Para orang tua diminta General Chairman The JGS Indonesia agar tidak boleh menuntut anak-anak untuk selalu main bagus dan juara terus.
Setelah sukses menyelenggarakan The JGS Elite Junior International Championship 2026 pada 28 – 30 April 2026, The Junior Golf Series Indonesia kembali memutar roda kompetisinya bagi pegolf-pegolf junior nasional.
Kejuaraan kali ini adalah The JGS Indonesia Champions League #1, dimana diikuti sebanyak 25 pegolf junior, yang dihelat di Royale Jakarta Golf Club pada Jum’at hingga Minggu, 15 – 17 Mei 2026.

The JGS Indonesia Champions League #1 ini, sejatinya menjadi rangkaian kompetisi pembuka dalam perebutan poin (point race) berbasis prestasi, dan sekaligus WAGR counting event, yang mana rencananya akan digelar sebanyak tiga series di musim 2026.
Pegolf junior terbaik yang berhasil kumpulkan poin tertinggi dari kompetisi Champions League ini, maka otomatis berkesempatan mencicipi di dua turnamen junior internasional di Taiwan Junior Open 2026 pada 5 – 7 Agustus 2026, dan Singapore Junior Masters 2026 pada September 2026 di Laguna Golf Club & Resort.
Di hari terakhir The JGS Indonesia Champions League #1, Minggu (17/5/2026) pihak panitia berkesempatan menghadirkan mantan pegolf junior berprestasi Rayhan Abdul Latif, dalam berbagi pengalaman penting selama berkarir sebagai pegolf junior, serta mengikuti kejuaraan dunia junior prestisius.

Di momen sebelum penyerahan medali juara kepada seluruh pegolf junior Indonesia yang berhasil tampil optimal, General Chairman The JGS Indonesia Rido Nurul Adityawan, memberikan nasehat berupa motifasi semangat untuk mereka dan juga orang tuanya.
“Dan perlu kita sadari bersama, bahwa golf itu tidak hanya berbicara tentang kemenangan, tapi golf itu merupakan olahraga ketahanan mental dan sabar. Seperti halnya kakak kalian ini, Rayhan Abdul Latif, dulu juga sempat hilang pukulan di usia golfnya baru masuk di tahun ke-4. Dan itu akan terjadi di beberapa junior pada umumnya, karena kadang dengan golf setiap hari kepala mereka penuh, dan tidak bisa konsentrasi, sehingga hilang fokus. Jadi intinya, para orang tua tidak bisa menuntut anak-anak untuk main bagus terus dan juara terus. Biarkan mereka menemukan kesalahan demi kesalahan di masa kecilnya agar mereka kelak akan mampu bermain stabil dan tahu cara menghadapi sebuah masalah ketika mereka sudah besar nanti. Cari kesalahan sebanyak mungkin dimasa kecilmu dan tangguh di masa besarmu,” demikian ucap Rido Nurul Adityawan.

Gieyoung Chang akhirnya cicipi manisnya juara
Memainkan sebanyak tiga round (54 hole) yang tee-off siang hari dari West dan North Course, kedua puluh lima pertisipan tampak begitu antusias. Cuaca dan kelembaban suhu di langit Halim Perdanakusuma, kala itu pun tampak cerah dan masih cukup bersahabat.
Meski begitu, sekali lagi, Royale Jakarta GC masih dianggap sebagai lapangan championship course yang menantang bagi para partisipan The JGS Indonesia Champions League #1, termasuk bagi para pemenangnya.
Seperti halnya yang dirasakan Gieyoung Chang, pegolf junior yang merupakan siswa Sekolah Bogor Raya, yang di The JGS Indonesia Champions League #1 ini menjadi sang juara di Class A Boys dengan total skor 259 (88-83-88).
Gieyoung menilai bila Royale Jakarta masih menjadi salah satu lapangan yang sulit, terutama pada green, dimana kondisi green di West Course sangat licin. Sementara green North Course dinilainya lebih seret. Posisi pin place pada saat turnamen Champions League ini juga disebut cukup challenging.

