Cameron Smith tidak memenangkan event LIV pertamanya, tetapi masih mengantongi cek besar dan merasa dia melakukan hal yang benar meski para kritikus berkata lain.
Cameron Smith mendapatkan lagi 1.5 juta USD atau setara dengan 22 miliar rupiah setelah event LIV Golf pertamanya, uang imbalan yang tidak diperlukan adanya kemenangan.
Tetapi, senyum lebar dan antusias yang tidak bisa ia kontrol setelah kegagalannya menyabet juara merupakan indikasi ia adalah golfer yang santai, meski lebih banyak menarik kritikan daripada ucapan selamat untuk orang Queenslander ini.
Sejumlah pegolf hebat termasuk Gary Player dan Fred Couples menyerang Smith, pemain nomor 2 dunia yang menduduki gelar juara British Open, karena ia meninggalkan PGA Tour, Player mendeklarasikan “Bagaimana bisa kamu jadi juara di tour dengan 54 hole dan tidak ada cut?”
Mantan kapten European Ryder Cup Paul McGinley juga mengatakan pada akhir pekan bahwa pemain di European Tour tidak mau berurusan dengan perubahan LIV, termasuk juga diantaranya para pahlawan tim Ian Poulter dan Lee Westwood.
Tetapi Smith menunjukkan keahliannya ke event Boston, dan upayanya mengejar kemenangan terhambat oleh pukulan driving-nya yang melenceng di hole kedua dari terakhir, ia berujung mendapatkan skor bogey. Ia pun harus mengikuti playoff, yang dimenangkan oleh Dustin Johnson, juara 2020 Masters.
Tetapi setelah menyebut LIV “masa depan golf” pekan lalu, para fans menyerukan namanya “Cam, Cam, Cam” di Boston saat ia menyelesaikan ronde final 63, lalu ia menyebut pekan debutnya “seperti mimpi.”
“Setiap aku ke sini selalu ada orang yang menyemangatiku,” kata Smith setelah ronde penutupnya.
“Aku tak tahu apakah itu karena rambut mullet-ku. Kompetisi di sini sangat fantastis, suasananya riuh, dan rasanya bagaikan lapangan ini mempunyai detak jantung.”
“Aku sangat menyukainya dan tidak sabar untuk terus berjuang.”
Smith memang harus terus berjuang.
Para pemain beralih ke LIV untuk jadwal yang lebih ringan dibandingkan dengan musim PGA Tour yang membebani dan berliku-liku.
Tetapi Smith bersama sesama pemain kontrak LIV ─ orang Australia tersebut menandatangani perjanjian yang kira-kira bernilai 140 juta USD ─ mereka harus bermain 4 event lagi dalam waktu 7 minggu.
Event LIV selanjutnya akan berangkat ke Chicago dari 16-18 September, lalu Thailand (7-9 Oktober), Arab Saudi (14-16 Oktober) sebelum kembali lagi ke Amerika Serikat untuk musim final di Miami (27-30 Oktober).
Setelah itu Smith dan tiga orang Australia lainnya di tim “Punch GC” miliknya ─ Marc Leishman, Matt Jonesm dan Wade Ormsby ─ akan pergi ke Australia untuk PGA dan Open di bulan Desember.
Tim orang-orang Australia tersebut hanya bisa selesai dengan skor seri di posisi ke-6 di antara 12 tim setelah Leishman dan Jones selesai dengan skor seri pada urutan ke-26 dan Ormsby selesai di urutan ke 43 dari 48 pemain.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


