Keduanya diberikan penghargaan berupa free green fee dan akomodasi di kejuaraan MAGIC 2026 Juni nanti.
Amateur Golfers Indonesia atau AGI di awal tahun 2026 langsung memutar roda kompetisinya dengan menggelar AGI Amateur Championship VI. Dan Royale Jakarta Golf Club dipilih menjadi host venue yang dihelat pada Selasa hingga Kamis, 6 – 8 Januari 2026 dan memainkan South dan West Course dengan tee-off semi shot gun pada pukul 07.00 wib.
Komite AGI sendiri, dinyatakan oleh salah satu foundernya yaitu Raymond Robot, nyatanya masih konsisten melakukan set up pada course Royale JGC demi terciptanya standarisasi kompetisi major dan amateur dunia, terkait dalam hal jarak (distance).
“Dari sisi standar kompetisi AGI Amateur Championship series ini, komite AGI secara konsisten men-set lapangan dengan rata-rata total distance untuk putra minimum 7000 yard, dan putri 6200 hingga 6500 yard. Tujuannya, tentunya untuk mempersiapkan pegolf amateur untuk berkompetisi dengan standar kompetisi major amateur dunia yang saat ini total distance putra dan putri dikisaran angka tersebut,” begitu ujar Raymond Robot yang kerap bertugas sebagai tournament director di turnamen AGI.
Selama tiga round berlangsung dengan kondisi cuaca cerah dan cendrung panas di langit Royale JGC, tak pelak perjalanan kompetisi dari ke dua puluh enam pegolf alite amateur Indonesia putra dan putri berjalan sangat kompetitif.
Luke Evan Moore yang di final round tergabung di flight champion bersama Andy Sjaichudin, dan Reyes Halim, pegolf junior dari Singapura, tampil lebih konsisten dan rapi sejak di mulainya tee-off dari hole #1 par 5 South Course.
“Pencapaian di awal tahun 2026 di AGI Amateur Championship ini aku merasa cukup puas karena permainan aku cukup stabil. Di round pertama cukup banyak mencetak birdie dan minimal mistake sehingga skornya even par. Jadi first round-nya cukup puas. Di second round, aku merasa kondisinya cukup susah, terutama di green, disebabkan pin potition cukup sulit menurut aku, di tempat-tempat yang kalau missed maka akan susah mendapatkan birdie. Ada sedikit berangin juga sehingga mukul ke lubang nggak gampang juga. Dan di final round ini aku merasa cukup puas. Namun ada blunder di hole pertama, dimana sudah on green tapi tiga putt. Slow start, tapi dari hole itu aku bisa nahan dengan couple of birdies dan couple of bogies to 73 with is menurut aku oke banget di kondisi seperti ini (berangin dan disertai rintik hujan tipis red.). Sangat positif dan happy bisa memulai tahun 2026 ini dengan kemenangan,” demikian ulas Luke Evan Moore atas penampilannya selama tiga hari di AGI Amateur Championship VI dan mengdulang total skor 223 (72-78-73) atau 7-over par.
Dan diakui sendiri oleh Luke, dalam beberapa bulan terakhir ini dia telah menemukan permainan aslinya.
“Aku tidak terlalu fokus mengejar-ngejar birdie, tapi justru idea-nya untuk melimitasi bogey. Karena jika aku mampu me-limited bogey dalam game aku, maka mainnya akan oke-oke saja dan tidak ada blow up hole. Jadi course management-nya improved banget, ball striking aku terakhir-ahir ini juga improved. Dan driver aku masih try to find something yang dari tee-off bisa predictable gitu,” tandas pegolf amateur asal PGI Pengprov DKI Jakarta, lagi.
Sementara itu, di bagian ladies division, pegolf junior yang merupakan atlet golf PGI Pengprov Bali Abigail Rhea Soeryo Wiharko, secara meyakinkan bermain solid meski diterpa cuaca panas Royale JGC, tepatnya di round pertama. Keunggulan tiga stroke dari rekannya atlet golf PGI Pengkab Bekasi, Lydia Sitorus, tidak menjadikannya jumawa, dan bahkan tetap tampil dengan permainan dn strategi yang telah dirancangnya.