Inilah kesuksesan perdana Gieyoung menjuarai Class A Boys sejak dirinya berpindah divisi pada 9 Mei 2026 lalu. Dan itu, digapainya pada The JGS Indonesia Champions League #1 musim 2026.
“Saya tentunya bersyukur Alhamdulillah atas pencapaian saya ini. Karena ini adalah debut pertama saya di kelas A. Dan kesuksesaan saya ini menjadi motivasi untuk bisa bermain lebih baik lagi dikesempatan turnamen yang saya ikuti berikutnya,” demikian ungkap Gieyoung Chang kepada Media GolfJoy melalui gaway WhatsApp.
“Gieyoung juga sangat berterimakasih kepada ayah yang selalu mendukung, dan para coach yang mendedikasikan waktu dan mengajari Gieyoung. Saya juga berterima kasih pada Sekolah Bogor Raya yang mengijinkan Gieyoung untuk dapat menyesuaikan waktu sekolah. Dan terima kasih banyak atas support semua teman-teman, dan penyelenggara The JGS Indonesia Champions League yang telah memfasilitasi turnamen bersistem pembinaan terstruktur dan berkelanjutan bagi pegolf junior Indonesia seperti Gieyoung ini,” imbuhnya lagi.
Kesuksesan Gieyoung kali ini, tentunya berkat proses latihan, kerja keras, serta kedisiplinan Gieyoung yang diberikan oleh para pelatih-pelatihnya.
Setiap harinya, seusai pulang sekolah, Gieyoung wajib melatih long game dan short game-nya selama satu setengah jam di driving range Klub Golf Bogor Raya. Pada hari Rabu dan Jum’at, Gieyoung juga dilatih oleh Coach Pro Aqil Widyantoro, dimana sudah berlangsung selama satu tahun terakhir.
Selain Pro Aqil, Gieyoung Chang juga berlatih di Thailand sebulan sekali untuk menyerap ilmu permainan golf dari Coach Pro Gress (Pariwat Pinsawat) di Tom Dingwall Golf Academy di Bangkok. Dan mulai per tanggal 23 Mei besok, selama sepuluh hari, Gieyoung akan berlatih keras dengan Coach Pro Gress.
Sementara untuk lebih mengasah intuisi dan course management, Gieyoung juga dibantu oleh Coach Pro Morne Wolmarans dari Leadbetter Golf Academy di setiap kali dirinya berlatih turun lapangan.
Selain Gieyoung Chang yang berkibar namanya atas prestasi yang diraih pada The JGS Indonesia Champions League #1, ada juga nama-nama pegolf junior Indonesia yang menang di setiap kategorinya, antara lain;
Class Boys
- Taeho Kim (Class B Boys)
- Albidzar Syehan Rayendra (Class C Boys)
- Pradipta Kenzie Abiputra (Class D Boys)
- Hiro Isaac Sung (Class E Boys)




Class Girls
- Amira Ajda Khairunnisa Permadi (Class B Gilrs)
- Megan Belva Sutrisna (Class C Girls)
- Milanka Azwar (Class D Girls)
- Kyomi Afigthyven (Class E Girls)




“Terima kasih saya ucapkan kepada semua orang tua dan para junior Indonesia atas partisipasinya di The JGS Indonesia Champions League #1. Dan selamat kepada para pemenang di kejuaraan ini. Perkenankan kami juga dengan tulus meminta maaf jika ada kekurangan selama kejuaraan tersebut. Kami sangat menghargai pengertian Anda, dan kami akan terus berupaya untuk meningkatkan diri di masa mendatang,” ucap General Chairman The JGS Indonesia Rido Nurul Adityawan.
Selanjutny, rangkaian turnamen Development Tour #1 yang akan digelar di Pondok Indah Golf Club pada Senin hingga Selasa, 15-16 Juni 2026.
