamen level internasional yang diikuti oleh 10 negara di The Royal Selangor Golf Club, Kuala Lumpur, Malaysia itu.

Ternyata, atas pengakuan pribadi kala diwawancara oleh pihak The Royal Selangor GC usai poto selebrasi pemenang dengan Ngo Yi Belle asal Malaysia, kondisi sebenarnya Jo, sapaan akrab Jonathan, tidak dalam kondisi bugar 100%. Jojo menderita flu dan demam saat ketibaan di Malaysia pada Minggu (12/5/2024).

Namun demikian, sesi official practice round di hari Senin (13/5/29024) pukul 9 pagi waktu setempat tetap dilibas penuh semangat bersama rekan satu pairingnya; Teuku Husein M. Danindra, F. Nikola Surya Nugraha, dan Prakasa Alfa Rizki.

Dan kemudian di hari pembuktian, Jo mampu menjalani 18 hole dengan hasil 77 pukulan atau 5 over par, dan hanya kalah 4 pukulan dari pegolf junior Malaysia Ammer Aiman bin Fauzi yang membukukan skor 73 atau 1 over par, yang sekaligus meraih penghargaan Best Gross of The Day round pertama.

Berlanjut di round 2, Jo mulai beradaptasi dengan kondisional lapangan dan mampu memperbaiki performa. Ia pun menutup permainan di hari kedua ini dengan skor 68 (4 under par) dan sekaligus meraih Best Gross of The Day.

Tatkala total skor Jojo 145 (1 over par) dan menjadi penghuni leaderboard di final round, kepada Media GolfJoy Indonesia Jojo mempertegas diri bilasanya ia bakal menjalani game plan dengan safety. Artinya Jojo akan meminimalisir raihan skor bogey disetiap hole yang ia lewati. Dan sukur-sukur, Jojo bisa mengukir lagi 6 kali birdie seperti yang ia lakukan di hole #1 par 4, hole #3 par 5, hole #6 par 5, hole #11 par 5, hole #12 par 4, dan hole #16 par 4.

And what a game he was played! Putra sulung dari pasangan Mr. A dan Ms. L itu, tampil memukau dengan menyelesaikan permainan final round dengan skor 70 atau 2 under par dari 5 kali birdie, 3 bogey dan selebihnya par. Sehingga dengan total skor 215 atau 1 under par, maka, Jonathan Manuel Wijanto didaulat sebagai Sang Juara 9Th RSGC-Sportexcel JIGC 2024.

Performa bermain safe dan menahan skor par selama 18 hole di final round memang terbukti dilakoni Jo.

“Saya hanya mengikuti aliran permainan saya dan tidak memaksa untuk menurunkan skor. Karena, low score untuk saya akan datang sendiri. Jadi, saya hanya menjaga di par. Jadi saat saya berada di lapangan saya tidak mimikirkan teknik, tetapi lebih fokus kepada strategi saya ” kata Jo melalui pesan gawai WhatsApp, Jumat, (17/5/2024).  

Jo pun merasa bersyukur dan gembira atas apa yang dicapainya. “Saya merasa bersyukur dan bahagia dalam turnamen ini dan saya berharap kedepannya dapat bermain seperti apa yang saya rasakan dalam turnamen ini.”

Alih-alih, euphoria yang sama juga menyelimuti Mr. A, ayahanda Jonathan. “Tentu saya bangga atas perjuangan Jo. Ditengah cuaca yang panas, dia bisa me-manage game plan-nya selama 3 round,” ujar bahagia Mr. A yang juga melalui gawai WhatsApp kepada Media GolfJoy Indonesia. 

Mr. A juga seraya berpesan kepada Jonathan untuk tidak sombong dan jangan terlalu euforia secara berlebihan. “Karena setiap pertandingan biasa ada yang kalah dan menang. Tentu harus jaga sportivitas. Terus berjuang, sebab perjalanan karir Jo masih panjang. Untuk menjadi Top 1% Anda harus bersedia melakukan apa yang 99% enggan untuk dilakukan,” demikian ungkap Mr A lebih lanjut. 

Alfa dipandu caddy tuna wicara

Sementara itu, kesiapan fisik dan mental guna mengikuti turnamen internasional 9th RSGC-Sportexcel JIGC 2024 di The Royal Selangor Golf Club pada tengah pekan ini memang juga sudah direncanakan dengan sangat baik oleh pegolf POPB (Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan) DKI Jakarta, Prakarsa Alfa Rizqi, usai dirinya menjuarai seri Premier Indonesian Junior Golf (IJG) series 2 di bulan April lalu.

Program pelatihan rutin seperti peningkatan endurance (ketahanan tubuh), pengaturan pola gizi yang diperbaiki secara konsisten, latihan golf berkala dan rutin, serta sesi meditasi telah ia lakoni bersama sport scientist dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ricky ‘Pehong’ Susiono.

