KomunitasLeaderboard

Fadhlan Azzam Atmajah Toreh Back To Back Champion & Anna Grace Sunarno Raih WAGR Perdana di JGIT – CWJPGA IJAGC 2026

Sukses menjalin reciprocal partnership antara PCGC dengan CWJPGA Chuiwan Sport, JGIT – CWJPGA IJAGC berencana akan dihelat dua kali di tahun depan.

Junior Golf Indonesia Tour – China Women’s Junior Golf Association International Junior Amateur Golf Championship (JGIT – CWJPGA IJAGC) yang digelar di Senayan Golf Club mulai Jum’at hingga Minggu, 2-4 Oketober 2026, akhirnya memunculkan juaranya.

Fadhlan Azzam Atmajah, pegolf junior asuhan dari BK Clinic dan Anna Grace Sunarno, pegolf junior didikan NGI dari Indonesia, akhirnya menjadi yang terbaik setelah keduanya sukses mencetak skor best gross selama tiga hari turnamen. Fadhlan yang tergabung di Divisi A Boys sukses mendulang total skor 203 (72-63-69) atau 4 under par. Sedangkan Anna mencetak total skor 220 (73-72-75) atau 13 over par.

Kemenangan mereka berdua itu, tak ayal, merupakan back to back champion di turnamen besutan Parents Children Golf Club (PCGC). Fadhlan dan Anna, dimana sebulan yang lalu, atau tepatnya pada Minggu, 6 September 2026, mereka juga menjadi juara pada turnamen 1St Elite Junior Amateur Golf Championship 2026 di golf course yang sama.

Lebih dari itu, bagi Anna Grace Sunarno, kemenangan ini menjadi tonggak sejarah dirinya di dunia golf amateur karena ia kini telah sanggup mencantumkan namanya dibarisan peraih ranking WAGR (World Amateur Golf Ranking). Kini Anna bercokol diperingkat 3. 363 dengan point average 71.2857.

Bagi Fadhlan, pelajar kelas 9 SMA Diponegoro Rawamangun, Jakarta Timur, kemenangan back to back champion ini seakan memantaskan dirinya sebagai penakluk Senayang Golf Club. Terlebih, di round kedua, Fadhlan menorehkan personal best setelah mencetak 6 under atau 63 pukulan. Kini, Fadhlan merangsek ke posisi 871 dunia dengan point average 480.2127 di WAGR.

“Dengan kemenangan yang aku raih ini, tentunya, bikin semangat latihan, makin kompetitif lagi permainan golf aku, dapat melihat sejauh dimana perkembangan permaianan aku saat ini, dan belajar hal baru agar lebih sabar di lapangan,” demikian ungkap Fadhlan di depan mata kamera GolfJoy TV.

Mengulas singkat roller coaster perjuangannya di JGIT – CWJPGA IJAGC 2026, Fadhlan menjelaskan, “Di hari pertama, permainan aku struggle banget. Mulai dari tee-off yang kurang enak, sama putting aku itu nggak kebayang berapa pun jaraknya ke pin. Di day 1, permainan aku kayak nggak sabar, terlalu buru-buru, terlalu bernafsu. Di hari kedua, aku akui, permainan aku dalam best performance dan menjadi personal best dengan 6 under. Aku mencoba bermain lebih sabar disbanding hari pertama. Lebih diperhatiin dan difokusin step by stepnya. Dan hari itu putting aku lagi solid. Dan di final round, saya menilainya tight game banget. Hingga di hole 16 (hole #4) aku masih unggul dua stroke dari Reyes. Namun di hole 17 (hole #5) Reyes mencetak chip in eagle dan aku hanya berdie, sehingga selisih skor hanya unggul satu stroke. Tapi aku teringat dengan nasehat Om Benny dan coach aku yang lainnya, untuk bermain lebih sabar lagi, dan focus terhadap step by step permainan aku. Dan di hole terakhir (hole #6), kami sama mencetak bogey yang diakhiri bolanya lip up di pin, baik aku maupun Reyes.”

Sementara, hal senada juga terucap dari Anna Grace Sunarno, dalam mengapresiasi kejayaannya di JGIT – CWJPGA IJAGC 2026.

“Puji Tuhan akhirnya pecah telor mendapatkan ranking WAGR dengan first win ini. Very happy, karena sudah dua tahun terakhir, aku mencoba turunin skor dan mengejar kemenang pertama dan mendapatkan WAGR ini. Setahun terakhir ini memang aku ikut banyak turnamen karena aku ingin nurunin skor yang tadinya dari 80-an, dan finally, akhir-akhir ini target itu bisa tercapai berkat latihan terus, nge-gym, dan yang pasti latihannya rutin belakangan ini sehingga permainan aku menjadi improve,” ungkap Anna, juga di depan mata kamera GolfJoy TV

“Di hari pertama, skor aku ties dengan Trifina. Aku berusaha kejar berdie sesering mungkin, tapi putter aku waktu itu tidak berjalan dengan baik sehingga ada beberapa double. Di second day aku mencoba menciptakan banyak birdie chance untuk menutupi skor bogey dan double sehingga di round 2 itu aku bisa bermain dengan 3 over. Better than yesterday. Dan final round, aku mainnya lumayan defensive, kurang attacking dan aku tahu itu. Dan di hole-hole terakhir aku berhasil melakukan save par sehingga masih bisa keep the lead atas pesaing terdekat aku asal Malaysia, Nurfathya Emylda. Kalau aku sendiri sih fokus terhadap permainan aku sendiri. Berusaha fokus shot by shot aku lakukan. Dan semua latihan pressure sudah aku lakuin, dan aku percaya dengan usaha aku itu.”

