Di tahun 2026, sebanyak 16 turnamen siap digelar The JGS Indonesia.
Sobat GolfJoy, dunia golf Tanah Air bertambah lagi wahana berkompetisi bagi pegolf junior. Itu dikarenakan, pada Sabtu, 18 April 2026, The Junior Golf Series (JGS) Indonesia, sebuah platform golf junior internasional yang berpusat di Thailand, secara resmi meluncurkan musim kompetisi 2026 di Royale Jakarta Golf Club.

Peluncuran The JGS Indonesia 2026 ini menandai langkah besar dalam pengembangan golf junior nasional dengan menghadirkan sistem kompetisi terstruktur yang terhubung langsung ke kejuaraan internasional.
Pada peluncuran The JGS Indoensia ini, sebagai pembicara menghadirkan General Chairman JGS Indonesia Rido Nurul Adityawan, Managing Director JGS Indonesia Muhammad Rokib, Advisor The JGS Indonesia Henri Azwar, Ketua Sub. Bidang Junior PB PGI Andri Armansjah, dan pegolf junior Thailand Palm. Selain itu, ada juga perwakilan dari Gofl Link Resort Group Agus Herwinoto, dan TopGolf sebagai official shaft bermerk Feruga Golf Shaft.
Menurut General Chairman JGS Indonesia Rido Nurul Adityawan, menjadi bagian dari The Junior Golf Series (JGS), platform golf junior yang hadir terlebih dulu di Thailand, kemudian di Indonesia dan Korea, The JGS memiliki pathway internasional lebih dari 12 negara, dan The JGS Indonesia pun akan menghadirkan standar kompetisi internasional bagi para pegolf muda di Indonesia.

“The JGS Indonesia hadir bukan sekedar untuk membuat turnamen, tetapi The JGS ini kita bawa ke Indonesia dari Thailand untuk membangun system kompetisi junior yang berjenjang, terarah, dan berkelanjutan. Karena saya sendiri juga punya junior, saya ingin para junior Indonesia punya mental yang bagus, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga mentalnya bagus pada saat berkompetisi di luar negeri. Kita ingin pembangunan para junior ini berkelanjutan dan berjenjang. Kami ingin membuka jalan bagi atlet Indonesia untuk bersaing di level internasional,” demikian ungkap Rido Nurul Adityawan dalam pidato pembukanya di depan para undangan di function room Royale Jakarta GC.
Pada tahun 2026 ini, The JGS Indonesia akan menyelenggarakan 16 turnamen sepanjang musim, yang dirancang sebagai sebuah ekosistem kompetisi, bukan sekadar rangkaian event. Seluruh turnamen terhubung melalui Point Race System berbasis prestasi, di mana pemain mengumpulkan poin untuk menentukan peringkat nasional di The JGS Indonesia, dan kualifikasi ke level internasional.

Disosialisasikan oleh Managing Director JGS Indonesia Muhammad Rokib, “JGS Indonesia memiliki struktur turnamen dengan jenjang yang sudah terbentuk, di antaranya ada kompetisi First Stage Tour untuk pemain-pemain pemula berusia hingga 18 tahun, lalu jenjang selanjutnya ada dua, yaitu Development Tour dan Champions League Tour. Jadi, pemain-pemain terbaik dari First Stage Tour dan Main Series akan berlaga di Indonesia Junior Masters.”
Event-event yang bakal digulir The JGS Indonesia 2026 ini adalah First Stage Tour dengan 6 turnamen yang masing-masing berlangsung dalam 1 putaran (18 hole), dan event Main Series yang berstandar internasional.

Ada dua kategori turnamen dalam Main Series ini, yaitu Development Tour yang digelar dalam 4 turnamen dengan 2 putaran (36 hole) di setiap eventnya dan Champions League Tour (CLT) yang menghadirkan 3 event (54 hole dan 36 hole untuk usia muda). Event CLT ini akan memiliki poin World Amateur Golf Ranking (WAGR).
Puncak dari rangkaian ini adalah Indonesian Junior Masters 2026, yang akan memilih 16 pegolf junior terbaik Indonesia untuk mewakili Indonesia di Asian Junior Masters, kejuaraan golf junior paling prestisius di Asia.
Melalui sistem ini, atlet Indonesia juga memiliki kesempatan untuk berkompetisi di berbagai turnamen internasional, seperti: Singapore Junior Masters, Thailand Junior Masters, Taiwan Junior Open, JGS Korea Championship, hingga NextGen Amateur Tour di Australia.
“Saya selaku chairman JGS Indonesia, berjanji akan jadikan turnamen junior di Indonesia ini menjadi tournamen yang benar-benar support junior dan memiliki jenjang ke depan yang jelas. Saya tidak memikirkan untung-rugi sama sekali. JGS saya bawa ke Indonesia bukan untuk bisnis. Tujuan saya murni junior tanpa embel-embel dan tidak ada kepentingan apa pun. Kalau rugi, ya saya yang tombok. Kalau untung, saya kembalikan untuk support junior,” demikian tandas Rido Nurul Adityawan, yang juga ayah dari salah satu junior Indonesia Muhammad Devian.

Dengan pendekatan berbasis sistem, standar internasional, serta jalur kompetisi yang jelas, The JGS Indonesia bertekad mendedikasikan diri sebagai platform utama dalam pengembangan golf junior Indonesia.
Harapan tinggi terhadap JGS Indonesia
“Saya sangat mendukung sekali event JGS ini karena inilah yang kita cari. International series, pegolf-pegolf junior dari luar negeri datang ke Indonesia, dan kita berkompetisi di situ. Mudah-mudahan bisa mengangkat permainan dan mental bermain anak-anak kita sehingga pegolf junior-junior ada semangat untuk bertanding dan latihannya biar rajin. Dengan ridho Allah subhanahu wa ta’ala, semoga JGS Indonesia bisa berjalan dengan baik dan sukses. Kepada Pak Rido, Pak Henri, Pak Rokib, saya ucapkan sukses selalu, dan para orang tua dan junior golfer Indonesia selalu bersemangat untuk menggapai cita-cita masa depannya lewat olahraga golf ini.” (Andri Armansjah, Ketua Sub. Bidang Junior PB PGI)

“Saya salah satu parent dari junior golfer bernama Qalesya, yang mana merasa happy banget pas denger dibuatnya JGS, dimana kita para parents bisa punya banyak pilihan buat anak-anak kita mengikuti turnamen prestasi under PGI. Semoga JGS bisa lebih baik dan menyempurnakan, yang mungkin kita nggak dapatkan dari yang lain, yaitu salah satunya dengan bisa menjalankan program pemerintah Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) yang sangat dibutuhkan parents untuk beasiswa anak-anak kedepannya. Bisa lebih mendengarkan harapan-harapan parents untuk men-support junior golfer Indonesia. Adanya komunikasi dua arah antara JGS dan parents. Selalu update untuk HCP dan Puspresnas setelah turnamen selesai. Memilih referee yang berkompeten dalam menyelesaikan masalah dan bisa memilah dan komunikasi dengan golfer sesuai umurnya. Bisa lebih menyaring golfer yang mau join turnamen, bukan hanya bisa bermain tapi juga punya attitude dan kejujuran yang baik saat berkompetisi di turnamen.
Pokoknya dukung terus JGS bisa menjadi lebih baik dan bisa memajukan junior golfer Indonesia, bukan hanya jadi champion di kandang sendiri tapi di internasional. Aamiin.” (Lady, ibu dari Qalesya)
