SEPERTI kita ketahui bahwa 4 atlet golf putri Indonesia telah menyelesaikan round #2 Jumat, dan dari batas skor yang telah ditentukan oleh Komite Pertandingan Women’s Amateur Asia Pacific Golf Championship hanya 1 orang atlet Indonesia yang lolos cut off yakni Elaine Widjaja yang mencetak skor even par 71 pada round #1 dan 69 atau 2 under pada round #2.
Dalam perbincangan bersama Media GolfJoy, Coach Alga Topan mengungkapkan, walaupun belum berhasil lolos cut off, namun apa yang telah ditunjukan oleh Sania Talita Wahyudi, Thea Jessica Tan dan Rayi Geulis Zullandari pada round #1 dan round #2 — masing-masing dengan skor +11, +13 dan +16 — itulah hasil maksimal yang bisa dicapai.
“Tentu semua usaha yang telah mereka capai, ini belum cukup untuk bisa finish dengan skor terbaik,” kata Alga Topan.
“Tapi, menurut saya, itu bukan akhir dari segalanya. Karena event ini merupakan salah satu event besar yang dijadikan sarana try out bagi atlet golf putri kita dalam persiapan jangka panjang menuju event-event besar lainnya. Salah satunya adalah Queen Sirikit Cup,” tambahnya.
Coach Alga Topan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penilaian kembali apa yang telah dilakukan para pemain — baik teknik maupun mental terutama kecerdasan bermain dalam menghadapi lapangan yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi seperti di Hoiana Shores Golf Club tempat diselenggarakannya Women’s Amateur Asia Pacific Golf Championship.
SANGAT AGRESIF
Menjawab pertanyaan tentang keberhasilan Elaine Widjaja yang berhasil lolos cut off, Coach Alga mengungkapkan bahwa Elaine bermain sangat agresif dengan mencetak 6 birdie pada round #2.
“Setelah Elaine yang sejak setahun lalu namanya tercatat sebagai mahasiswa di University of California lolos cut off, saya berharap Elaine bisa terus menjaga performa permainannya dan berhasil finish di peringkat yang terbaik,” kata Alga Topan dengan nada penuh optimisme.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sekretaris Jendral PB PGI, Suharsono. “Keberhasilan Elaine lolos cut off karena di sana (Amerika.red.) porsi latihan dan teknik latihannya lebih baik,” kata Sekjen PB PGI yang akrab disapa dengan panggilan Cing Cing Suharsono dalam perbincangan bersama Media GolfJoy.
“Maksudnya, Jend?”
Mendengar pertanyaan tersebut, Cing Cing Suharsono langsung menyahut. “Terus terang latihan fisik untuk golf di sini kurang membangun otot yang dipakai untuk golf,” katanya.
Terkait dengan kegagalan 3 atlet golf putri Indonesia yang tidak lolos cut off, Sek.Jend PB PGI di bawah pimpinan KPH Japto S Soerjosoemarno, mengungkapkan bahwa kegagalan tersebut harus dijadikan inspirasi dan motivasi mereka bertiga untuk berlatih lebih giat lagi.
“Kalau memang pertandingannya kurang, latihannya harus tetap dan jangan dikurangi,” katanya. “Jangan dibiasakan ada pertandingan baru berlatih!” tambah Cing Cing Suharsono menegaskan sekaligus mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.
(Tulisan Toto Prawoto – Foto Dokumentasi)
