Eryk Armando Talla, seorang pengusaha sekaligus pegolf nasional, memiliki impian yang sama seperti kita semua: pegolf Indonesia mampu berbicara di tingkat Olimpiade. Bagaimana caranya mewujudkan impian tersebut? Eryk memaparkannya dalam tulisan berikut ini.

Eryk mengenal golf pada akhir 2008, tapi baru aktif turun ke lapangan sejak 2009. Sedikitnya tiga kali seminggu dia memainkan olahraga ini.  

Sebelum hobi bermain golf, Eryk gemar sepak bola, bahkan ia menjadi manajer klub Persekam Metro F.C. Malang. “Tapi mengingat usia sekarang saya main futsal hanya bisa tahan 10 menit. Di golf, saya mampu bermain 45 hole dalam satu hari,” kata pria yang kini berusia 43 tahun itu.

Eryk mengaku merasa tertantang untuk bisa bermain golf setelah melihat teman-temannya yang menjadi pemain pro memukul swing dengan bagus. ”Mereka bisa, saya juga harus bisa. Mampu memukul bagus, lalu bola terbang tinggi dan jatuh di tempat yang diinginkan, itu sangat exciting bagi saya,” demikian Eryk. ”Dapat over par saja saya sudah senang, apalagi under par.”

Kecintaannya pada golf mendorong dia untuk bisa berbuat lebih banyak bagi kemajuan  olahraga ini. Eryk ingin ada pegolf Indonesia yang mampu tampil di Olimpiade dan bendera merah putih bisa berkibar di ajang ini. Namun jika para pemain kita kurang mendapat pengalaman karena minimnya turnamen di tanah air seperti yang terjadi saat ini, keinginan itu hanya menjadi impian selamanya.

Untuk itulah dengan dukungan dari teman-temannya, Eryk mengajukan diri untuk menjadi bakal calon Ketua Umum PGA Tour of Indonesia (PGATI) Periode 2020 – 2024. Menurut Eryk, PGATI harus mampu menciptakan banyak turnamen lokal yang terkorelasi dengan Order of Merit dan OWGR. “Kalau turnamen kita tidak terkorelasi dengan OWGR, ya percuma,” ujar Eryk.

Seperti diketahui, Rapat Umum Anggota (RUA) PGA Tour of Indonesia 2020 yang menurut rencana dilaksanakan pada 2 Maret di Hotel Century, Senayan – Jakarta Pusat memiliki agenda utama yakni memilih Ketua Umum PGA TI Periode 2020 – 2024. Tahun lalu — jauh sebelum RUA akan digelar — “kasak-kusuk” siapa bakal calon yang akan maju sebagai Ketua PGA TI periode 2020-2024 mewarnai kehidupan sehari-hari terutama di kalangan pegolf profesional di tanah air.

Waktu itu ada tiga nama yang selalu menjadi bahan perbincangan. Mereka adalah Marcel Jacob, Ari Sutedi dan Eryk Armando Talla. Marcel adalah nama yang sangat familier di lingkungan komunitas golf utamanya golfer reguler. Dan, pada masa mudanya dia juga pegolf junior yang handal. Selain itu, di kemudian hari, Marcel yang kini dikenal sebagai pengusaha, juga pernah belajar golf secara akademis di Amerika Serikat. Sementara Ari Sutedi yang dikenal sebagai “orang bola”, juga sangat peduli terhadap perkembangan olahraga golf di Indonesia.

Sedangkan Eryk Armando Talla selain dikenal sebagai pengusaha seperti halnya Ari Sutedi, Eryk juga dikenal sebagai “orang bola”. Bedanya, kalau Ari Sutedi namanya identik dengan klub sepakbola Pelita Bandung Raya, nama Eryk Armando Talla identik dengan klub sepakbola ternama yakni Persekam Metro F.C. Malang. Menurut Eryk, aturan yang tertuang di dalam AD-ART PGA Tour of Indonesia, tidak memungkinkan Marcel Jacob maupun Ari Sutedi untuk maju menjadi bakal calon Ketua Umum PGA TI periode 2020-2024.

