DUA pegolf junior Kenneth Henson (Pengprov DKI Jakarta) dan Abigail Rhea (Pengprov PGI Bali) yang tampil bersaing di Kategori Kelas A Putra dan A Putri Kelompok Umur 15 – 18 Tahun, akhirnya menjadi yang terbaik dalam Kejurnas Golf Junior 2026.
Kenneth selama dua hari membukukan total skor 140 pukulan (73-67) atau -2, dan Abigail membukukan total skor 148 pukulan (70-78) atau +6.
Seperti diketahui bahwa para peserta baik putra maupun putri yang bersaing di Kategori A dan B Kelompok Umur 13 – 14 Tahun, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Komite Pertandingan seharusnya bermain sebanyak 54 hole pada Kamis (22 Januari 2026).
Namun, round #3 final Kejurnas Golf Junior 2027 — sebagaimana yang disampaikan Alfin Sulaiman sebagai Ketua Panitia Kejurnas Golf Junior 2026 — tidak dapat dilaksanakan berdasarkan hasil rapat Komite, masukan dari Badan Perwakilan Nasional PB PGI serta kondisi lapangan Jakarta Golf Club, dan merujuk pada Pasal 14 TOC Kejurnas Golf Junior 2026, round 3 tidak dapat dilaksanakan karena faktor cuaca, keselamatan peserta dan kondisi lapangan.
Oleh karena itulah maka penentuan pemenang Kejurnas Golf Junior 2026 ditetapkan berdasarkan dari hasil round 1 dan round 2 untuk Kelas A dan B Putra Putri.
Dengan demikian apa yang ditorehkan oleh Kenneth dan Abigail pada Kejurnas Golf Junior 2026 merupakan sejarah yang terulang, karena hal yang sama pun pernah ditorehkan oleh Jonathan Wijono dan Rivani Adelia Sihotang beberapa tahun yang lalu dalam kejuaraan yang sama.
GOLF OLAHRAGA SPESIAL
Dalam perbincangan dengan beberapa parent yang setia mendampingi putra-putri mereka dalam kejurnas tersebut — salah seorang di antara mereka yakni Jurry Soeryo Wiharko yang tak lain adalah ayahanda Abigail Rhea mengungkapkan bahwa pada dasarnya pihaknya sangat setuju dengan keputusan Ketua Komite Pertandingan.
Karena pertimbangan cuaca tersebut bukan hanya terkait dengan scoring saja, namun yang terutama adalah keselamatan para pemain dan official yang bertugas di lapangan.
“Tentunya kami ingin ronde final dijalankan supaya kemenangan yang diraih seperti yang biasa dijalankan yakni sebanyak 54 hole,” katanya.
“Tapi golf adalah sebuah olahraga yang sangat spesial dan banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca .. Sehingga kami sangat menghargai keputusan yang telah ditetapkan oleh Komite Pertandingan,” tambah Jurry Soeryo Wiharko, menegaskan.








“TIDAK PLAYABLE”
Demikian kata Alwi Hasan yang bertindak sebagai Tournament Director Kejurnas Golf Junior 2026 kepada Media GolfJoy ketika bertanya tentang tidak dilanjutkannya persaingan di round 3.
“Kenapa round 3 tidak dilanjutkan, karena sejak pagi hujan turun lumayan lebat, sehingga kondisi lapangan tidak mungkin untuk dimainkan .. Ada beberapa hole tidak playable, baik di fairway, rough maupun di putting green.”
Lebih jauh Alwi Hasan mengungkapkan bahwa start permainan sempat ditunda selama 30 menit, sehingga tee time berubah dari pukul 06.30 WIB menjadi pukul 07.00 WIB dengan harapan kondisi cuaca bisa bersahabat dan ronde 3 bisa dimulai pada pukul 07.00 WIB.
“Setelah team maintenance JGC bekerja keras untuk melakukan penyapuan dan pengkondisian green serta menunggu surutnya air sementara atau temporary water di beberapa hole, ternyata hujan kembali turun cukup deras dan lama.”
