FeaturedTour News

Jonathan Wijono Pertahankan Gelar Jakarta Golf Club Championship dengan Meyakinkan

UNGKAPAN bernada gurau yang disampaikan oleh Uke Widarsa — pengamat golf dan juga komentator di TV swasta yang sering menyiarkan secara langsung apabila ada event berskala internasional yang berlangsung di Indonesia — bahwa Jonathan Wijono (Jowi) mirip dengan Paolo Rossi yang selalu menyalip pesaingnya di arena Moto GP terbukti benar.

Pasalnya, setelah berhasil menyalip George Aditya Gandranata yang leading di hari pertama dengan skor -1, dan Jowi mengambil alih pimpinan klasemen sementara JGC Championship tersebut dengan skor -2 di hari kedua, akhirnya  Jonathan Wijono berhasil merebut gelar juara JGC Championship yang berakhir pada Kamis (6 Agustus 2026) di JGC Rawamangun – Jakarta Timur.

Selama tiga hari Jowi membukukan total skor 207 pukulan (73 – 65 – 69) atau 3 under dalam event yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah), dan sebagai juara — pro asal Surabaya yang nama lengkapnya Gabriel Jonathan Wijono — tersebut berhak atas hadiah utama sebesar Rp 36.000.000,- (Tiga puluh enam juta rupiah. Dia unggul secara meyakinkan atas posisi kedua Syukrizal yang berada di +4.

Ramli Ibrahim, Boy Rafli, Jowi, dan Johny Lumintang

BIARKAN TETAP NATURAL

Saat berbincang bersama Media GolfJoy dan menyinggung tentang game plan yang diterapkannya, Jowi mengungkapkan bahwa game plan yang diterapkan hanya fokus di pre shot routine, “Kalau pun ada miss saya berusaha accept dan ikhlas .. berusaha tidak tamak juga,” selanya.

“Karena, di golf course ini sangat gampang sekali untuk bikin bogey or event double bogey,” lanjut Jowi berterus terang dan tanpa basa basi.

Keberhasilan Jowi merebut gelar juara untuk kedua kalinya di ajang persaingan bertajuk JGC Championship, banyak mengundang decak kagum yang menyaksikan event tersebut secara langsung pada Kamis (6 Agustus 2006) kemarin di Jakarta Golf Club – Rawamangun — meski Jowi lebih suka kalau dia disebut sebagai juara bertahan karena pada 2025 dia menjadi juara dalam event yang sama.

“Pastinya saya satisfied relieved and beyond happy bisa menjadi juara bertahan di turnamen ini,” katanya.

Menjawab pertanyaan tentang green yang licin dan fairway yang keras, Jowi berkata:

“Saya rasa golf Course-nya biarin se-natural ini agar DNA JGC-nya tetep sulit dan harus presisi …”

TIGA KALI

Selain Jowi berhasil mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada tahun lalu, Galih Ananta Wiratno (amatir) pun berhasil merebut gelar juara untuk yang ketiga kalinya tahun ini.

Galih bersama Boy Rafli

“Pertama kali aku juara pada tahun 2023 dan menjadi juara untuk kedua kalinya pada tahun 2024, Om,” ujar Galih.

“Tahun 2025 aku enggak jadi juara, karena tahun lalu yang dapat juara Lowest Amateur adalah Prakarsa Alfa Rizki .. Tapi, syukur  alhamdullilah tahun ini aku merebut juara untuk yang ketiga kalinya,Om,” tambah Galih, menegaskan.

Selama tiga hari Galih mencetak total skor 221 pukulan (73 – 76 – 72) atau 11 over. Galih mengaku bahwa kondisi lapangan memang sangat mempengaruhi pola permainan yang diterapkannya.

Meskipun begitu Galih sangat senang menjadi pegolf amatir yang lolos cut off dan merebut juara untuk ketiga kalinya.

Karena, seperti kita ketahui sebanyak 43 pegolf yang terdiri dari 41 pro dan 2 amatir yang bermain dengan skor +18 berhak untuk tampil di final yang berakhir pada Kamis (6 Agustus 2026) kemarin. 

Dan, Galih menjadi salah satu pegolf amatir dari 2 pegolf amatir yang lolos cut off yang merebut juara Lowest Amateur, karena pesaing Galih yakni Yujun Cha (Korea) dari negeri Ginseng tersebut selama tiga hari berturut-turut membukukan total skor 229  pukulan (77 – 78 – 74) atau 19 over.

PEMERATAAN

Dalam perbincangan bersama Boy Rafli Amar, Ketua Bidang Pembinaan PB PGI, Boy mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya event JGC Championship yang pada tahun ini memasuki tahun ke 5.

Dan, sebagai pengurus PB PGI di bawah Pimpinan KPH Japto S Soerjo Soermarno, Boy Rafli berharap apa yang telah dilakukan oleh Jakarta Golf Club sejak lima  tahun lalu patut untuk dikembangkan di daerah-daerah di seluruh Indonesia agar terjadi pemerataan dan peningkatan prestasi — terutama dan khususnya di kalangan pegolf amatir demi jenjang prestasi mereka apabila di kemudian hari mereka beralih status menjadi pegolf profesional.

Seperti kita ketahui, usai acara closing ceremony yang diwarnai dengan penyerahan plakat dari PGA TI yang diserahkan oleh Ketua PGA TI Agus Triyono kepada Ramli Ibrahim Ketua JGC, dan Johny Lumintang serta Boy Rafli masing-masing menyerahkan trophy kepada Jonathan Wijono dan Galih Ananta Wiratno, Purnawirawan Polri yang terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tersebut mengharapkan agar dari pemerataan dan peningkatan prestasi di lingkungan pegolf amatir kelak akan banyak bermunculan pegolf amatir seperti Galih.

“Waktu kami tanya kapan Galih akan beralih menjadi pegolf profesional, dia menjawab tahun depan,” ujar Boy Rafli. 

“Dan, kami berharap para pegolf amatir kita yang beralih ke profesional kelak mereka dapat mengukir prestasi tak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat internasional … Masa’k sih kita kalah dari Thailand yang negaranya lebih kecil dari Indonesia?!” tambah Boy Rafli, mengakhiri keterangannya kepada Media GolfJoy.

Penulis Toto Prawoto

foto TP dan HS

Related posts

Brooks Koepka Unggul 1 Pukulan menuju Akhir Pekan di Tour Championship

Hasim

PERPESI Jakarta & Joglosemar Latih Tanding Golf Persahabatan di Rancamaya dan Bogor Raya

Hasim

LIV Golf Coba Diselamatkan Para Pemainnya di Tengah Rumor Kebangkrutan

Hasim

Leave a Comment

one × 5 =