UNTUK pertama kalinya Asia Pacific Golf Confederation menggelar event bertajuk APGC MID Amateur Championship dan untuk pertama kalinya pula Indonesia mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah event yang sangat prestisius bagi para daily golfer di kawasan Asia Pacific tersebut.
APGC Mid Amateur Championship yang berlangsung di Gading Raya Golf Club pada Selasa (12 Agustus 2025) hingga Kamis (14 Agustus 2025) diikuti sebanyak 74 partisipan yang berasal dari India, Pakistan, USA, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Singapore, Brunei, Myanmar dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Para pemain yang bertanding dibagi di dalam 4 group masing-masing Group A (Kategori usia 25-29 tahun), Group B (Kategori usia 30-37 tahun), Group C (Kategori usia 38-46 tahun) dan Group D (Kategori usia 47 tahun ke atas).

Setelah seluruh peserta tampil fight di round #1 dan round #2, sebanyak 40 pemain akhirnya lolos cut ke round #3 final APGC Mid Amateur Championship perdana, yang berlangsung di Gading Raya Golf Club.
Kejuaraan tersebut berjalan lancar tanpa hambatan sejak hari pertama hingga hari ketiga final — meski di kawasan lain terjadi hujan lebat disertai angin, sambaran kilat dan gelegar guntur.
KETAT
Dari data yang Media GolfJoy akses ke link score APGC, persaingan ketat tak terhindarkan terutama dan khususnya di hari ketiga final untuk merebut gelar juara turnamen APGC Mid Amateur Championship.
Dengan membukukan total skor 202 pukulan (66-70-66) atau -14 Yutaka Toyoshima asal Jepang berada di posisi puncak dan merebut gelar juara dalam turnamen yang sangat prestisius tersebut.
Posisi kedua juga diduduki oleh rekan senegara Yutaka Toyoshima bernama Kazuma Inaba.
Selama tiga hari berturut Inaba mencetak total skor 210 pukulan (70-70-70) atau -6, dan posisi ketiga diduduki James Gill dari Hong Kong yang membukukan total skor 213 pukulan (72-73-68) -3.
Sebagai juara Yutaka memperoleh slot untuk tampil dalam event Mandiri Indonesia Open yang akan berlangsung di Pondok Indah Golf Club pada 28-31Agustus 2025.
Sedangkan pegolf tuan rumah, Alit Jiwanda, yang berada di posisi ke empat dengan total skor 214 pukulan (70-69-75) -2, selain mendapat predikat sebagai The Best Indonesian di APGC, dia juga mendapat slot untuk tampil di ADT Ciputra Golfpreneur yang digelar pada 20-23 Agustus 2025.
“Saya senang bisa bermain under selama tiga hari, dan bangga karena sukses menjadi Best Indonesian di APGC … Terimakasih kepada PB PGI yang memberi slot buat saya untuk bermain di ADT,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai pengalamannya tampil pertama kalinya dalam event yang sangat bergengsi tersebut, Alit mengungkapkan bahwa dia sangat bersyukur karena pada hari ketiga final APGC Mid Amateur Championship dia mendapat pengalaman dan pelajaran berharga bisa bermain di champion Flight bersama Yutaka Toyoshima yang tampil sangat baik.
Terkait dengan slot yang didapatkan untuk tampil di ajang ADT Ciputra Golfpreneur, Alit akan berusaha sebaik mungkin untuk melanjutkan tren positif di APGC.
“Semoga tahun depan saya berharap APGC bisa memiliki kejuaraan kategori tim dari negara-negara peserta yang hadir.”
RESPONS POSITIF
Ibarat pepatah yang berbunyi “Dan Gayung pun Bersambut” apa yang diharapkan Alit pun mendapat respon positif dari Ketua Bidang Pertandingan dan Prestasi PB PGI, Adi Saksono.
“Tradisinya event APGC memang akan selalu ada kejuaraan individual dan team karena harus mewakili negara .. Tapi karena ini awal maka belum dibuat kejuaraan untuk team,” ujar Ketua Bidang Pertandingan dan Prestasi PB PGI berterus terang.

“Namun di akhir acara tadi,” tambah Adi Saksono, “saya bicara dengan Taimur Amin selaku Chairman APGC dan Bones selalu Director Championship APGC, tahun depan APGC Mid Amateur akan diselenggarakan lagi di Indonesia tambahannya kejuaraan team atau beregu dengan minimal 1 team terdiri dari 4 pemain.”
“Apa komentar mas Adi atas keberhasilan Alit?”
“Memang sudah diperkirakan. Dengan skill yang Alit punya, kans untuk menjadi juara bukannya tidak mungkin,” sahut Adi, cepat. “Karena memang baru Alit yang sarat dengan pengalaman, skill dan fisik yang dia punya tidak perlu diragukan lagi. Sementara itu persiapan yang dilakukan Alit juga enggak main-main,” tambahnya.
Menyinggung masalah pegolf tuan rumah yang gagal lolos cut, dan harapannya untuk para pegolf amatir di masa mendatang — Ketua Bidang Pertandingan dan Prestasi PB PGI tersebut mengungkapkan bahwa layaknya harapan kepada atlet golf amatir Indonesia agar mereka bisa mencetak prestasi internasional di kategori apa pun dalam golf.
“Saya berharap agar mereka yang untuk pertama kalinya tampil di APGC Mid Amateur tetap semangat berlatih .. Semangat memperbaiki diri dan mempunyai mental juara yang kuat .. Karena Indonesia semakin banyak membuat event bertaraf internasional. Jadi, jangan hanya menjadi peserta saja,” kata Adi Saksono mengakhiri keterangannya kepada Media GolfJoy.
—
Penulis Toto Prawoto – Foto Dokumentasi PB PGI
