Meski alami cedera tendon, pegolf junior putra asal Bali ini justru “mengamuk” di final round dan menjadi kampiun IJG PL #8.
Perhelatan Indonesia Junior Golf Premier League (IJG PL) seri ke-8 di Royale Jakarta Golf Club pada Jum’at hingga Minggu, 13-15 September 2024, akhirnya memunculkan Kadek Jaya Wardana William Dornan sebagai pemenang Best Gross Overall dibagian pegolf junior putra. Sementara Maureen Shavelle Yose menjadi yang terbaik performanya di girls division sebagai peraih Best Gross Overall.
Tidak dapat dipungkiri, ambisi Jaya Dornan, begitulah Media GolfJoy menyapanya, untuk meng-up grade poin World Amateur Golf Ranking (WAGR) dan ingin mendapat kemenangan sebelum akhir tahun 2024, akhirnya terwujudkan.
Hal tersebut diakui Jaya Dornan, pengalaman pertamanya mendapatkan poin WAGR dalam Kejurnas di bulan Februari lalu di Jababeka GCC belum cukup memuaskan dirinya. Sebab dirinya hanya menduduki posisi kedua gross overall putra.
Benar sekali, kedatangan Jaya Dornan ke IJG PL #8 kali ini tidak dalam kondisi yang bugar. Dari Pulau Dewata Bali, Jaya Dornan membawa cidera tendon diatas ibu jari tangan kirinya yang sangat menyakitkan. Bahkan sempat berniat untuk withdraw di round pertama.
“Belakangan ini, saya ngalamain masalah tendon yang agak mengganggu. Ini bikin ayunan saya jadi gak optimal dan berdampak besar ke permainan golf saya. Awalnya, saya kepikiran buat mundur dari turnamen, tapi ibu saya nyuruh buat nunggu satu hari lagi dan coba fisioterapi. Dengan beberapa penyesuaian dan plester fisio, dokter bisa nahan tendon saya buat dua hari ke depan. Walaupun masih sakit, tapi bisa ditahan,” demikian ungkap Jaya Dornan kepada Media GolfJoy lewat gawai WhatsApp.
Alhasil, siswa dari sekolah Australian Independent School Bali itu, justru malah ngamuk, terutama di final round di hari Minggu (15/9). Tujuh birdie Jaya Dornan ciptakan. Overall, ia membukukan total skor 226 (80-75-71) atau 10 oevr par.
“Di harı pertama, tinggal 2 hole, permainan Jaya sudah kacau, dia telpon saya mau pull out. Tapi saya bilang ‘just finished the game mau kanan kiri yang penting finish dulu’. Nah, pas finish dia minta WD, saya tidak tau dan saya kaget. Lalu saya telpon penyelenggara dan ternyata nama Jay masih ada … Saya mohon jangan di WD dulu sampe besok (Sabtu). Kasih dia berpikir dulu. Tadi dia mungkin kalut, kan main jelek karena tangan sakit, pikiran tidak clear. Anak kecil mah belum tau sakit, dan usaha itu kyaak gimana…. Nah besoknya akhirnya ketemu Daniel (dokter fisiotrapi) ke-2 kalinya pada Sabtu, baru deh tangan dia agak mendingan. Itu pun pake painkiller yang Jaya bilang kagak ada perubahan. Minggunya main, saya sudah jantung denyutnya kayak meşin turbo, dan kepala sudah rasanya pening mikirin anak semoga bisa bertahan …lah kok ngamuk dapet birdie 7 malah,” begitulah cerita ibu Jaya Dornan, Ni Wayan Ratnawati kepada Media GolfJoy mengenang.
“Ini pertama kalinya saya ikut ajang IJG, dan rasanya cukup terkejut bisa main bagus di hari terakhir dan dapet skor yang oke. Tapi kemenangan ini bukan cuma buat saya, melainkan buat buktiin ke semua pendukung, teman, dan keluarga kalau segala sesuatunya mungkin terjadi, bahkan saat peluang terasa nggak berpihak,” ujar Jaya Dornan bangga.
Sementara itu, diakui Maureen Shavelle Yose, kemenangan IJG PL adalah yang kedua selama karirnya sebagai pegolf junior Indonesia. Tentunya ia bangga dan poin WAGR meningkat.
“Game plan saya adalah untuk main sabar. Fokus kepada setiap pukulan saya mainkan. Iya hasilnya sudah sesuai ekspektasi, tapi bisa lebih bagus lagi. It feels great. Tapi aku gak teralu puas dengan hasil hari ke-3. Sebenernya hari terakhir saya bisa lebih fight lagi untuk dapet hasil lebih bagus,” demikiang ungkap siswi Sekolah Wesley Pelita Bangsa Pluit atas performanya di IJG PL #8 2024.
Maureen sukses mendulang total skor 244 (79-81-84) atau 28 over par selama tiga round dan di final round ia bermain satu pairing dengan Ni Putu Alida Lie dar Bali, Freya Simarmata dari Jakarta, dan Sawhney Asara dari India (B Girls Division).
IJG PL kerjasama dengan Puspresnas Kemendikbudristek
Menurut keterangan Sekretaris Harian IJG Adrian Bramantyo, pada IJG Premier League kali ini, para pemenang atau pemimpin leaderboard disetiap divisi A dan B itu merupakan junior golfer yang telah memiliki poin WAGR.
“Jadi bisa dilihat, kini kelasnya IJG persaingannya semakin ketat dan semakin seru. Anak-anak juga semakin push untuk berlatih semakin giat agar permainannya semakin bagus sehingga akhirnya dapat berprestasi lebih banyak,” ujar Adrian Bramantyo.
Sementara itu, dituturkan lebih lanjut oleh Andrian Bramantyo, untuk dikelas C, D, dan E begitu sangat digandrungi peminat. “Jadi kalau pendaftaran di kelas C, D, dan E saat ini cepet banget keisinya. Bahkan ada yang minta penambahan kuota. Kenapa? Di tahun 2024 ini IJG Premier League terlihat begitu antusias para pesertanya. Animo dari para junior golfer Indonesia begitu besar dan meningkat. Dari mereka sendiri mempunyai motifasi untuk berprestasi lebih bagus. Dikarenakan mereka bisa melihat bagaimana jenjang selanjutnya akan kemana. Seperti student athlete.”
“Dan kita juga berkerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dari Kemendikbudristek. Jadi kegiatan event IJG Premier League ini sudah disetujui dan diakui oleh mereka. Dimana disetiap sekolah-sekolah itu bisa mendaftarkan para muridnya yang ikutan Premier League ini menjadi sebuah prestasi nasional. Manfaatnya bisa membantu para junior golfer ini untuk memasuki jenjang Pendidikan selanjutnya yang mereka inginkan lewat prestasi di golf. Inilah yang menjadi salah satu faktor untuk para junior golfer untuk selalu berprestasi dari ajang IJG Premier League ini. Selain mendapatkan poin IJG maupun WAGR, mereka juga bisa mendapatkan jenjang Pendidikan yang mereka minati kedepannya,” ungkap ayah dari junior golfer C Boys Division bernama Abraraza Adriano Musyanif.
Selanjutnya IJG PL seri ke-9 akan digelar di Riverside Golf Club pada pertengahan Oktober 2024.
