Milanka Azwar, pegolf junior Indonesia yang bertanding di Class D Girl rebut Best Gross Overall sektor putri.
Kedua pegolf junior asal Indonesia Jayawardana Dornan, dan Kitpat Hamilton dari Thailand, memasuki final round pada Kamis, 30 April 2026 hanya berselisih dua stroke saja, namun Jayawardana masih pimpin leaderboard sementara The JGS Elite Junior International Championship 2026.

North Course Royale Jakarata Golf Club, di siang itu, benar-benar menjadi ujian berat bagi siswa JAGA (Junior Asian Golf Academy Thailand) asal Bali tersebut. Dua pinalti (bolanya masuk air red.) yang dibikin oleh atlet nasional di empat hole terakhir, tak ayal, membuatnya berfikir keras guna mengembalikan permainan keperforma sejatinya, plus tetap tenang.
Andai saja, Kitpat menorehkan dua kali birdie di dua hole terakhir (hole #17 & 18 North Course) dan Jayawardana hanya membukukan par dan bogie di hole yang sama, maka, pertandingan menuju tangga juara harus dijalani babak play-off guna menentukan pemenangnya.

“Hari ini (ronde final) ada banyak pressure karena Kitpat sudah close to me. Aku sudah fikir dari first hole, main even atau under satu, itu sudah safe buat aku. Tapi ada dua pinalti di last 4 holes (hole #6 & #9 North Course), so it little bit harder for me. Itu mungkin ada salah di swing saya, karena sebelum ini tidak banyak waktu untuk aku practice buat turnamen, makanya swing ku not amazing right now, so I had to played with it and still came out on top. Usai pulang mengikuti turnamen di Jepang, dan balik ke Bali, aku hanya sekali berlatih di Bali dan sehari di Royale, jadinya menurutku aku kurang practice untuk menhadapi turnamen The JGS Elite Junior International ini, ungkap Jayawardana kala dimintai keterangan permainannya seusai pertandingan oleh para awak media.
Namun pada akhirnya, meski Jayawardana menuai bogey di hole pamungkas dan Kitpat mencetak birdie, justru keduanya mencetak skor yang sama, yaitu 74 pukulan atau 2-over par. Dengan hasil even par dari total skor 216 (68-74-74), Jayawardana masih tetap unggul dua stroke atas Kitpat Hamilton. Kesuksesan ini pun mendapuk dirinya sebagai pemenang Best Gross Overall Boy.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya, yakni Prakasa Alfa Rizqi, secara mengejutkan membuat rekor lowest score of the day di ronde final dengan 71 pukulan atau 1-under par. Sehingga tak pelak, Alfa, begitu ia disapa, posisi diakhir menduduki tempat ketiga atau second runner up dibawah Jayawardana. Hasil ini pun juga melangkahi pegolf junior dari NJDP Malaysia Mohammad Danial Nazari, yang di dua ronde sebelumnya selalu ties dengan Alfa, 151 pukulan.

“Aku ngerasa sangat bersyukur dan bangga bisa jadi 2nd runner up. Perjalanannya nggak mudah, karena selama prosesnya, aku harus menghadapi banyak tantangan mulai dari rasa capek saat latihan yang padat, pressure saat kompetisi, sampai momen di mana aku sempat meragukan diri sendiri. Tapi justru dari situ, aku belajar banyak tentang disiplin, konsistensi, dan percaya sama proses. Untuk persiapan aku di kejuaraan ini, aku fokus ke mental, fisik, dan strategi. Dari mental, aku belajar untuk stay calm dan tetap percaya diri, especially when I’m under pressure. Secara fisik, aku jaga kondisi dengan latihan rutin seperti gym dan pola hidup yang lebih teratur. Dan dari sisi strategi, aku lebih fokus ke cara aku membaca jalannya permainan. Aku coba tetap sabar, nggak terlalu terburu buru ambil keputusan, dan lebih konsisten di setiap kesempatan. Selain itu, aku juga belajar dari pengalaman sebelumnya ngelihat apa yang kurang dan memperbaikinya. Jadi di kompetisi ini aku bisa main lebih matang dan terkontrol. Dan yang ngga kalah penting, setelah semua usaha dan latihan yang cukup, aku juga ngga lupa untuk berdoa, because i believe hard work and prayer should go hand in hand. Buat aku, pencapaian ini bukan akhir ini, it’s a turning point where i keep growing, improving, and becoming stronger ke depannya. And i wanna say thank you to my parents who always support me when im up and down they still support me,” demikian ungkap Alfa kepada Medai GolfJoy Indonesia atas performa penampilannya di The JGS Elite Junior International Championship 2026.
Perwakilan dari pegolf putra NJDP MGA Malaysia Muhammad Danial Nazari, menyatakan meski dirinya berhasil mendapatkan medali dari hasil runner up ketiga, tetapi menurutnya bila penampilannya di kejuaraan ini tidak seperti yang diharapkan.

