ADALAH sesuatu yang sangat wajar apabila para profesional golfer di Indonesia berharap agar turnamen seri yang mereka rasakan manfaatnya seperti yang terjadi pada tahun lalu dapat terus dilanjutkan.
Selain itu mereka juga berharap agar sinergi antara PGAI dan PGATI terus diperkuat dan dipertahankan demi perkembangan dan peningkatan prestasi para anggotanya, baik di era sekarang maupun di masa mendatang, di mana olahraga golf tak hanya sebatas sebagai olahraga prestasi tapi menjadi bagian dari industri.
Mereka juga berharap apa yang selama ini telah dilakukan oleh PGATI yakni melibatkan para pegolf amatir untuk tampil bersaing bersama mereka, agar tetap dilanjutkan demi munculnya new comer yang berkualitas.
Dalam masalah yang berkaitan dengan target, pun mereka tak hanya menargetkan menjuarai local tour event, karena mereka juga berharap bisa tampil bersaing di Asian Development Tour (ADT) dan berhasil merebut gelar juara.
Bahkan di antara mereka khususnya Jonathan Wijono, tahun ini pun dia akan kembali untuk mengikuti Qualifying School (QS) Asian Tour. Dengan harapan apabila lolos QS dia akan berkiprah dalam rangkaian event yang diselenggarakan oleh Asian Tour.

Meskipun begitu di antara nama-nama pro yang diminta keterangannya, baik tertulis maupun berbincang langsung melalui telepon besama Media GolfJoy, ternyata ada juga yang tetap akan berusaha untuk tampil bersaing di tingkat lokal tapi dia “angkat tangan” bila tampil bersaing di luar negeri!
Kenapa?
“Karena saya sekarang sudah punya pekerjaan tetap dan full time di Apotek membantu di bagian online dan inventory, Om,” kata George Aditya Gandranata, Profesional Golfer bergelar Sarjana Apoteker, dalam perbincangan bersama Media GolfJoy pada 31 Desember 2023 lalu.

“HADIR” SEKALIGUS “DIUJI”
Dalam perbincangan bersama Jonathan Wijono, George Aditya Gandranata, Beni Kasiadi, Syukrizal, Almay Rayhan Yaquta, Asep Saefulloh, Sandro Bernard, Peter Gunawan, Fahmi Reza dan Nurdana — baik langsung maupun tertulis — kepada Media GolfJoy mereka menyatakan sangat gembira.
Karena, menurut mereka, baru pada tahun 2023 lalu keberadaan mereka sebagai Pro benar-benar “hadir” sekaligus “diuji” profesionalitas mereka sebagai seorang pro melalui event Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) yang diselenggarakan oleh PGATI presented PT Indonusa Jasa Pratama dan Anargya Aset Manajemen sebanyak 20 series.
Seperti kita ketahui bahwa turnamen ITGPS tersebut dimulai pada Maret 2023 dan berakhir pada Desember 2023, dan total hadiah yang diperebutkan di setiap series-nya antara Rp 250.000.000,- (Duaratus Lima Puluh Juta Rupiah) hingga Rp 400.000.000,- (Empatratus Juta Rupiah).
Diakui atau tidak, sepanjang sejarah keberadaan Asosiasi Golf Pro di Indonesia yang berdiri sejak lebih kurang sekitar empat setengah dekade lalu, Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) adalah series turnamen pertama yang digelar di golf course-golf course ternama yang tersebar di kota-kota besar di Tanah Air.
Dengan demikian ketika Media GolfJoy secara spesifik menanyakan tentang target yang ingin dicapai pada 2024, mereka secara tegas menyatakan bahwa mereka akan berusaha seoptimal mungkin untuk aktif berpartisipasi setiap kali PGATI menggelar turnamen. Paling tidak tahun ini mereka bisa kembali merebut gelar juara seperti tahun lalu.
Sementara bagi mereka yang tahun lalu masih sebatas sebagai peserta aktif, mereka pun tidak ingin ketinggalan dengan rekan-rekan mereka yang pada tahun lalu baru satu kali merebut gelar juara.
ORDER OF MERIT
Selain akan berusaha untuk merebut gelar juara, mereka juga berharap bisa masuk ke dalam kelompok 10 besar Order of Merit pada musim kompetisi yang akan mereka ikuti pada 2024 ini.
Dan, terlepas dari masalah prize money yang nantinya akan mereka peroleh, yang jelas pada era sebelumnya target untuk memperoleh Order of Merit, diakui atau tidak, memang relatif jarang menjadi topik pembicaraan.
Dengan kata lain, tanpa bermaksud mengabaikan dan atau memandang dengan sebelah mata terhadap keberadaan pendahulu atau para senior mereka di kancah persaingan Pro lokal pada tahun-tahun sebelumnya, yang jelas para Pro lokal saat ini memang jauh lebih banyak memiliki peluang untuk memperoleh Order of Merit.
Salah satunya adalah melalui event ITGPS – PGATI presented Indonusa Jasa Pratama dan Anargya Aset Manajemen, di mana pada musim kompetisi 2023 lalu Jonathan Wijono merebut gelar juara sebanyak 6 kali, disusul Beni Kasiadi 3 kali dan Syukrizal 2 kali.
Sedangkan Nasin Surachman, Kentaro Nanayama, Peter Gunawan, Naraaji Emerald Ramadhan Putra, Mochamad Seandy Alfarabi, Rory Hie, Kevin C Akbar, George Aditya Gandranata dan Nurdana masing-masing merebut 1 kali juara.
Berikut adalah nama-nama pemain yang masuk posisi 10 besar Order of Merit setelah Indonesian Tourism Golf Pro Series 20 berakhir di Merapi Golf Club, Magelang, Jawa Tengah pada Desember 2023 lalu — sebagaimana file data yang Media GolfJoy peroleh dari PGATI.
1. Jonathan Wijono Rp 807.730.399,-
2. Kevin C Akbar Rp 603.228.583,-
3. Benita Kasiadi Rp 390.025.217,-
4. Syukrizal Rp 304.269.261,-
5. Bradhley Taslim Rp 248.383.082,-
6. Naraajie Emerald Ramadhan Putra Rp 205.727.291,-
7. Rory Hie Rp 201.008.498,-
8. Indra Hermawan Rp 196.766.833,-
9. Nasin Surachman Rp 166.388.732,- (T2)
10. Almar Rayhan Yaquta Rp 165.032.938,- (T2).
—
Tulisan Toto Prawoto. Foto GolfJoy
—Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!