Alhasil? Alfa secara spartan mampu berkompetisi selama tiga hari dengan 54 pegolf junior putra dari 10 negara. Dan bahkan, siswa SMP Al Azhar Kelapa Gading kelas 3 ini sukses tersaring menjadi satu dari 31 kontestan putra setelah lolos cut off di round kedua dengan total skor 157 atau 13 over par.

Puncaknya, di final round justru Alfa sanggup “tancap gas” dengan permainan yang rapi dan sesuai game plan-nya. Dari posisi ties 6 dengan total skor 157 atau 13 over, Alfa dapat merangsek dan menjuarai 3rd runner up setelah membukukan skor 76 sehingga total skor selama 3 round Alfa mendulang 233 (82-75-76) atau 17 over par. Atau ties di posisi 3 namun menang count back atas Aiden Tai John Robert dan MD Danish Danial yang keduanya berasal dari Malaysia.

Dan kehebatan perjuangan Alfa selama empat hari di The Royal Selangor GC, tak pelak, disebabkan arahan pemandu golf atau caddy yang nyatanya adalah seorang Tuna Wicara.

Menurut Alfa seperti yang diucapkan lewat ayahandanya, Prabowo, ketika sesi official practice round (OPR), disepanjang first nine Alfa tidak sama sekali berbicara dan bahkan berkenalan dengan sang caddy. Namun pada akhirnya, Alfa baru memahami bila sang caddy tidak dapat mendengar dan berbica kepadanya. Alfa sempat sedikit frustasi. Tapi usai berdiskusi dengan ayahanda lewat telepon (karena Prabowo berada di Jakarta) beberapa masukan nasehat diberikan ayahandanya. Walhasil, selama tiga round pertandingan, Alfa berkomunikasi dengan sang caddy Tuna Wicaranya itu dengan kahasa kode tangan sang caddy bila meminta bantuan arah pukulan terbaik guna menghindari water hazard atau bunker mulai dari tee-box, fairway hingga di green.

“Kami ada keyakinan saat Alfa akan mengikuti event di Malaysia ini. Target Alfa masuk 5 besar. Dan alhamdulillah Alfa bisa raih 3rd runner up. Ini pencapaian yang sangat bagus. Jerih payah Alfa sangat saya hargai dalam kegigihannya berlatih,” begitu ungkap Prabowo, ayahanda Alfa kepada Media GolfJoy Indonesia lewat gawai WhatsApp. 

Kegigihan dan semangat Alfa ingin terus berprestasi setinggi-tingginya di turnamen ini, menurut Prabowo lagi, bahkan Alfa harus merelakan tidak mengikuti acara perpisahan kelulusan di sekolahnya pada hari Jumat hingga Minggu (17-19/5/2024) ke DIY Jogjakarta.

Galih berganti kaos 3 kali tiap round

Bagi pegolf junior yang menjadi club champion Jakarta Golf Club Rawamangun, Jakarta Timur yang satu ini, kejuaraan 9th RSGC-Sportexcel JIGC ini bukan pengalaman yang baru.

Di tahun lalu, Galih Ananta Wiratno, juga pernah mencicipi kerasanya persaingan di event ini. Dan seperti halnya juga di tahun lalu, Galih sanggup berprestasi dengan selalu lolos cut off meski perjalanannya tidak mulus.

Di edisi ke-9 RSGC-Sportexcel JIGC 2024, siswa Grade 9 Universal School Kemayoran, Jakarta Pusat ini sempat mengalami heat stroke atau kepanasan yang sangat ditubuhnya, seperti yang dialaminya pada kompetisi edisi ke-8 tahun lalu.

Diungkapkan oleh ibunda Galih, Lestari Wiratno, bahkan anak kedua dari tiga bersaudara itu harus melakukan pergantian kaos sebanyak tiga kali disetiap round play-nya.

“Galih tidak menggunakan caddy selama 4 hari. Galih dorong sendiri trolly bag golf-nya. Hal sangat berharga karena saya sebagai maminya sedang melatih kekuatan fisik dan staminanya di lapangan dengan udara yang panas. Setiap hari, Galih berganti 3 potong baju karena basah keringet. Alhamdullillah Galih tidak kena cut off dan menutup turnamen dengan skor 75 dan sebagai 1st runner up untuk hari ketiga,” demikian ungkap Lestari kepada Media GolfJoy Indonesia.

Total skor yang dibukukan Galih adalah 242 (82-85-75) atau 26 over par dan bercokol di ties 12 bersama 3 pegolf lainnya, termasuk F. Nikola Surya Nugraha.

Mami Lestari pun selalu mengikuti Galih setiap hari sepanjang 18 hole. “Memang melelahkan tetapi semua ini dapat diambil hikmahnya terkait hubungan seorang ibu dengan anaknya yang sama-sama merasakan panas, Lelah, namun tetap berbahagia.”

