FeaturedKomunitas

Golf Tournament IKA Undip Jakarta 2025 Usung Act For Humanity Support Difablepreneur & Berikan Donasi Rp50 Juta


Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, IKA Undip ingin menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu menciptakan kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas. 
 

Ada sedikit yang berbeda dengan pelaksanaan turnamen golf yang dihelat oleh Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) Jakarta yang bertajuk Golf Tournament IKA Undip Jakarta “Act For Humanity Support Difablepreneur” pada Minggu Siang, 9 November 2025 di Rancamaya Golf & Country Club, Bogor, Jawa Barat.

Sebelum diserahkannya tropi piala kepada pemenang turnamen, anak-anak penyandang difabel (tuna rungu, ADHD, dan disleksia) yang tergabung dalam Pelatihan Difabelpreneur kolaborasi IKA Undip Jakarta, Yayasan Cakrawala dan Difabiz Academy, itu mendemontrasikan proses pembuatan beverage seperti ice tea, blue ocean dan lychee tea sebanyak 25 gelas, yang kemudian ditawarkan atau dihidangkan kepada seluruh peserta dengan membayar dengan harga tertinggi dari biasanya di pasaran.

Alhasil, tiga jenis beverage buatan Dipabelpreneur tersebut ludes terjual dengan harga sebesar tiga juta tiga ratus ribu rupiah plus 100 dollar Singapura.

Ya, itulah aksi nyata dari sekian banyak kepedulian sosial yang kerap dilakukan oleh DPD IKA Undip Jakarta terhadap sesama dan masyarakat yang membutuhkan. Menjadi manusia yang hakiki dan maslahat bagi sesama manusia adalah salah satu visi yang diemban oleh para Iakatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) dalam berkehidupan ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

“Acara golf pada hari ini merupakan ajang silaturahmi, serta sarana komunitasi terhadap program Difablepreneur yang luar biasa. Turnamen kali ini diikuti 141 pegolf dan yang menarik adalah banyak peserta dari luar UNDIP,” kata Kresno Buntoro, Ketua Panitia Golf Tournament IKA Undip Jakarta 2025 yang merupakan alumni Fakultas Hukum Undip Angkatan 1985.

Mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, IKA Undip Jakarta menjadikan turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi di lapangan hijau. Setiap peserta hadir tidak hanya sebagai golfer, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu menciptakan kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini diharapkan mampu menggalang dukungan bagi berbagai program pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar bagi para difablepreneur di Indonesia.

SHOW MORE IMAGES +

Pada kesempatan sambutan di atas podium, Ketua DPD IKA Undip Jakarta Noor Rachmad yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Angkatan 1978, memberikan apresiasi kepada tim kepanitiaan yang sudah mulai menerima mandat sejak 6 bulan yang lalu, dan mulai berkerja spartan sejak tiga bulan yang lalu sehingga turnamen golf berbalut kepedulian sosial ini berlangsung dengan sukses.

“Saya mengapresiasi semua panitia, sponsor dan para peserta yang membuat acara ini terlaksana dengan baik. Acara ini sangat luar biasa. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak program kerja yang dicanangkan dan dikerjakan oleh DPD IKA Undip Jakarta, salah satunya adalah bakti sosial yang merupakan salah satu visi anggaran dasar kami yaitu bermanfaat bagi masyarakat, universitas, dan alumni. Nah, ini merupakan salah satu program lima tahunan dan kali ini melalui Difablepreneur, kami memantapkan kemampuan mereka sehingga dia lebih bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Melalui bisnis kopi juga kami kiranya dapat membantu meningkatkan kualitas mereka menjadi barista. Kami berharap program ini kedepannya dapat berkelanjutan,” demikian ungkap Ketua DPD IKA Undip Jakarta, Noor Rachmad.

Di turnamen golf ini juga, IKA Undip Jakarta juga menyalurkan donasi senilai Rp 50.000.000 yang akan digunakan untuk mendukung Pelatihan Pemberdayaan Difablepreneur, Seminar & Pelatihan Barista. Bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen alumni Undip dalam memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi komunitas difabel agar lebih mandiri secara ekonomi dan kreatif dalam berwirausaha.