“Tentu saja, Ketua NJDP MGA, Bapak Fauzi inginkan kami bermain dengan skor yang bagus, dan jika beruntung kami bisa menuntaskan pertandingan di sini dengan berada di podium sebagai juara jika memang ada rejekinya. Selama tiga ronde, permainan saya di hari pertama saya bermain dengan skor 4-over par, dimana di saat itu saya melakukan kesalahan sepele. Dan di hari kedua, saya bermain lebih baik, dimana saya berhasil mencetak skor 3-over, meski membuat kesalahan-kesalahan kecil saja. Dan di final ronde saya bermain dengan 2-over. Memang ini hasil yang baik, tapi saya tidak bisa mewujudkan target pribadi dan ekspektasi saya sebagai pemenang. Namun demikian, pastinya saya mendapatkan pelajaran dari turnamen yang sudah saya jalani ini. Tantangan permainan saya di Royale Jakarta ini ada di permainan short game, yaitu di green dan sekitaran green. Seperti saya bingung membaca line, dan kondisi bunker yang menyulitkan permainan chipping saya,” begitu ucap Muhammad Danial Nazari kepada Media GolfJoy Indonesia.
Passion Hsu raih poin WAGR, Milanka sabet BGO
Di sektor putri, nama Passion Hsu akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan poin WAGR tambahan, dimana sebelumnya berada di posisi ke-1035. Per Rabu (6/5/2025) posisi Passion terangkat signifikan sebanyak 66 peringkat, dan kini duduk diperingkat 969 dunia.

Walau meski dalam kondisi yang dinyatakan sendiri kebugarannya belum fit 100 persen pasca bertanding di Taiwan, Passion masih sanggup menaklukkan rintangan Royale Jakarta GC dan sukses mendulang total skor 224 atau 8-over par.
“Sebelum bertanding di kejuaraan ini, minggu lalu, saya baru saja mengikuti kejuaraan TLGA Taiwan Ladies Amateur Open Championship 2026 di China Taipe dan merebut juara junior lwest dan peringkat ties tujuh. Jadi itu modal bagus untuk mental dan konfidensi saya di The JGS Elite Junior International Championship ini. Pastinya, permainan saya mengalami up and dow selama tiga ronde di sini. Saya mendapatkan beberapa kali skor double (5 kali bogey), 12 bogey, 11 kali birdie, dan satu eagle selama tiga ronde. Beruntung saya masih bisa enjoy karena satu pairing dengan kawan saya asal Malaysia Nurlyana Yasmin selama tiga hari ini,” begitu ucap Passion Hsu dan mengakui lapangan Royale Jakarta cukup menantang baginya karena baru pertama kali bermain di sini.
Namun begitu, sebagai pemenang Best Gross Overall (BGO) sektor putri direbut oleh Milanka Azwar dari Indonesia. Milanka yang bertanding dikategori Class D Girl memang tampil solid dan konsisten selama tiga ronde yang dimainkan dari tee-box Orenye dengan total jarak 3.500 hingga 4.500 meter untuk 18 hole pertandingan.

Kakak dari pegolf junior putri yang tampil di Class E Girl Shaneen Kyree Azwar, sukses membukukan total skor selama tiga ronde yaitu 219 atau 3-over par. Yang fenomenal, di ronde terakhir, Milanka sanggup mencetak 71 pukulan atau 1-under par dengan memperoleh 6 kali birdie, 5 bogey dan selebihnya par.

Ya, tirai pembinaan lewat kejuaraan junior yang digagas The JGS Indonesia ini baru saja dibuka. Masyarakat golf dan para stake holder Tanah Air, tentunya, punya asa jika masa depan pegolf junior Indonesia bisa mendunia. Bibit-bibit pegolf handal Merah-Putih bisa lahir dari rahim The JGS Indonesia.