Selain itu, dikarenakan tidak pakai caddy, maka Mami Lestari harus membantu melihat jatuhnya bola. Hal itu lantaran fairway yang becek akibat guyuran hujan di malam hari, sehingga bola sering pluck dan susah dicari atau diketemukan oleh pegolf, terlebih pegolf tanpa menggunakan jasa caddy.

Galih sendiri merupakan club champion di Jakarta Golf Club (JGC) pada 2023 dan menjadi anggota pegolf amatir termuda club berprestasi di usia 14 tahun dalam catatan sejarah JGC yang berdiri sejak 1872.

Sehingga, jika ada acara yang terkait dengan reciprocal antara The Royal Selangor GC dan JGC, Galih selalu dikirim oleh manajemen JGC.

Meski cedera punggung, Nikola tetap all-out

Sementara itu, pegolf sekaligus atlet PON XXI Aceh – Sumut 2024 asal Daerah Istimewa Yogyakarta, F. Nikola Surya Nughraha, harus berbesar hati menerima kenyataan kurang beruntung di 9th RSGC-Sportexcel JIGC yang kebetulan baru diikutinya pertama kali.

Tak dinyana, Nikola harus menahan sakit bahu kiri selam9th RSGC-Sportexcel JIGC a empat hari selama di The Royal Selangor, baik di New Course atau pun di Old Course, terutama pada saat mengayunkan tee-shot di tee box ditiap hole.

Bisa dimaklumi dan sangat wajar sekali jika rasa sakit dibahu kiri semakin mengusik Niko, dimana kita ketahui bersama bahwa Niko adalah salah satu pegolf junior Indonesia yang memiliki swing speed dan shot power yang sangat cepat dan kencang tatkala tee shot. Dan juga diakui ayahanda Niko, Yoyok Sulistyo, ia pun tidak tahu pasti penyebab sakit dibahu kiri anaknya. Bahkan, Yoyok hanya bisa mengira bila awal sakit bahunya itu disebabkan tidur yang salah dimana tangan kiri Niko dijadikan penopang baut kepalanya saat tidur di hotel jelang official practice round pada Senin pagi (13/5/2024) 

“Saya akui, performan Nikola pada turnamen 9th RSGC-Sportexcel JIGC kemarin kurang maksimal dikarenakan mendapat injury dibahu kirinya. Dan untuk persiapan di practice round memang dirasakan panas sekali dan dimalam harinya (Senin malam) hujan turun dengan sangat deras sehinga mengakibatkan struktur tanah menjadi lembek. Jadi ketika bola dipukul dari tee-box dan landing di semi rough, maka bola langsung hilang dan mengakibatkan Niko mengalami OB sebanyak dua kali akibat lost ball di hari pertama. Sehingga, tentunya performanya Niko, khususnya di round pertama kurang maksimal,” ungkap Yoyok kepada Media GolfJOy Indonesia lewat gawai WhatsApp.

Alhasil, anak didik pro golfer Indonesia Rinaldi Adyandono, hanya mampu mencetak total skor 242 (82-79-81) atau 26 over par dan ties 12 bersama Galih.

Meski demikian, diungkapkan oleh sang ayahanda Yoyok, bahwasanya Niko akan bertekad memperbaiki performanya di turnamen yang akan diikuti selanjutnya.

Reciprocal Royal Selangor dan JGC Rawamangun

Pada 9th RSGC-Sportexcel JIGC 2024 kali ini, tujuh pegolf junior Indonesia diturut-sertakan. Meraka antara lain; Jonathan Manuel Wijanto, Prakasa Alfa Rizki, F. Nikola Surya Nugraha, Teuku Husein M. Danindra, Galih Ananta Wiratno, Guardiola Namora Simarmata, dan Renoctoviana Ramadhiani Said.

Kehadiran ketiga nama terakhir (Galih, Guardiola, dan Viana) merupakan undangan sebagai bagian hubungan reciprocal antara kedua belah pihak, yakni The Royal Selangor Golf Club dan Jakarta Golf Club Rawamangun yang sudah terbangun sejak lama. Dan Guordiola adalah murid dari pada Jakarta Golf Club Academi (JGCA). Sedangkan keempat junior Indonesia lainnya disokong oleh para orang tuanya.

“Saya sebagai orang tua dari Galih mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ramli Ibrahim sebagai Presiden JGC dan jajaran pengurus JGC, serta Direktur JGCA yang sudah membimbing dan membesarkan Galih dalam olah raga golf ini. JGC yang membesarkan Galih, dimana Galih tumbuh dan berkembang dalam dunia golf dan tentunya tidak lepas dari dukungan JGC sebagai home base Galih,” pungkas Lestari.

Related posts

Rayhan Abdul Latif Rebut Piala Gubernur Jawa Timur

Hasim

Begini Kemewahan untuk Para Pemenang Mercedes-Benz Luxury Golf Experience

Hasim

Sriwijaya Limited Golf Club Bersilaturahmi di Bogor Raya

Hasim

Leave a Comment

9 − 2 =