Suasana turnamen berlangsung penuh semangat dengan kombinasi kompetisi dan kegiatan sosial. Selain pertandingan utama, acara juga menampilkan bazar produk difablepreneur, sesi networking antaralumni, serta pengumuman pemenang dalam berbagai kategori seperti Best Gross, Best Nett, dan Novelties. Panitia menyiapkan sejumlah hadiah menarik serta door prize bagi peserta yang beruntung, sementara sebagian hasil turnamen juga dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi difabel.

“Hari ini bukan sekadar main golf, namun perayaan nilai-nilai kemanusian. Kebersamaan, solidaritas yang menjadi ciri khas keluar besar Undip. Melalui turnamen ini, DPD IKA Undip Jakarta mengingatkan kita, bahwa alumni Undip tidak hanya pintar dan berprestasi, tapi juga hadir dan memberi makna bagi sesama. Acara ini merupakan wujud nyata, bahwa jejaring alumni bukan hanya jaringan sosial, melainkan ekosistem kepedulian yang membuka ruang bagi difablepreneur untuk berkembang, berdaya dan mandiri dalam sektor UMKM dan industri kreatif. Di sinilah kita buktikan bahwa golf bukan hanya olahraga prestise, tapi juga lapangan solidaritas. Kami menyampaikan apresiasi dan bangga kepada DPD IKA Undip Jakarta, bahwa from campus to community benar-benar hidup. Turnamen ini menjadi ruang silaturahmi dan ruang inspirasi tempat dimana para alumni lintas generasi saling memperkuat, saling belajar, dan saling mendorong untuk berbuat baik. Semangat seperti ini merupakan fondasi penting bagi gerakan alumni Undip kedepan. Gerakan yang berkarakter, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Mari kita terus jaga semangat ini. Dari fairway Rancamaya, kita mulai langkah menuju masyarakat yang adil, lebih peduli dan lebih manusiawi. Karena alumni Undip tidak hanya berprestasi, namun juga beraksi untuk kemanusiaan,” demikian kata Abdul Kadir Karding, Ketua Umum DPP IKA Undip, yang dibacakan oleh Sutikno Ketua Bidang Seni dan Olah Raga.

Turnamen ini sekaligus melanjutkan tradisi IKA Undip Jakarta yang sebelumnya telah menggelar kegiatan serupa bertajuk “Golf for Humanity”. Melalui kegiatan konsisten seperti ini, organisasi alumni Undip memperkuat perannya sebagai komunitas yang aktif, inklusif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan menggandeng dunia usaha dan komunitas golfer, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas dampak sosial serta membuka peluang kolaborasi baru dalam pemberdayaan masyarakat difabel.

GOLF TOURNAMENT IKA UNDIP JAKARTA 2025

Overall

BGO: Endang Budiman Gross: 77 Hcp: 7 Nett: 70

BNO: Gatot “Oktasan” Gross: 91 Hcp: 22 Nett: 69     

Flight A (Hcp 1-15)

Best Nett 1: Rizak Mukti Gross: 79 Hcp: 9 Nett: 70

Best Nett 2: Kresno Boentoro Gross: 84 Hcp: 14 Nett: 70

Best Nett 3: Arya Satrio Gross: 79 Hcp: 9 Nett: 70

Flight B (Hcp 16-21)

Best Nett 1: Sutanta Gross: 85 Hcp: 16 Nett: 69

Best Nett 2: Hardiansyah Gross: 91 Hcp: 21 Nett: 70

Best Nett 3: Muslimin Gross: 86 Hcp: 16 Nett: 70

Flight C (Hcp 22-up)

Best Nett 1: Radhie N. Gross: 92 Hcp: 22 Nett: 70

Best Nett 2: Catur Agus Saptono Gross: 94 Hcp: 23 Nett: 71

Best Nett 3: Satria Nawawicaksana Gross: 95 Hcp: 23 Nett: 72

Novelties

Longest Drive #2: Satria Hendri Jarak: 300 Yard

Nearest To The Pin #6: Syamsu Danial Jarak: 210 CM

Nearest To The Line #11: Kabul Jarak: 0 CM


Related posts

Maja Stark Atasi Nelly Korda di US Women’s Open untuk Memenangkan Mayor Pertamanya

Hasim

Leonian Golf Indonesia Gelar ECCO Tournament yang Meriah

Syam

Member Chemical Golf Club Takjub Rasakan Sensasi Naik Kereta Cepat Woosh

Syam

Leave a Comment

1 × four =