“Sebetulnya saya tidak punya niat untuk maju. Tapi, karena Bung Marcel dan Kang Ari niatnya untuk maju menjadi bakal calon Ketua Umum PGA TI periode 2020-2024 terhalang oleh ketetapan peraturan yang ada di AD-ART, akhirnya saya yang maju,” ungkap Eryk. Salah satu persyaratan untuk menjadi bakal calon Ketua PGATI adalah calon harus sudah menjadi anggota minimal selama 5 tahun. ”Kang Ari belum 5 tahun menjadi anggota, sementara Bung Marcel sama seperti saya masa keanggotaannya, tapi dia belum pernah menjadi pengurus dalam tingkat nasional.” Menurut Eryk, Ari dan Marcel memiliki visi dan misi yang sama dengan dirinya. “Ari dan Marcel sebagai anak bangsa memiliki visi dan misi yang cukup maju untuk golf Indonesia. Kami akan rangkul mereka untuk bersama memajukan PGATI supaya lebih terbuka dan seksi sehingga para stakeholder tertarik untuk turut membangun golf profesional Tanah Air.”

Eryk menyinggung visi dan misinya apabila dia terpilih menjadi Ketua Umum PGA TI periode 2020-2024.

Salah satunya dia akan memperbanyak jumlah event pro lokal yang akan digelar di golf course-golf course standard championship yang ada di seluruh Indonesia. “Rencananya nanti kalau floor menghendaki saya untuk memimpin PGATI, selain akan menggelar tour reguler selama tiga sampai empat hari, saya juga berencana menyelenggarakan mini tour yang waktunya hanya dua hari,” katanya. Minimal dalam setahun, ada 8 turnamen reguler dan 8 mini turnamen yang digelar di Indonesia. “Di antara turnamen reguler dan mini tournament itu tetap kita akan sisipkan turnamen regional, seperti ADT dan Asian Tour.”

Eryk mengungkapkan bahwa hadiah yang diperebutkan dalam reguler tour antara 350 juta hingga 400 juta rupiah. Sedangkan hadiah yang diperebutkan di mini tour antara 200 juta hingga 250 juta rupiah. Lalu bagaimana caranya menarik sponsor untuk turnamen ini? Menurut Eryk, golf profesional kita kurang terbuka dengan para stakeholder dan pengusaha. “Sekitar 90 persen pengusaha kita kan main golf. Pegolf profesional kita harus dekat dengan mereka, jangan eksklusif,” kata Eryk.Karena itu, Eryk berencana mengadakan sejumlah event, baik pro-am maupun charity, yang bisa mendekatkan para stakeholder dengan pegolf pro sehingga bisa terjalin sinergi.

Eryk Armando Talla sadar betul bahwa hanya melalui turnamen lokal yang berjumlah banyak dan diselang-seling dengan mini tour, maka profesional golf di Tanah Air akan bisa mengejar ketertinggalan mereka dengan sesama pro dari negara di kawasan Asean yang sebelumnya mereka belajar dari profesional golfer di republik ini. “Saya merindukan Kasiadi-Kasiadi dan Rory Hie-Rory Hie baru!” ujar Eryk Armando Talla, menegaskan.

Lebih jauh Eryk pun kelak akan memperhatikan keberadaan generasi millenial utamanya para pegolf junior dan amatir agar karir mereka di golf berkelanjutan, “Tidak hanya asyik dengan gadget yang mereka punya,” tukas Eryk sambil tersenyum penuh arti.

Terlepas dari persoalan apakah Eryk akan terpilih atau tidak sebagai Ketua Umum PGA Tour of Indonesia, yang jelas ketika GolfJoy menghubungi beberapa pro yang tahun lalu ”berkasak-kusuk” memperbincangkan kandidat bakal calon Ketua Umum PGA TI periode 2020-2024, mereka mengaku semangat mereka bangkit kembali setelah mereka mendengar Eryk Armando Talla mencalonkan diri.

(Foto: Syam Al Aminy)