Atas keberhasilannya Anna ini, pegolf junior asal DKI Jakarta itu ingin menguncapkan terima kasih, “Thanks to God, thanks to my parents yang selalu mendukung aku dari aku kecil, dan papa aku yang sudah membantu melatih aku belakangan ini. Lalu terima kasih juga untuk NGI Coach Lawrie yang sudah membantu mental game aku dan mengevaluasi skor permainan aku. Juga terima kasih ke Om Andri yang sudah bikin turnamen ini.”

Di JGIT – CWJPGA IJAGC ini mempertandingkan empat kategori individual stroke play, mulai dari A hingga D Division Boys & Girls. Serta diikuti sebanyak 52 peserta dan empat negara, Malaysia, Singapura, dan China, dan tuan rumah Indonesia.

Di kategori elite amateur yang diikuti oleh dua pegolf, yaitu pegolf asal Kabupaten Bogor Nabil Almanaf dan Kifata Aftar dari BK Clinic, akhirnya dimenangi oleh Kifata Aftar dengan total skor 213 (73-69-71) atau 6 over par.

Sementara pemenang putra dan putri di kategori B Division diraih oleh Reicher Santoso dan Nurfathya Emylda dari Malaysia. Reicher, yang merupakan anak didik Leadbetter Golf Academy itu berhasil meraih total skor 224 (75-76-73) atau 17 over par. Dan pegolf squad MGA NJDP Nurfathya, yang bersaing ketat dengan Anna di final round demi memperebutkan gelar Best Gross, akhirnya harus puas sebagai juara B Girls Division dengan total skor 222 (73-76-73) atau 15 over par.

4 slot free green fee pada Grand Final CWJPGA 2027

Terselenggaranya kejuaraan JGIT – CWJPGA IJAGC 2026 ini adalah berkat terjalinnya kerja sama antara PCGC dengan CWJPGA Chuiwan Sport asal Shanghai, China pada dua tahun silam yang diwakili founder PCGC Andri Armansjah dengan founder CWJPGA Chiuwan Sport Wang Chan atau akrab disapa Eva di Jakarta.

Menurut Andri Armansjah, pada September lalu, Eva sengaja datang ke Jakarta untuk membicarakan detail-detail kerja sama antara PCGC dengan CWJPGA Chuiwan Sport yang beberapanya adalah menyelenggarakan turnamen kualifikasi memperebutkan empat slot free green fee Grand Final CWJPGA yang akah dihelat di Mission Hills Golf Club, Hainan, China pada 29-31 Januari 2027.

“Turnamen JGIT – CWJPGA IJAGC ini road to Grand Final CWJPGA, yang mana akan memberikan empat slot free green fee kepada pemenang kategori A dan B putra dan putri. Tetapi, CWJPGA akan memberikan slot peserta juga bagi junior yang ingin ikutan Grand Final CWJPGA di akhir Januari 2027 itu,” begitu ucap Andri Armansjah kepada Media GolfJoy Indonesia.

Penambahan turnamen PCGC-CWJPGA

Selain itu, agreement PCGC-CWJPGA lainnya adalah dimana pihak CWJPGA akan kembali mengirimkan anggota juniornya untuk mengikuti 5Th Batam Kepri International Junior Amateur Golf Championship 2026 pada 29 hingga 30 Oktober di Padang Golf Sukajadi, Batam. Dan di tahun depan, akan diadakan pertandingan persahabatan antara pegolf junior Indonesia + MGA NJDP + CWPJGA yang rencanannya digelar di Els Desaru Golf Club, Johor Bahru, Malaysia.

“Kedatangan CWJPGA ke Indonesia ini tidak lain ingin menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan PCGC. CWJPGA ini berdiri pada tahun 2017, dan saat ini memiliki member sebanyak kurang lebih sepuluh ribu pegolf. Kami akan berkerjasama dengan asosiasi golf negara Singapura, Thailand, Vietnamen, Filipina dan lainnya. Tujuannya supaya bisa saling berkolaborasi mengedakan turnamen yang lebih besar dan lebih menguntungkan bagi pesertanya. Dimana, kami tidak hanya sekedar membuat turnamen, tetapi juga disisipkan pengenalan dan pertekuran budaya dan adat istiadat di masing-masing negara. Seperti kami di China, dimana para peserta turnamen diajak berkunjung ke rumah dari pada peserta pegolf junior China untuk makan malam bersama dan pertunjukkan tari-tarian asal China,” begitu ungkap Eva kepada Media GolfJoy Indonesia.

Eva pun juga memiliki cita-cita dari ceriprocal partnership antara CWJPGA dengan Indonesia dan Malaysia dimasa-masa mendatang, “Saya melihat kolaborasi kami ini akan sangat bagus dan cerah. Dimana di tahun-tahun depan, kami akan menambah turnamen-turnamen reciprocal partnership ini di Indonesia dan Malaysia. Minimal akan ada dua turnamen di Indonesia dan Malaysia tahun depan. Dan saya akan berusaha keras mempromosikan kepada pegolf junior di seluruh China agar lebih banyak lagi jumlahnya untuk bergabung di turnamen kedua negara tersebut.”


Related posts

Rotary Club Jakarta Golf Bermain Sambil Berdonasi Sosial

Hasim

Turnamen Charity Golf for Hope II Meriahkan Reuni Ke-40 Alumni FEUI 84

Hasim

Sulawesi Junior Golf Handicap Series #9 2023 Coba Tantangan Lapangan Jagorawi

Syam

Leave a Comment

fifteen + 17 =