Foto SlideKomunitasLeaderboard

Ian Andrew: Komitmen untuk Kontribusi ke Daerah Asal

Profesional golfer kelahiran Bali 24 Juli 1992 ini — seperti atlet daerah pada umumnya — benar-benar all out dalam membela daerahnya di berbagai ajang turnamen golf baik saat masih berstatus amatir maupun sekarang setelah beralih status menjadi profesional.

“Sejak junior, kemudian amatir, pengurus golf di Bali  sangat luar biasa dalam men-support saya .. Utamanya kalau saya tampil dalam event nasional yang diselenggarakan di Jakarta dan event regional Asia serta Asean yang diselenggarakan di luar negeri,” katanya.

Alumni SMA Kristen Santo Joseph, Denpasar Bali ini, mulai berkiprah di kancah persaingan golf amatir di Tanah Air ketika Ketua Umum PB PGI dipimpin oleh Dr. Haryanto Dhanutirto yang pada saat itu juga dikenal sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Karir Ian Andrew terus berlanjut ketika Arifin Panigoro terpilih menjadi orang nomor satu di percaturan golf nasional. Dan, seperti rekan-rekan seangkatannya di kancah persaingan golf amatir, Ian Andrew pun beralih status dari amatir ke profesional setelah membela Bali — daerah asalnya — di ajang multi event empat tahun sekali yang dikenal dengan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ketika Ian Andrew beralih status menjadi Pro, Persatuan Golf Profesional Indonesia (PGPI — sekarang PGAI) – berada di bawah pimpinan Japto Soerjosoemarno.

Sesuai peraturan, setiap pegolf amatir yang akan beralih status menjadi profesional golfer, mereka harus mengikuti Playing Ability Test (PAT). Ian Andrew pun lolos PAT. Juga rekan-rekan seangkatannya. 

Dan, bukan faktor kebetulan bahwa pada saat Ian Andrew mulai bersaing di kancah profesional bermunculan pula nama-nama yang “berbau” asing – padahal mereka asli Indonesia – seperti George Gandranata, Rory Hie, Joshua Andrew Wirawan dan lain-lain.

Akibatnya pada saat itu muncul candaan di kalangan komunitas golf di negeri ini – terutama ketika mereka menyaksikan turnamen Indonesia Masters dan turnamen golf profesional lainnya yang berlangsung di Jakarta. Menurut mereka sekarang banyak pemain naturalisasi yang tampil mewakili Indonesia.

Kini Ian, seperti Pro yang ada di Indonesia umumnya, juga dikenal sebagai Teaching. Sebagai teaching Ian merasa senang karena dipercaya oleh Ketua Pengprov PGI Bali.untuk melatih atlet golf Bali agar dapat bersaing kembali di kancah nasional. “Karena setelah saya turn Pro belum ada atlet putra Bali yang dapat bersaing di tingkat masional ataupun masuk Pelatnas,”  katanya.

Selain dikenal sebagai pelatih, Ian Andrew juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PGI Bali.

“Terus terang tidak pernah terlintas atau terpikir di benak saya bahwa di kemudian hari saya masuk ke dalam jajaran pengurus, karena sebelumnya saya fokus pada karir profesional saya di Indonesia maupun Asia. Akhirnya saya memutuskan untuk mulai melatih, dan karena pengurus Pengprov PGI Bali minta saya melatih beberapa atlet binaannya, akhirnya saya  ditunjuk untuk menjadi pengurus di Bidang Pembinaan Prestasi,” kata Ian.

“Tapi ini jalan bagi saya untuk berkontribusi ke daerah asal, yang dulu banyak membantu saya dari waktu saya masih menjadi pegolf junior sampai sekarang,” katanya. “Sejak dulu Pengprov PGI Bali tidak pernah berhenti men-support saya.”

Ian mengungkapkan bahwa pihaknya telah membawa atlet Pra PON Bali di Makassar lolos ke PON Papua dengan menyumbangkan kuota atlet terbanyak berjumlah 6 orang. “Namun sayang PON Papua dibatalkan …”

“Bagaimana rencana ke depan?”

“Rencana saya ke depan adalah memberikan program latihan kepada atlet golf Bali yang sesuai dengan kelemahan mereka masing-masing agar dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” jawab Ian Andrew sambil menambahkan bahwa untuk saat ini ada delapan atlet – 5 putra dan 3 putri – yang berada di bawah asuhannya. Meskipun ada PPKM yang berlaku di Pulau Jawa dan Bali para atlet golf Bali tetap berlatih — tentu saja dengan tetap mengutamakan Prokes Covid-19 3M+2M.

Selain melatih atlet, Ian Andrew, sebagai Teaching Pro, juga melatih masyarakat umum. “Murid saya ada 20 orang,” katanya.

“Bagaimana cara Ian membagi waktu?”

Suami Rainia Nadira Putri yang telah dikaruniai dua orang anak bernama Alena Andira Andrew (perempuan berusia 9 tahun) dan Gavin Andrew (laki-laki berusia 6 tahun) ini, langsung menyahut:

“Wahh .. ini yang menjadi kendala saya sekarang. Karena fokus saya sekarang pada teaching. Jadi waktu untuk keluarga sedikit berkurang .. Tapi, saya tetap memberikan waktu untuk keluarga pada weekend. Sabtu dan Minggu saya libur tidak melatih.”

Di masa pandemi seperti sekarang, Ian Andrew, seperti para Pro anggota PGAI lainnya, juga membuka usaha coffee shop. “Tapi bisnis coffee shop slow down of course, karena di Bali efek pandemi Covid – 19 sangat terasa. Omzet turun sekitar 50%. Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk fokus sebagai Teaching Pro,” kata Ian Andrew berterus terang tanpa basa-basi.

Oleh karena itu di akhir keterangannya kepada GolfJoy, Ian Andrew menulis: “Harapan terbesar saya untuk profesional Indonesia setelah pandemi Covid – 19 adalah diadakannya turnamen pro secara rutin dan berkesinambungan agar kita kelak bisa seperti Filipina yang telah memiliki seorang juara major.”

Untuk amatir, menurut Ian, PB PGI harus mengirim talent scouting ke daerah-daerah untuk mencari bibit atlet golf nasional, karena di daerah-daerah seperti kita ketahui juga banyak SDM di olahraga golf yang sangat potensial.

(Wawancara tertulis oleh Toto Prawoto – foto Dokumentasi Pribadi)

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!

GolfJoy Cover

Related posts

Kejurnas Golf Junior 2023 Diikuti 101 Pemain di Gading Raya

Toto Prawoto

Sedayu Indo Golf Rayakan Ulang Tahun Pertamanya dengan Turnamen Spektakuler

Hasim

Markus Maximus Angkat Trofi LLGC Club Champion 2023

Syam

Leave a Comment

18 + nineteen =