“Tiga hari ini aku sudah berusaha paling maksimal. Di hari pertama, cuacanya sangat panas. Tapi saya mencoba beradaptasi dengan kondisi berjalan kaki. Kemudian, par 4 panjangnya kita main dari biru. Meski begitu saya memainkan long shot, long approaches dan short game secara optimal, sehingga saya paham dengan kondisi strength dan weakness saya di hari itu. Dalam tiga hari ini strategi permainan saya sama semua, dan berusaha bermain lebih bagus di banding hari-hari sebelumnya. Meski di round ke dua saya mengetahui telah selisih 3 stroke atas teman-teman lainnya, tapi saya tiak mau memikirkan hal itu. Kalau pun teman saya yang menang, maka saya juga tetap bangga atas pencapaiannya,” begitu ungkap Abigail berencana selama dua bulan kedepan dirinya akan berada dan berlatih di Jabodetabek guna mempersiapkan beberapa turnamen domestic dan manca negara yang akan diikutinya, termasuk Kejuranas Golf Junior Indonesia 2026 di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur pada 20 hingga 22 Januari 2026.
Atas pencapaian perdana di tahun baru ini, Abigail berujar, “saya sangat bangga atas pencapaian saya di awal 2026 ini. Saya tidak menyangka bakal menang juara satu lagi di kompetisi selevel AGI Amateur Championship ini. Dan memang resolusi di 2026 ini saya ingin mendapatkan WAGR sebanyak mungkin. Ya, saya sangat bangga dengan kesuksesan say aini.”
Juara AGI Amateur Championship VI dapat slot MAGIC
AGI Amateur Championship VI dijadikan ajang kualifikasi mendapatkan satu tiket bertanding turnamen Indonesia Women’s Open (IWO) 2026. Lowest gross (3 round) putri yang belum memiliki WAGR berhak mendapatkan slot bermain di IWO 2026. Adalah Redlichlein Revieve Hanslkie atau dikenal dengan sebutan R3, yang berhak mendapatkan satu slot berlaga di IWO 2026 yang diberikan secara simbolik oleh perwakilan IWO Lia Amalia.
Sedangkan pemenang overall putra dan putri di AGI Amateur Championship VI mendapatkan slot berpartisipasi di Makassar Amateur International Championship MAGIC 2026 pada bulan Juni 2026 nanti dengan fasilitas free entry fee dan akomodasi selama 3 malam di Makassar.
“Terima kasih kepada PB PGI dan Komite MAGIC 2026 (Makassar Amateur Golf International Championship 2026),” ucap Raymond lagi.
Tiga “Bapak Asuh” dukung pembinaan junior-amateur Indonesia
Pada kompetisi AGI Amateur Championship VI ini juga, pihak komite AGI mengumumkan seputar “bapak asuh” untuk beberapa pegolf junior dan amateur nasional agar bisa mendapatkan pembinaan berupa pelatihan dan jam terbang bertanding di kompetisi AGI Amateur Championship selama tahun 2026.
Setidaknya ada tiga “bapak asuh” yang merupakan sebuah komunitas atau individual yang kerap setiap ikut disetiap seri turnamen AGI Mid-Am.
Mereka adalah Secure Glof Club yang dipimpin Tan Ryan Rachmat yang berkomitmen mendukung pembinaan dari pada kedua amateur nasional, yaitu Jordan Indra Marcello dan Ryan Jovan Wijaya.
Lalu ada Adi Woods Golf Academy yang dinakodai oleh Adi Nugroho yang men-support Abigail Rhea Soeryo Wiharko dan Gemilau Joanne Kurnia.
Serta Kisruh Golf Club yang dipimpin Evan Setiawan yang di AGI Amateur Championship VI ini support Galih Ananta Wiratno.
