FeaturedKomunitas

IGC Charity & Reunion Kumpulkan Donasi Rp110 Juta untuk Pelestarian Budaya & Kearifan Lokal

Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Golf Club atau disingkat IGC menyelenggarakan turnamen golf amal bertajuk IGC Charity & Reunion “Dalam Rangka Mendukung, Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal” di Damai Indah Golf BSD Course, Jumat 27 September 2024. Turnamen terbuka ini diikuti oleh tak kurang dari 140 pemain yang memulai permainan pada pukul 12:30 (shotgun start).

Ketua panitia turnamen Gatot Sewandono mengatakan turnamen ini bertujuan membangun persahabatan dan charity yang diselenggarakan oleh Alumni ISTN.

Gatot menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para peserta, donatur dan sponsor yang memberikan dukungannya sehingga acara ini terselenggarakan dengan baik.

“Acara ini kami selenggarakan untuk satu, untuk menghimpun teman-teman atau alumni dan juga rekan-rekan supaya bersilaturahmi dan kita saling merapatkan diri. Acara ini juga untuk charity. Charity-nya adalah untuk memperhatikan masyarakat-masyarakat yang mencintai seni budaya. Jadi kita memberi semangat, supaya budaya mereka itu jangan luntur dengan budaya-budaya yang lain. Nah itu tujuan kami selain untuk bersilaturahmi dan juga berguna untuk masyarakat yang lain,” kata Gatot.

SHOW MORE IMAGES+

Rektor ISTN Isnuwardianto yang turut hadir dalam acara ini menyambut baik acara IGC Charity & Reunion.

“Alumni ISTN merupakan aset nasional. Kita bisa menjadi aset nasional yang kita kembangkan bersama dan bermanfaat bagi Indonesia. Alumni ISTN memberikan kontribusi nyata pada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal,” kata Isnuwardianto

IGC berkolaborasi dengan Alumni ISTN Peduli (AILI) dalam penggalangan dana ini. Acara ini berhasil mengumpulkan dana charity Rp110 juta.

AILI sudah melakukan sejumlah proyek sosial di daerah terpencil seperti pembangunan jembatan di Baduy, sumber air di NTT dan perbaikan sarana pendidikan di tempat lainnya.

Ketua AILI Harmoni Ginting menyampaikan terima kasih kepada alumni ISTN yang turut mendukung kegiatan AILI selama ini.

“Saya kagum dengan budaya Indonesia, Baduy, contohnya. Baduy itu sungguh luar biasa. Mereka hidup hanya secukupnya. Nah, bertolak-tolak dengan kita yang di masa modern ini sampai memakan sesamanya. [Kearifan budaya Baduy] itu adalah sesuatu yang menurut saya sangat layak untuk kita dukung dan kita jadikan percontohan bahwa materi itu bukan nomor satu, tapi bagaimana kita bermanfaat bagi sesama kita adalah yang nomor satu. Kita melihat mereka seperti membatasi diri untuk tidak serakah terhadap bumi ini. Nah, sementara kita, maaf saya orang industri juga. Terlalu serakah kita kalau hanya mementingkan diri kita. Nah, inilah sekarang alumni ISTN dalam event ini untuk kita bersama-sama membantu budaya-budaya yang agung tersebut,” kata Ginting.

Ginting mengajak para alumni untuk berperan serta dalam membantu lebih banyak komunitas di masa yang akan datang.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi bersama.”

Related posts

Rory McIlroy Kritik Keras USGA/R&A soal Laporan Mendalam tentang Jarak Pukul

Hasim

Rayhan Masih Memimpin dengan 9 Under di Kejurnas Junior

Toto Prawoto

MST Golf Buka Toko Retail Premium Pertamanya di Indonesia, Tawarkan Koleksi Merek Golf Premium

Hasim

Leave a Comment

17 + 9 =