SEBANYAK 120 peserta dari 12 negara — termasuk Indonesia sebagai tuan rumah yang mengikut-sertakan 29 pemain terdiri dari 14 pro dan 15 amatir — akan tampil bersaing memperebutkan total hadiah sebesar USD 600.000 untuk Pro dan memperebutkan juara Lowest untuk Amateur — dalam event yang sangat prestisius bertajuk Indonesia Women’s Open 2026 yang akan berlangsung di Damai Indah Golf – BSD Course pada Jumat (30 Januari 2026) hingga Minggu (1 Februari 2026).
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya IWO 2026 sangat menarik untuk dicatat mengingat pada tahun ini PB PGI — sebagai satu-satunya asosiasi golf amatir di Tanah Air — terutama dan khususnya dalam mengikut-sertakan atletnya cenderung terus meningkat jumlah slotnya.
WAGR RANKING
Ketika Media GolfJoy dalam perbincangan bersama Adi Saksono menyinggung mengenai slot yang diberikan kepada pegolf amatir tuan rumah, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PGI tersebut mengungkapkan bahwa background-nya merujuk pada World Amateur Golf Ranking yang dimiliki oleh para pemain
‘Yang pasti mereka punya ranking WAGR hasil dari keikut-sertaan mereka dalam setiap event — baik di dalam maupun di luar negeri,” sela Adi Saksono. “Jadi, sudah seharusnya mereka kita beri kesempatan berlaga di event pro ladies satu-satunya dan terbesar di Indonesia,” lanjut Kabid Pertandingan dan Prestasi PB PGI, menegaskan.
Lebih jauh Adi Saksono menyatakan bahwa pihaknya berharap mereka bisa mengambil pelajaran yang baik dari event tersebut terutama karakter dan mental game dari para Profesional Ladies dunia yang berkompetisi di IWO tahun ini. Dan, di samping itu Adi Saksono berharap mereka bisa lolos cut.
PERTAMA KALI
Pegolf amatir yang akan tampil untuk memperebutkan juara Lowest Amateur dalam event IWO 2026, selain diikuti oleh peserta yang pernah tampil di Kejurnas pada 2025 juga diikuti oleh Juara Kejurnas Golf Junior yang berakhir pada 22 Januari 2026 lalu di JGC Rawamangun.
“Ini pertama kalinya Abby bertanding bareng Ladies Pro,” ujar Abigail Rhea Soeryo Wiharko yang akrab disapa dengan panggilan Abby ketika berbincang bersama Media GolfJoy.
“Dan, Abby anggap ini sebagai pengalaman berharga buat belajar dan menambah jam terbang di level yang lebih tinggi,” tambah Abby, menegaskan.
Ketika ditanya tentang persiapan yang dilakukannya sebelum tampil di IWO 2026, Abby mengungangkap bahwa bulan ini dia sudah mengikuti tiga turnamen sebagai bagian dari persiapan.
Dari turnamen yang telah diikutinya Abby mengaku banyak belajar soal mengambil keputusan di lapangan dan menjaga konsistensi permainan dan fokus ke konsistensi dan kontrol permainan.
Beberapa minggu terakhir Abby latihan rutin, terutama short game dan putting plus juga fisik recovery agar tetap fit selama turnamen. Selain itu Abby juga coba beradaptasi dengan kondisi lapangan dan cuaca sehingga pas main nanti bisa lebih siap dan tenang.
“Abby merasa bersyukur dan bangga mendapat kesempatan dari PB PGI. Karena, bisa main bareng pro ladies adalah pengalaman besar Abby, dan tentunya Abby akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.”
“Target Abby?” tanya Media GolfJoy.
“Target Abby mau jalanin turnamen ini step by step tanpa pasang ekspektasi berlebihan. Fokusnya main sebaik mungkin dan lolos cut,” kata Abby — juara Kelas A Putri Kejurnas Golf Junior 2026 — optimis.
Hal yang sama juga disampaikan Jennifer Quinn Effendi — Juara Kelas B Putri Kejurnas Golf Junior yang berakhir 22 Januari 2026 lalu di JGC Rawamangun.
Seperti halnya Abby, Quinn pun mengaku belum pernah berkompetisi dengan Pro Ladies.
Oleh karena itulah maka Quinn pun sangat intens melakukan persiapan mulai dari meningkatkan konsistensi pukulan, short games dan putting serta fokus menjaga kondisi fisik.
“Target saya di IWO adalah memberikan performa terbaik, bermain konsisten di setiap ronde dan meraih hasil yang maksimal,” kata Quinn yang selama melakukan persiapan sebelum tampil di IWO 2026 dia berlatih di Driving Range Surya Golf Club Kediri.
BERLATIH LEBIH DARI BIASANYA
Berbeda dengan Abby dan Quinn yang berdomisili di Bali dan Kediri, Lydia Sitorus — salah satu pegolf amatir paling senior dibanding lainnya yang akan berkompetisi dalam event IWO 2026 — dalam perbincangan bersama Media GolfJoy mengaku bahwa jelang tampil berkompetisi di IWO kali ini dia berlatih di Damai Indah BSD Course lebih dari biasanya, “Karena, pasti beda-beda tee box di setiap hole,” selanya, “Tapi, sekarang saya sedang lebih banyak istirahat agar bisa lebih maksimal lagi perform saya,” lanjutnya. “Target saya bisa lolos cut dan juga bisa tampil yang terbaik.”
Selain Lydia yang kini namanya tercatat sebagai atlet binaan Pengkab PGI Bekasi, Rayi Geulis Zullandari juga akan tampil berkompetisi di IWO 2026.
“Alhamdullilah Lydia dan Rayi masih diakui sebagai golfer terbaik di Indonesia,” ujar Erwin Zulkarnain Ketua Pengkab PGI Bekasi. “Saya berharap mereka berdua bisa lolos cut dan juga bisa tampil yang terbaik,” tambah Erwin mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.
Tulisan Toto Prawoto. Foto Syam
