FeaturedTour News

Indonesia Development Open: Naraajie Kalahkan Peter Gunawan lewat Playoff di Gading Raya

TERLEPAS dari masalah bahwa tanding ulang atau yang lebih dikenal dengan play off adalah sesuatu yang lazim terjadi di kancah persaingan cabang olahraga golf, yang jelas play off yang mempertemukan Naraajie Emerald Ramadhanputra versus Peter Gunawan dalam Indonesia Development Open — untuk memperebutkan hadiah utama sebesar Rp 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah) dari total hadiah sebesar Rp 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah) yang diperebutkan dalam event tersebut — menjadi sangat menarik.

Karena, diakui atau tidak hal tersebut akan menjadi sebuah catatan tersendiri bagi penyelenggara Indonesia Development Open yang berlangsung pada Selasa (27 April 2026) hingga Jumat (30 April 2026) di Gading Raya Golf Club Serpong, Tangerang.

Selama dua hari, baik Naraajie maupun Peter mencetak total skor sama yakni 137 pukulan atau -7. Untuk menentukan siapa juaranya, Naraajie dan Peter melakoni babak tanding ulang di hole 18.

Cukup hanya dengan satu kali putaran, play off Naraajie versus Peter — yang berlangsung sekitar 20 menit dan disaksikan oleh puluhan penonton di bawah sinar matahari yang sangat terik — akhirnya dimenangkan oleh Naraajie dengan birdie.

DIIKUTI 205 PEMAIN

Dalam perbincangan bersama Andri Sena, sebagai Ketua Penyelenggara Indonesia Development Open, mengungkapkan bahwa event tersebut sebagai langkah awal dari rangkaian series yang dirancang untuk menghadirkan wadah perkembangan golf Indonesia secara lebih terstruktur.

“Turnamen ini mempertemukan pegolf dari berbagai kategori, mulai dari Profesional, Elite Amateur, Development Amateur, Rockie Amateur hingga Junior Development dalam satu panggung kompetitif,” katanya.

Lebih jauh Andri menjelaskan bahwa sebanyak 205 ambil bagian dalam series 1 yang terdiri dari Men Amateur 73 pemain, Men Elite 17 pemain, Men Profesional 40 pemain, Boy Junior 12 pemain, Ladies Amateur 40 pemain, Ladies Elite 6 pemain, Ladies Profesional 7 pemain, dan Girl Junior 10 pemain.

Seperti kita ketahui untuk kategori Men Profesional juaranya Naraajie dengan skor 137 sedangkan untuk kategori Women Profesional juaranya Meva Helena Schmith dengan skor 139.

Di Kategori Elite Amateur, baik Men maupun Women, juaranya Randy Arbenata M dengan skor 133, dan Lydia Sitorus dengan skor 146.

Kemudian di Kategori Development Amateur untuk Men Development Amateur Thessady Sitohang merebut gelar juara dengan skor 155, dan Armelia Maharani merebut gelar juara Women Development dengan skor 162.

Sedangkan untuk Rookie Amateur Kategori, Andri Lee, merebut gelar juara di kelompok putra dengan skor 169, dan Anita Rakhman merebut gelar juara di kelompok putri dengan skor 176.

Sementara untuk Kategori Junior Development, Reign Lee, yang membukukan skor 88, merebut gelar juara di kelompok putra, sedang Anaya Claire dengan skor 87 merebut juara di kelompok putri.

TERUS BERLANJUT

Dalam perbincangan bersama pemain yang merebut juara di kategori pro, baik putra maupun putri, selain merasa senang dan bahagia mereka juga berharap agar Indonesia Development Open terus dilanjutkan.

Bagi Naraajie dan Meva dengan banyaknya turnamen akan membuat mereka terus terasah baik mental maupun kemampuannya, sehingga bila mereka tampil mengikuti turnamen pro terutama dan khususnya di luar negeri selalu siap.

Hal yang sama juga  dikemukakan oleh Randy dan Lydia yang merebut gelar juara kategori elite amatir di kelompok putra dan putri.

“Saya sungguh sangat senang menjadi juara .. apalagi ini untuk pertama kalinya bermain di Gading Raya Golf,” ujar Lydia Sitorus.

Sementara Randy, yang diwakili oleh Benny Kasiadi sebagai pembimbingnya — karena pada waktu bersamaan pencetak hat-trick di Kejurnas Golf pada 2024, 2025 dan  2026 sedang diwawancarai oleh bagian dokumentasi event Indonesia Development Open, “Saya minta dia untuk bermain lepas saja,” kata Benny Kasiadi. “Jangan terlalu over ekspektasi .. renungi dan hayati saja apa yang kamu lakukan ketika kamu tampil di Kejurnas dan menjadi juara tiga kali berturut-turut,” tambah owner BK Golf Clunic tersebut, menegaskan.

BERTUMBUH DALAM SATU EKOSISTEM

Sementara Andri Sena sebagai Ketua Penyelenggara Indonesia Development Open — di sela-sela kesibukan mengawasi kinerja timnya — kepada Media GolfJoy dan dua jurnalis lainnya — mengatakan bahwa Indo Series 1 menjadi titik awal lahirnya ruang bersama bagi para pelaku golf Indonesia mulai dari pemain junior, amatir, elit amatir, profesional, komunitas, operator, hingga pendukung industri untuk bertumbuh dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Lebih dari sekadar persaingan di lapangan, ajang ini menghadirkan perjalanan, proses perkembangan serta kesempatan bagi setiap kategori untuk berkembang melalui pengalaman kompetitif yang lebih luas, dan kehadiran 205 pemain dari berbagai kategori menunjukkan bahwa kebutuhan akan wadah pengembangan yang terstruktur semakin nyata.

Andri menegaskan bahwa series perdana ini juga menjadi permulaan dari terkumpulnya ekosistem golf development Indonesia.

Perjalanan ke depan masih panjang, dan pertumbuhan platform ini akan membutuhkan dukungan, kalaborasi serta partisipasi lebih luas dari komunitas, akademi, industri, dan seluruh elemen golf nasional.

“Indo Series 1 adalah langkah awal untuk membangun rumah besar bagi ekosistem golf Indonesia, dan perjalanan ini baru dimulai,” kata Andri Sena memungkasi perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Tulisan Toto Prawoto

Foto TP

ANDA BERUNTUNG !

Related posts

Callum Shinkwin Raih Gelar Pertama di Cyprus Open lewat Play-Off

Hasim

Pergola UI Kalahkan Kagama Golf UGM dalam Match Play Battle di Riverside

Hasim

Tanpa Caddy Bisa Untungkan Matthew Wolff di TaylorMade Driving Relief

Hasim

Leave a Comment

11 + 14 =