“Sehingga kondisi lapangan kembali tidak bisa dimainkan. Akhirnya kami melakukan penundaan untuk kedua kalinya.”
“Paralel dengan hal tersebut, kami melihat aplikasi ramalan cuaca untuk beberapa waktu ke depan, baik di situs BMKG, Accu Weathers maupun windy.com yang memperkirakan hujan akan tetap turun sampai sore meskipun intermitten.”
Kemudian Komite dan Management JGC melakukan pengecekan ke lapangan dengan berkeliling ke beberapa hole yang masih cukup banyak genangan air dan memastikan apakah lapangan bisa playable atau tidak.
“Dengan harapan bahwa cuaca bisa membaik, dan dengan waktu yang terus berjalan Komite pun menyiapkan skenario dengan mengubah pertandingan menjadi Shot Gun — dengan menempatkan pairing dari masing-masing group di 18 hole melakukan start secara bersamaan.”
Tetapi Alwi Hasan menyatakan bahwa ternyata cuaca tak kunjung membaik disertai potensi petir yang membahayakan, lapangan yang tidak playable, ramalan cuaca beberapa jam ke depan tetap akan turun hujan, waktu yang tersisa tidak akan mungkin peserta bisa menyelesaikan ronde 3 dan tidak bisa menunda ronde 3 ke hari berikutnya.
“Akhirnya Komite memutuskan untuk membatalkan ronde 3 dan memutuskan Kejurnas Golf Junior 2026 hanya dilaksanakan selama 2 ronde untuk kategori A dan B Putra Putri,” papar Alwi Hasan mengakhiri keterangannya kepada Media GolfJoy.
Berikut hasil lengkap Kejurnas Golf Junior 2026.
A Boys 1. Kenneth Henson Pengprov DKI Jakarta skor 73-67 total 140 atau 2 under, 2. Margoz Marvin K Pengprov PGI Bali skor 73-73 total 146 atau 6 over, dan 3. Sean Fickert Pengprov PGI DKI Jakarta skor 75-74 total 149 atau 7 over.
A Girls 1. Abigail Rhea Pengprov PGI Bali 70-78 total skor 148 atau 6 over, 2. Thea Jessica Tan Pengprov PGI Jateng 79-79 total skor 158 atau 16 over, dan 3. Farah Anabel Pengprov PGI Jawa Timur 84-75 total skor 159 atau 17 over.
B Boys 1.Reicher Santoso Pengprov PGI Jawa Tengah 80-81 total skor 161 atau 19 over, 2. Raka Aquila Achka Pengprov PGI DKI Jakarta 83-82 total skor 165 atau 23 over, dan 3. Rino Respati Pengprov PGI Kepulauan Riau 82-89 total skor 171 atau 29 over.
B Girls 1. Jennifer Quinn Pengprov PGI Jawa Timur 77-72 total skor 149 atau 7 over, 2. Laetitia Isabelle Pengprov PGI Sumatera Selatan 81-83 total skor 164 atau 22 over, dan 3. Awin Amelia Nadya Kafiar Pengprov PGI Papua 85-89 total skor 174 atau 32 over.
C Boys 1. Zafran Aqila Pengprov PGI Jawa Tengah 82-80 total skor 162 atau 20 over, 2. Arhata Putra Malik Pengpro PGI DKI Jakarta 85-84 total skor 169 atau 29 over, dan 3.Albidzar Syehan Pengprov PGI DKI Jakarta 82-90 total skor 172 atau 30 over.
C Girls 1. Alletta Calya Pengprov PGI Sumatera Utara 73-81 total skor 154 atau 12 over, 2. Amira Ajda Pengprov DKI Jakarta 77-80 total skor 157 atau 15 over, dan 3. Claire Lie Kusuma Pengprov PGI Jawa Barat 85-82 total skor 167 atau 25 over.
(Tulisan oleh Toto Prawoto, foto Syam)
