Dalam rentang dua hari, Justin Thomas telah beralih dari pemain favorit ke pemain biasa saja.

Thomas memasuki Sony Open minggu ini sebagai favorit taruhan untuk menang di Waialae Country Club, tetapi putaran 72-71 membuat dia pulang lebih awal di Honolulu.

“Saya bermain seperti nggak bermutu, jadi saya pantas ambil libur akhir pekan,” kata Thomas kepada wartawan setelah putaran Jumat.

Kinerja 3-over Thomas mengejutkan, terutama mengingat permainan bagus Thomas saat ini dan rekor Sony sebelumnya. Minggu lalu, Thomas mengalahkan Patrick Reed dan Xander Schauffele dalam playoff untuk memenangkan Sentry Tournament of Champions di Kapalua, dan pada 2017, Thomas menembak 59 di babak pembukaan sebelum menang di Waialae, di mana ia juga telah memposting finish T-16 atau lebih baik di masing-masing dari dua edisi terakhir.

Reed juga melewatkan cut di 3 over setelah menembakkan 4-over 74 di Putaran 2.

“Mungkin agak lelah dari minggu lalu,” kata Thomas.

Kegagalan lolos cut dari Thomas ini akan menjadi yang pertama sejak US Open musim panas lalu dan baru yang ketiga sejak awal musim PGA Tour 2017-18.

Dalam kondisi berangin di Waialae, Thomas memukul bola dengan baik, bahkan memimpin lapangan dengan pukulan keras off-the-tee pada hari Kamis. Namun, short game dan pukulan approach-nya sangat mengecewakan.

Babak kedua Thomas 71 termasuk empat birdie, meskipun tiga dari mereka datang di lima hole terakhirnya. Thomas juga mencatat dua double bogey.

“Hanya tidak sesuai harapan saja,” kata Thomas. “Maksud saya, ini sangat, sangat sulit di luar sana. Tapi saya bermain bagus. Saya seharusnya bisa bermain cukup bagus untuk berada di 4 atau 5 under dan tetap dalam persaingan. Sayangnya saya gagal setiap putt. Yeah, ini hanya beberapa hari yang sulit.”

Sumber: Golf Channel. Foto: Getty Images