FeaturedKomunitas

Jakarta Golf Club Championship – PGA Tour of Indonesia: Jonathan Wijono Kalahkan Gabriel Hansel lewat Playoff

PERFORMA Gabriel Hansel Hari dan Jonathan Wijono benar-benar menunjukkan kelas dan kepercayaan dirinya dalam event bertajuk Jakarta Golf Club Championship – PGA Tour of Indonesia yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp 200 juta.

Pada hari pertama (Selasa, 5 Agustus 2025) Gabriel — sebagai pendatang baru atau Rocky di kancah kompetisi pro lokal — membukukan skor 67 pukulan dan Jowi 68 pukulan.

Hari kedua (Rabu, 6 Agustus 2025) Gabriel membukukan skor 68 pukulan dan Jowi bermain even Par atau 70 pukulan.

Sedangkan di hari ketiga final (Kamis, 7 Agustus 2025) — round yang sangat menentukan bagi Gabriel yang telah leading dengan -5 — terjadi kejutan yang membuat para penonton berdecak kagum. 

Pasalnya, Jowi pada detik-detik terakhir berhasil mencetak skor 65 pukulan atau -5, sedangkan Gabriel di hari terakhir (Kamis, 7 Agustus 2025) mencetak skor 68 pukulan atau -2.

Dengan total skor 203 pukulan (67-68-68) yang dibukukan Gabriel, dan pada detik-detik terakhir berhasil disamakan oleh Jowi — juga dengan total skor 203 pukulan (68-70-65) — maka untuk menentukan siapa dari kedua pro tersebut yang akan merebut gelar juara JGC Championship dan berhak atas hadiah utama sebesar Rp 32 juta harus ditentukan melalui tanding ulang atau play off.

TETAP TENANG

Saat babak play off yang berlangsung di hole 18 — baik Gabriel maupun Jowi — tetap tampil percaya diri. Ekspresi wajah mereka berdua pun tetap tenang.

Yang terjadi justru sebaliknya: para penonton yang menyaksikan babak play off secara langsung di hole 18, ekspresi wajah mereka dilingkupi ketegangan.

Namun, ketika putting bola Jonathan Wijono masuk ke dalam lubang, suasana senyap di sekitar hole 18 sontak berubah menjadi riuh dan diwarnai tepuk tangan berkepanjangan dari para penonton yang menyaksikan langsung play off Jowi versus Gabriel.

GAGAL TAPI TETAP HAPPY

Meskipun gagal merebut  juara JGC Championship – PGA Tour of Indonesia, dalam obrolan bersama Media GolfJoy, Gabriel mengaku sangat happy.

Karena, menurut Gabriel,  ini adalah untuk pertama kalinya dia menyandang status sebagai pegolf profesional, dan kekalahan di babak play off melawan Jowi adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga.

Jowi pun sangat mengapresiasi penampilan Gabriel yang tetap low profile, walaupun di hari pertama dan kedua Gabriel memimpin di tempat teratas JGC Championship – PGA Tour of Indonesia.

Lebih jauh Jowi mengungkapkan bahwa kemenangannya dalam event JGC Championship – PGA Tour of Indonesia adalah kemenangan pertamanya di tahun 2025 setelah pihaknya sempat vacuum selama dua tahun tidak tampil dalam turnamen —baik di dalam maupun luar negeri — tanpa menyebut alasannya kepada para wartawan yang mewawancarainya.

Namun, terlepas dari masalah tersebut, yang jelas Gabriel dan Jowi dalam waktu dekat akan tampil dalam Asian Development Tour dan Indonesia Open.

 DUA KALI

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas play off Jovi versus Gabriel, seperti kata Ketua JGC, Ramli Ibrahim, adalah play off yang kedua kalinya terjadi sejak JGC Championship digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2022 lalu.

“Play off pertama terjadi pada tahun 2023 lalu sedang play kedua yang baru saja sama-sama kita saksikan adalah play off kedua yang terjadi pada tahun 2025 ini,” katanya.

Menjawab pertanyaan tentang JGC Championship tahun ini, Ramli Ibrahim mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai Ketua Umum Jakarta Golf Club merasa senang dan bangga.

