FeaturedTokoh & Golf

Lebih Dekat dengan Galih Ananta Wiratno, Peraih Hattrick Lowest Amateur JGC Pro Am 2026

SEPERTI kita ketahui bahwa sejak tahun 2022 hingga 2026 dalam rangka HUT Jakarta Golf Club — salah satu dari 5 golf course legendaris dan  tertua di dunia — digelar event JGC Pro Am Championship yang berlangsung di JGC Rawamangun – Jakarta Timur.

Event tersebut — sesuai namanya — selain diikuti oleh profesional golfer untuk memperebutkan hadiah uang, juga diikuti oleh pegolf amatir untuk memperebutkan gelar Lowest Amateur.

Sejak event JGC Pro Am Championship di-lounc kepada publik golf di Indonesia pada tahun 2022 hingga Agustus 2026 lalu, jumlah peserta yang tampil untuk menjadi yang terbaik dalam event tersebut cenderung terus meningkat.

Namun, dari data yang berhasil dihimpun Media GolfJoy, baru pada JGC Pro Am Championship Serie 5 yang berlangsung di JGC Rawamangun pada 4 – 6 Agustus 2026 lalu muncul pegolf profesional dan amatir yang berhasil merebut gelar juara lebih dari satu kali.

Dan, seperti diketahui Jonathan Wijono adalah pro yang telah merebut gelar juara JGC Pro Am Championship untuk kedua kalinya yakni pada tahun 2025 dan 2026.

Sedangkan Galih Ananta Wiratno adalah pegolf amatir yang berhasil merebut gelar Lowest Amateur untuk ketiga kalinya yakni pada tahun 2023, 2024 dan 2026.

USIA 6 TAHUN MULAI MENGENAL GOLF

Berbincang dengan Galih, sapaan akrab pegolf kelahiran Jakarta 18 Desember 2008, sungguh sangat mengasyikkan; Karena, anak nomor 2 yang saat ini duduk di Kelas 3 SMA Universal – Kemayoran jurusan IPS ini cenderung berterus terang dan tanpa basa-basi saat menjawab pertanyaan Media GolfJoy.

“Aku mulai kenal golf pada usia 6 tahub sekitar tahun 2014 – 2015, dan Mami aku yang memperkenalkan aku golf,” katanya. “Awalnya aku sering berlatih  driving di Bandar Kemayoran Driving Range Tapi, sekarang aku lebih sering latihan di Jakarta Golf Club Rawamangun, dan coach aku sekarang coach Alga Topan dibantu sama coach Almay dan Matthew di JGC,” tambahnya.

Menjawab pertanyaan tentang kapan mulai mengikuti turnamen, Galih mengungkapkan bahwa pada akhir tahun  2016, “Dan of course my first tournament itu di kandang sendiri JG,” selanya.

“Waktu untuk pertama kali ikut turnamen sebetulnya perasaan saya biasa saja, karena sebelumnya juga tidak terlalu mendalami banget .. Masih mencari pengalaman gimana rasanya mengikuti pertandingan dan hasilnya saya tidak memenangkan turnamen tersebut,” lanjutnya.

Bahkan Galih sempat beristirahat mengikuti turnamen beberapa bulan lalu, karena masih fokus membangun teknik swing dan mental.

Kemudian berlanjut pada tahun 2018, dan pada saat itu Galih mendapatkan 2nd place di ajang turnamen Jakarta Golf Academy Tournament.

Setelah itu Galih sering tampil di beberapa negara seperti Malaysia, Singapore dan China. Tapi, dia lebih sering main di Malaysia dalam event RSGC. “Saya mewakili akademi sendiri yaitu JGC, dan beberapa kali mewakili Kisruh Golf Club,” katanya.

MEMBANGGAKAN

Ketika dalam perbincangan Media GolfJoy menyinggung tentang permainannya di dalam annual event bertajuk JGC Pro Am Championship sejak tahun 2022 hingga 2026, secara jujur Galih mengungkapkan bahwa performanya waktu untuk pertama kalinya merebut gelar juara Lowest Amateur pada tahun 2023 di hari pertama sempat mencetak skor -1, dan selanjutnya di hari kedua dan ketiga dengan skor masing-masing 76 pukulan.

Di tahun 2024 ketika untuk kedua kalinya merebut gelar Lowest Amateur, Galih mengaku terus terang mainnya berantakan, “Karena kondisi lagi susah pol dengan skor 75, 77 dan 77,” selanya.

“Dan, diakhiri dengan kemenangan untuk ketiga kalinya pada tahun 2026 ini, dengan permainan yang cukup rapih .. cuma gagal di decision making di beberapa hole dengan skor 73-76 dan 72 .. Hasil yang cukup membanggakan karena saya berhasil merebut kembali Lowest Amateur untuk ketiga kalinya,” tutur Galih Ananta Wiratno.

“Event apa lagi yang akan Galih ikuti di bulan yang akan datang?”

Galih menyebut event Pro Am di Gunung Geulis by Combipar dan Nomura tanggal 19 – 21 Agustus 2026 lalu, dan South Sulawesi Amateur Open (SSAO) pada tanggal 22 – 24 September 2026 yang akan datang.

Di akhir perbincangan bersama Media GolfJoy yang menyinggung

tentang turnamen golf amatir di Tanah Air, Galih mengungkapkan bahwa sebetulnya cukup kompetitif tapi tidak se-kompetitif di luar negeri.

Oleh karena itulah maka Galih berharap dengan adanya lebih banyak turnamen internasional yang berlangsung di Indonesia, akan dapat meningkatkan sifat kompetitif dari pemain-pemain kita agar bisa merasakan hole good the player are outside of Indonesia seperti Korea, Thailand, Jepang bahkan Philippines.

Penulis Toto Prawoto

Foto Dokumentasi


Related posts

Selebriti Diharap Beri Dampak Positif lewat Postingan Golf Mereka

Hasim

Tiga Ladies Pro Indonesia Masuk Ranking 20 Thai LPGA Tour

Toto Prawoto

Tiger Woods Mungkin Pakai Prototipe di PNC Championship

Hasim

Leave a Comment

19 − 15 =