FeaturedKomunitas

Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 senilai Rp2,7 Miliar Siap Bergulir 26-29 Agustus

Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 kembali hadir dengan total hadiah 150.000 dolar AS (sekitar Rp2,7 miliar), menampilkan 150 pegolf internasional termasuk 40 atlet Indonesia, dan dijadwalkan berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course pada 26-29 Agustus 2026.

Turnamen yang menjadi bagian dari kalender Asian Development Tour (ADT) itu kembali menjadi panggung bagi pegolf nasional untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan publik sendiri.

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Ciputra Golfpreneur Tournament telah menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender ADT.

Namun, sejauh ini belum ada satu pun pegolf Indonesia yang berhasil mengangkat trofi juara. Kondisi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain tuan rumah untuk memutus dominasi pegolf asing.

Founder Ciputra Golfpreneur Foundation sekaligus President Director PT Damai Indah Golf Tbk, Budiarsa Sastrawinata, mengatakan sejak awal penyelenggaraannya turnamen ini memiliki tujuan utama memberikan pengalaman bertanding melawan pegolf dari berbagai negara.

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan edisi ke-11. Sejak awal turnamen ini kami selenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para pegolf profesional Indonesia untuk bertanding dengan atlet-atlet dari negara lain, sehingga mereka terbiasa bertanding di turnamen level internasional, dan suatu saat nanti menjadi juara. Selanjutnya mereka juga bisa berkompetisi di level internasional yang lebih tinggi,” kata Budiarsa.

Dirinya menambahkan semangat yang diwariskan Ciputra untuk membangun prestasi golf Indonesia terus dilanjutkan melalui Ciputra Golfpreneur Foundation yang berdiri pada 2020. Selain Ciputra Golfpreneur Tournament, yayasan tersebut juga secara konsisten menggelar Ciputra Golfpreneur International Junior World Championship yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade.

Dari sisi penyelenggaraan, nilai hadiah yang diperebutkan terus meningkat. Tahun ini total hadiah tetap sebesar US$150.000 atau sekitar Rp2,7 miliar, sama seperti tahun sebelumnya. Sekedar informasi, hadiah turnamen telah meningkat secara bertahap dari US$100.000, kemudian menjadi US$110.000 pada 2021, US$125.000 pada 2023, dan US$140.000 pada 2024.

Perwakilan Asian Development Tour, Teddy Jubilant, mengapresiasi konsistensi Ciputra Group dan Damai Indah Golf dalam mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. 

“Kami berterima kasih kepada Ciputra Group dan Damai Indah Golf atas komitmen dan dukungan yang luar biasa. Ciputra Golfpreneur Tournament merupakan turnamen paling konsisten di ADT. Turnamen ini menghasilkan beberapa pemenang yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Teddy, sejumlah mantan juara Ciputra Golfpreneur Tournament berhasil menembus level kompetisi yang lebih tinggi. Salah satunya Matt Killen asal Inggris yang menjadi juara tahun lalu dan kini berkompetisi di Asian Tour setelah finis 10 besar Order of Merit ADT.

Selain itu, nama-nama seperti Tom Kim, Suteepat Prateeptienchai, dan Miguel Carballo juga mencatat perkembangan karier setelah menjuarai turnamen tersebut. Tom Kim, misalnya, yang menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament 2019, kini menjadi salah satu pegolf papan atas dunia.

Salah satu harapan Indonesia, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, mengaku optimistis menghadapi turnamen tahun ini.

Pengalaman bertanding berulang kali di Damai Indah Golf BSD dinilai menjadi modal penting untuk tampil kompetitif.

Pegolf asal Bandung itu bukan sosok asing di Ciputra Golfpreneur Tournament. Sebelum berstatus sebagai pegolf profesional pada 2022, Naraajie pernah menyabet penghargaan Best Amateur di ajang yang sama.

Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai karakter lapangan, termasuk kontur green, arah break, hingga kondisi rumput.

Meski demikian, Naraajie mengakui tantangan yang dihadapi sebagai pegolf profesional jauh berbeda dibandingkan ketika masih berstatus amatir. Menurutnya, tekanan untuk menjaga konsistensi permainan dan meraih hasil maksimal menjadi lebih besar.

“Kalau bisa dibilang memang berbeda antara amatir dengan profesional. Kalau amatir bebannya mungkin lebih sedikit. Tapi yang pasti saya sering banget mengikuti turnamen di lapangan ini, jadi harusnya hafal banget setiap break-nya dan rumputnya,” ujar Naraajie dalam konferensi pers di Damai Indah Golf BSD, Tangerang Selatan, Jumat.

Ia mengatakan akan berusaha menikmati setiap pertandingan tanpa terbebani target berlebihan agar mampu mengeluarkan permainan terbaik sepanjang turnamen.

“Tahun ini rencana saya bermain sebaik mungkin, se-free mungkin, dan saya percaya hasil akhirnya harusnya bisa seperti itu,” katanya.

Optimisme serupa juga disampaikan pegolf profesional Indonesia Kevin Caesario Akbar. Menurutnya, peluang pegolf Indonesia untuk meraih gelar juara tetap terbuka meskipun persaingan dipastikan berlangsung sangat ketat.

Kevin menilai kemampuan teknik pegolf Indonesia tidak kalah dibandingkan para pemain internasional yang akan tampil di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026.

Namun, ia mengakui aspek mental masih menjadi tantangan terbesar ketika menghadapi kompetisi level internasional.

“Kalau menurut saya teknik sama. Mental mungkin yang membedakan. Tapi saya rasa kita semua harusnya bisa,” ujar Kevin.

Bagi Kevin, turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan permainannya sekaligus bersaing dengan para pegolf terbaik dari berbagai negara.

Ia menilai Ciputra Golfpreneur Tournament selalu menghadirkan atmosfer kompetitif karena menjadi salah satu turnamen dengan hadiah terbesar di Asian Development Tour.

Besarnya total hadiah membuat banyak pegolf papan atas ADT menjadikan turnamen ini sebagai target utama untuk mendulang poin dalam klasemen Order of Merit, sehingga kualitas persaingan dipastikan semakin tinggi.

“Ini salah satu yang terbesar di ADT dari sisi prize money, jadi kualitas pemain yang datang pasti lebih kompetitif,” kata Kevin.

Turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar 150.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,7 miliar, menjadikannya salah satu turnamen dengan prize money terbesar di kalender Asian Development Tour.

Selain memperebutkan hadiah uang, para peserta juga akan mengincar poin penting dalam klasemen Order of Merit ADT yang berpengaruh terhadap peluang promosi ke level kompetisi yang lebih tinggi.

Kehadiran para pegolf internasional dipastikan akan membuat persaingan semakin sengit. Namun, bermain di lapangan yang sudah sangat dikenal memberikan keuntungan tersendiri bagi pegolf Indonesia. Dukungan publik tuan rumah juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi para pemain untuk tampil maksimal.

Harapan besar pun tertuju kepada para pegolf Merah Putih agar mampu mencetak sejarah baru dengan membawa pulang trofi juara di hadapan pendukung sendiri.


Related posts

Sam Burns Unggul 5 Pukulan menuju Akhir Pekan di Genesis Invitational

Hasim

TOPGOLF Luncurkan Stik Majesty Sterna yang Stylish & Powerful

Hasim

Dustin Johnson Kantongi Hadiah Uang Senilai Rp74 Miliar dari Kemenangannya di LIV Boston

Hasim

Leave a Comment

4 × 2 =