Karena, kata Ramli Ibrahim lebih lanjut, selain event JGC Championship tahun ini diikuti oleh 124 peserta yang terdiri dari 95 Pro dan 19 Amatir, event tahun ini juga didominasi oleh para pegolf muda. 

Setelah seluruh peserta bersaing pada hari pertama dan kedua, akhirnya sebanyak 56 pegolf yang terdiri dari 52 Pro dan 2 Amatir lolos cut untuk melanjutkan persaingan di hari ketiga final JGC Championship – PGA Tour of Indonesia.

Dua pegolf amatir yang lolos cut adalah Galih Ananta Wiratno dan Prakarsa Alfa Rizqi, yang dikenal sebagai pegolf junior yang sangat aktif mengikuti turnamen golf junior yang diselenggarakan oleh PCGC dan PB PGI.

Tahun ini Galih gagal mempertahankan gelar juara Lowest Amateur IJG Championship yang diperolehnya tahun lalu, sedangkan juara Lowest Amateur IJG Championship – PGA Tour of Indonesia tahun ini adalah Prakarsa Alfa Rizqi.

Alfa, panggilan akrabnya, yang kini duduk di Kelas 2 SMA Olahraga Pembangunan Jaya Raya – Ciputra Foundation PB Jaya Raya Bintaro, untuk pertama kalinya merebut gelar juara Lowest Amateur dalam JGC Championship – PGA Tour of Indonesia dengan total skor 223 pukulan (74-75-74) +13.

“Saya senang bermain bersama pegolf Pro,” katanya. “Saya banyak mendapat pengalaman yang berharga, Om,” tambah Alfa yang dalam JGC Championship tahun berada satu group bersama dua orang pro masing-masing Naraajie E Ramadhan Putra dan A Sugann.

ANNUAL EVENT

Sebagai annual event yang dihelat dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Jakarta Golf Club, jumlah pegolf yang berpartisipasi cenderung terus meningkat sejak JGC Championship diselenggarakan empat lalu.

Bahkan dari data yang berhasil dihimpun Media GolfJoy selain Gabriel masih ada 6 pegolf lainnya yang menanggalkan status amatir mereka kemudian beralih status menjadi pro, juga untuk pertama kalinya tampil di ajang persaingan IJG Championship – PGA Tour of Indonesia.

Dan, bicara tentang jumlah partisipan yang cenderung terus meningkat, seperti yang disampaikan Ketua PGA Tour of Indonesia, Agus Triyono kepada Media Media GolfJoy, hal tersebut membuktikan bahwa IJG Championship adalah event yang ditunggu-tunggu oleh para pegolf pro dan amatir di Tanah Air.

Baik secara pribadi maupun sesuai dengan kapasitasnya sebagai Ketua PGA Indonesia Tour of Indonesia, Agus Triyono pun menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan IJG Championship, yang selalu diawali dengan event Pro-Am sehari sebelum event khusus untuk Pro tersebut dilaksanakan.

ONE DAY TOUR

Dalam perbincangan bersama Media GolfJoy di sela-sela kesibukannya melayani para tamu untuk membicarakan agenda turnamen di hari-hari mendatang, Agus Triyono mengungkapkan bahwa PGA Tour of Indonesia selain tetap akan menggelar turnamen reguler sebanyak 56 hole dan atau 72 hole, juga berencana akan menggelar One Day Tour.

“One day tour tersebut akan kami usahakan dapat diselenggarakan 2 kali dalam satu bulan,” katanya.

Agus Triyono menegaskan bahwa gagasan tersebut muncul agar nantinya para pro tidak hanya sibuk melatih sesuai dengan status mereka sebagai teaching.

Tapi, ada turnamen yang akan dapat dijadikan sebagai ajang untuk menjaga ketajaman dan keahlian sesuai dengan status mereka sebagai pegolf profesional.

Toto Prawoto – foto Dokumentasi PGATI

Related posts

PGA Tour Diminta Bikin Perubahan Aturan agar Tiger Woods Bisa Main Terus

Hasim

TOPGOLF Club Gading Mas Tampil Lebih Berwarna

Hasim

Korwil PGAI Jabar Gelar Mabar

Toto Prawoto

Leave a Comment

fifteen + 3 =