Pagi itu, Jumat, 11 September 2026, langit di atas Damai Indah Golf BSD Course membuka tirainya dengan begitu anggun. Berkas sinar matahari pagi menyapa para pegolf dari Fella Golf Club Jakarta yang telah bersiap di tee box. Udara segar menjadi saksi dimulainya sebuah hari yang tidak hanya menjanjikan tantangan olahraga, tetapi juga rajutan kenangan yang mendalam.
Damai Indah Golf BSD Course, mahakarya desainer legendaris Jack Nicklaus, memamerkan pesonanya yang luar biasa sejak tee off pagi dimulai. Hamparan fairway hijau yang membentang luas tampak seperti permadani raksasa yang bergelombang. Pepohonan rindang di sepanjang koridor lapangan berdiri kokoh, membingkai pemandangan urban BSD yang modern namun tetap asri.



Namun, di balik keindahan visualnya, lapangan ini menyimpan teka-teki yang menantang adrenalin. Bunker yang strategis ditempatkan secara genius siap menguji akurasi setiap pukulan drive. Danau-danau buatan yang tenang di beberapa hole tidak hanya mempercantik lanskap, tetapi juga menuntut mental yang kuat bagi siapa pun yang ingin melintasinya. Green BSD Course terbilang cepat dan berkontur: Lapangan ini memaksa para golfer untuk membaca arah angin pagi dengan cermat dan melakukan putting dengan presisi tinggi.
Meskipun setiap pukulan menuntut fokus penuh, atmosfer yang menyelimuti turnamen Fella Golf Club Jakarta justru jauh dari ketegangan yang kaku. Sejak langkah kaki pertama di clubhouse, suasana penuh keakraban dan kekeluargaan langsung terasa kental. Turnamen ini tidak sekadar berburu piala atau mencetak skor terbaik, melainkan sebuah ruang temu untuk melepas rindu.
Di sepanjang lintasan, gelak tawa dan candaan ringan terus mengalir di antara para peserta di dalam golf cart. Ketika seorang kawan berhasil melakukan approach shot yang menawan mendekati pin, tepuk tangan dan pujian tulus langsung menggema. Sebaliknya, saat bola salah satu pemain terperangkap di dalam hazard, alih-alih ejekan, yang terdengar adalah kalimat-kalimat penyemangat penuh motivasi.
Ikatan kekeluargaan ini semakin memuncak saat seluruh peserta berkumpul kembali selepas petualangan 18 hole. Sembari menikmati hidangan siang, mereka berbagi cerita tentang drama di atas green, tawa atas pukulan yang meleset, dan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.
Fella Golf Club Jakarta kembali membuktikan bahwa golf, di tangan komunitas yang tepat, adalah medium terbaik untuk mempererat tali persaudaraan.
Gelar Best Gross Overall diraih oleh Joyada Siallagan dengan skor gross 77, sedangkan Best Net Overall direbut oleh Tjintarto Kartawidjaya dengan skor net 64 (hcp 19).






Para Pemenang
Keterampilan
Nearest To The Pin (Men): Edi Hadiputra 33 cm
Nearest To The Pin (Ladies): Frisca 591 cm
Nearest To The Line (Man): Eddy Kartolo 1 cm
Nearest To The Line (Ladies): Desi 105 cm
Flight Ladies
Best Net 1: Amelia Agus
Best Net 2: Christina Barek
Flight C
Best Gross: Slamet Sutrisno
Best Net 1: Herman Moeliana
Best Net 2: Johan Chandra Oey
Best Net 3: Gatot Sewandhono
Flight B
Best Gross: Sumpeno
Best Net 1: Frank Wijaya
Best Net 2: Soenjoto
Best Net 3: Setiadi Cang
Flight A
Best Gross: Onggowidikdojo
Best Net 1: Handoko Tejo
Best Net 2: Sugiono Pandy
Best Net 3: Ansori
Overall
Best Gross Overall: Joyada Siallagan 77
Best Net Overall: Tjintarto Kartawidjaya 64 (hcp 19)
