FeaturedTour News

Richard T Lee Pertahankan Keunggulan di BNI Indonesian Masters 2024

MEMASUKI hari kedua turnamen golf pro terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters 2024 pada Jumat (1 November),  persaingan makin ketat antar pemain — baik di pairing group yang tampil pada morning session maupun pairing group yang tampil bersaing pada afternoon session.

Ketatnya persaingan di hari kedua pun membuat Richard T. Lee, yang pada hari pertama BNI Indonesia Masters 2024 memimpin di tempat teratas dengan total skor 10 under sempat disalip oleh Jazz Janewattananond dari Thailand yang mencetak total skor sebanyak 12 under di sembilan hole pertama. 

Dengan demikian Jazz  mengambil-alih pimpinan klasemen sementara BNI Indonesia Masters 2024 dari pegolf asal Kanada Richard T. Lee yang pada hari pertama membukukan total skor 10 under. 

Namun, menjelang detik-detik terakhir permainannya di sembilan hole terakhir, Richard yang sangat berpengalaman di kancah persaingan International Series, pada hari kedua membukukan total skor 15 under.

Sehingga pegolf usia 33 tahun tersebut kembali berada di tempat teratas dalam event pro terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters 2024 yang memperebutkan total hadiah sebesar US$ 2 juta.

Di tempat kedua diduduki oleh Jazz dengan total skor 12 under. Sedangkan tempat ketiga masing-masing dengan total skor 10 under diduduki oleh Rashid Khan, Kieran Vincent, dan Maverick Ancliff. 

Persaingan yang terjadi pada hari kedua Jumat, (1 November 2024) adalah, sesuatu yang wajar mengingat bahwa setiap peserta yang berada di pairing group masing-masing berusaha seoptimal mungkin agar lolos cut off, dan dapat melanjutkan permainan mereka pada hari ketiga, Sabtu (2 November 2024) dan hari keempat final pada Minggu (3 November 2024) untuk memperebutkan total hadiah sebesar US$ 2 juta yang disediakan dalam turnamen pro terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters 2024 tersebut.

68 PEGOLF LOLOS CUT

Setelah bersaing ketat terutama dan khususnya di hari kedua pada Jumat (1 November 2024), akhirnya sebanyak 68 pegolf lolos cut untuk bersaing di babak selanjutnya. Adapun batas cut yang diproyeksikan adalah -3.

GAGAL TOTAL 

Hal tersebut membuat para pegolf yang mencetak total skor -2, -1, even par dan pus (+) atau over lebih dari satu digit harus segera berkemas untuk kembali pulang ke negara mereka masing-masing — termasuk pegolf tuan rumah Indonesia yang terdiri dari 14 pro dan 2 amateur. Mereka pun akhirnya cuma menjadi penonton.

Dan, diakui atau tidak, kegagalan pegolf tuan rumah pada BNI Indonesian Masters tahun ini merupakan catatan  terburuk sepanjang sejarah event yang sangat prestisius tersebut digelar di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Mengapa ini terjadi? Apakah karena International Series menaikkan hadiahnya sehingga lebih banyak lagi golfer papan atas dunia ikut main di BNI Indonesian Masters dan memanaskan persaingan?

Wahyu Hendarman, seorang pengamat, presenter dan komentator golf di sebuah televisi swasta nasional, mengakui hal tersebut.

“Kalau menurut saya, semua yang disebutkan tadi benar semua karena saling terkait. Dengan hadiah yang semakin besar tentunya sangat menarik untuk para pegolf pro dari luar yang notabene sedang dalam permainan terbaiknya untuk hadir di IM kali ini. Dengan begitu otomatis persaingan dalam turnamen ini jelas semakin meningkat. Ditambah lagi dengan “kurang siapnya” pemain pro kita yang di tahun ini kurang jam terbangnya alias kurang turnamennya,” kata Uke, panggilan akrab Wahyu Hendarman 

Ini tentunya jadi PR bagi para stakeholder golf Indonesia untuk merumuskan formula agar para atlet golf kita mampu bersaing lebih baik lagi, tidak cuma menjadi penonton di negaranya sendiri.

Tulisan Toto Prawoto
Foto Dokumentasi

Related posts

Jaravee Boonchant Juarai IWO 2026 Presented by BTN

Toto Prawoto

PCGC Tournament: Dogyun, Maureen, Cataleya, & Rhino Masih Pimpin Divisi Masing-Masing

Syam

Tiger Woods Lelangkan Barang-Barangnya untuk Amal

Hasim

Leave a Comment

three × 3 =