Rory McIlroy memprediksi akan terjadi eksodus besar-besaran pemain dari LIV Golf setelah liga tandingan tersebut resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab-11 (Chapter 11 bankruptcy protection) di Amerika Serikat. Komentar pedas ini disampaikan oleh McIlroy dalam konferensi pers Rabu (9/9) menjelang upayanya mempertahankan gelar di turnamen Amgen Irish Open yang berlangsung di Trump International Golf Links, Doonbeg, Irlandia.
McIlroy menilai bahwa kolapsnya finansial LIV Golf akibat penarikan dana dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi merupakan titik balik yang menguntungkan bagi ekosistem golf dunia. Langkah hukum kebangkrutan ini otomatis membuat kontrak bernilai fantastis para pemain bintang menjadi cacat hukum, sehingga mereka kini bebas untuk hengkang.
McIlroy menyoroti bahwa proyeksi liga baru bentukan mereka tidak akan lagi semenarik saat awal kemunculannya.
“Saya tidak berada di posisi mereka, tetapi LIV di awal terlihat jauh lebih menarik daripada apa yang mungkin ditawarkan oleh ‘LIV 2.0’ dari sudut pandang finansial,” ungkap sang juara major.
Akibat pengajuan bangkrut yang dianggap melanggar kesepakatan kontrak awal, para pemain kini memiliki celah hukum untuk keluar.
“Saya tidak mencoba meramal masa depan, tetapi saya memprediksi Anda akan melihat beberapa pemain pergi, karena mereka sekarang bebas melakukannya setelah kontrak dilanggar akibat pengajuan kebangkrutan tersebut,” tambah McIlroy.
Keuntungan bagi DP World Tour dan PGA Tour
Kembalinya para pegolf top dunia ke tur tradisional dinilai akan mendongkrak kualitas kompetisi. Menurutnya, situasi ini memaksa tur besar seperti PGA Tour dan DP World Tour untuk mengambil keputusan krusial terkait mekanisme kembalinya para pemain pembangkang tersebut.
Kehadiran para pemain bintang ini dianggap akan memperkuat kompetisi lokal.
“Secara keseluruhan, dengan melihat bagaimana segala sesuatunya berjalan, ini adalah hal yang sangat baik untuk ekosistem golf. Ini hanya akan membuat turnamen-turnamen ini menjadi lebih kuat dengan lebih banyak pemain kompetitif di dalamnya,” jelas pegolf peringkat dua dunia tersebut.
Krisis di internal LIV Golf sendiri kian memuncak setelah dokumen pengadilan menunjukkan mereka terlilit utang antara $500 juta hingga $1 miliar kepada lebih dari 1.000 kreditur. Ironisnya, beberapa nama besar yang saat ini bermain di Irish Open—termasuk Jon Rahm—tercatat sebagai kreditur utama yang belum dibayar, di mana Rahm sendiri masih diutangi sebesar $7,5 juta.
