Sejak berkarir di kancah persaingan golf profesional sekitar 30 tahun yang lalu, Nasin Surachman — profesional golfer kelahiran Sawangan yang kini menapak di usia ke 47 tahun — baru untuk pertama kalinya dia berhasil merebut gelar juara melalui event Indonesian Tourism Golf Pro Series persembahan PT Indonusa Jasa Pratama, yang berakhir pada Kamis (11 Mei 2023) kemarin di Pondok Cabe Golf, Ciputat – Kota Tangerang Selatan.
Selama tiga hari berturut-turut: Selasa, Rabu dan Kamis (9 — 11 Mei 2023) Nasin membukukan total skor 212 (68-74-70) -4. Sebagai juara dia berhak atas hadiah utama sebesar Rp 40 Juta atau 16% dari total hadiah yang diperebutkan dalam event yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 250 Juta tersebut.
Keberhasilan Nasin Surachman karena dia konsisten dengan pola permainan yang diterapkannya sejak putaran pertama hingga putaran ketiga atau final, di mana dia selalu menempatkan bola yang dia pukul — baik dari Black Tee, Fairway maupun Bunker — dia arahkan di depan pin sepanjang permainan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Akhirnya Nasin Surachman berhasil unggul atas dua pro pesaing terdekatnya: Naraajie Emerald Ramadhanputra yang membukukan total skor 213 (72-70-71) -3, dan Indra Hermawan Hermawan (di posisi T2) yang membukukan total skor 213 (72-70-71) -3.
“Hanya di putaran kedua saja saya memang tidak bisa bermain sebaik seperti di putaran pertama sampai-sampai saya main dua over,” katanya. “Tapi, syukur alhamdullilah di putaran ketiga saya bisa memperbaiki permainan saya … Jadi saya bisa juara,” tambahnya sambil tersenyum.
Lebih jauh Nasin mengungkapkan bahwa pihaknya senang sekali bersaing dengan para pro berusia muda seperti Jowi dan Naraajie, yang membuat dirinya termotivasi untuk bisa mengalahkan mereka.
Diakui atau tidak, seorang olahragawan yang berhasil merebut gelar juara di cabang olahraga apa pun — termasuk golf — memang selalu berada dalam lindungan Dewi Fortuna.
Andaikata — sekali lagi: andaikata — pada putaran ketiga final Indonesian Tourism Golf Pro Series #3 Naraajie mencetak Eagle, persoalannya akan menjadi lain. Paling tidak peristiwa yang terjadi di Indonesian Tourism Golf Pro Series #1 di Gading Raya Golf Klub akan terulang kembali.
Ketika itu terjadi tanding ulang atau Play Off sebanyak empat kali antara Jonathan Wijono dan Danny Masrin, dan pada Play Off tersebut Jonathan Wijono berhasil mengalahkan Danny Masrin.
SEPATAH-DUA PATAH KATA
Oleh karena itulah maka menjadi sangat wajar ketika Nasin Surachman diminta untuk menyampaikan “sepatah dua patah kata” kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya event ITGP Series — pro asal Sawangan yang sepanjang karirnya sebagai professional golfer memang baru untuk pertama kalinya merebut gelar juara tersebut — benar-benar menuruti permintaan Avie K Utomo sebagai MC.
Yakni, hanya mengucapkan “sepatah dua patah kata” dalam arti yang sesungguhnya yang terucap dan keluar dari mulut Nasin Surachman: Terimakasih .. Terimakasih .. dan exuse kepada Avie K Utomo, “Maaf pak Avie .. Maaf…”
Kenapa begitu? Semuanya disebabkan karena pro asal Sawangan tersebut selain memang baru untuk pertama kalinya merebut gelar juara, dia juga baru untuk pertama kalinya memperoleh hadiah uang sebanyaknya Rp 40.000.000.- (Empat puluh juta rupiah.
“Hari ini kamu kelihatan senang sekali,” tanya seorang reporter televisi swasta ternama yang bersama-sama Media GolfJoy mewawancarai Nasin Surachman.
“Iya ya betul .. Saya memang seneng banget hari ini,” sahut Nasin Surachman sambil tersenyum dengan mata berbinar-binar.
“Turnamen ini kan bakal berlangsung sebanyak tiga puluh seri. Apa kamu akan ikut semuanya?”
Tanpa basa-basi dan berterus terang Nasin Surachman langsung menjawab: “Kalau turnamennya di luar kota, saya enggak akan ikut .. Tapi, kalau turnamennya di Jabodetabek saya pasti akan ikut.”
KEBALIKANNYA
Seperti diketahui Indonesian Tourisme Golf Pro Series #3 yang berlangsung pada 9-11 Mei 2023 diikuti oleh 70 Pro serta 21 Amateur yang terdiri dari 16 Men dan 5 Ladies.
Salah seorang di antara mereka yakni Markus Maximus lolos hingga ke putaran ketiga final dan berhasil merebut gelar Lowest Amateur dengan total skor 233 atau +17.
Sama halnya Nasin Surachman, gelar yang diraih oleh salah satu pegolf amatir andalan Pengprov PGI Aceh tersebut pun adalah gelar pertama yang diraih Markus Maximus dalam keikut-sertanya di event golf profesional.
Namun, dalam hal “menikmati persaingan” di ajang ITGP Series #3, yang terjadi justru sebaliknya: Nasin Surachman senang bisa bersaing dengan pro-pro muda sedangkan Markus Maximus senang bersaing dengan pro-pro senior.
Markus menyebut beberapa nama pro asal Aceh yang membimbingnya sebelum dia tampil dalam event-event penting untuk menambah pengalaman sekaligus untuk meningkatkan keterampila dan prestasinya.
Pegolf amatir asal Aceh berusia 18 tahun tersebut merasa bahwa bersaing dengan pegolf profesional banyak pengalaman yang dia peroleh. Salah satunya adalah bagaimana Markus tidak terpancing saat dia berada dalam under pressure lawan.
Sebagai juara Lowest Amateur, Markus akan berusaha untuk tetap bisa tampil bersaing dengan sesama pegolf amatir lainnya dalam event golf profesional Indonesian Tourism Golf Pro Series yang akan berlangsung sebanyak 30 series tersebut.
Kenapa? Karena, bagi Markus Maximus, Indonesian Tourism Golf Series adalah tempat di mana pegolf asal Pengprov PGI Aceh tersebut untuk melakukan “latih tanding” yang sangat ketat dalam yang sebenarnya — sebelum dia dan kawan-kawannya tampil bersaing membela Provinsi Aceh di PON tahun depan.
—-
Tulisan oleh Toto Prawoto. Foto oleh Toto dan Hasim
—Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!




