MESKIPUN sempat diwarnai gerimis di pagi hari, namun secara umum Kejurnas Golf Junior 2026 yang berlangsung di JGC Rawamangun pada hari pertama, Selasa (20 Januari 2026) kemarin secara umum berjalan lancar.
Karena, hujan baru mengguyur kawasan Rawamangun dan sekitarnya setelah ke 87 pegolf putra dan putri dari 19 Provinsi di NKRI berhasil menyelesaikan permainan mereka sebanyak 18 hole pada round #1 kemarin.
Untuk sementara Abigail Rhea Suryo Wiharko, dari Provinsi Bali memimpin hari pertama Kejurnas Golf Junior 2026 dengan skor 70 pukulan atau 1 under. Adapun di nomor putra, Axel Keefe Pangestu juga dari Bali menempati spot teratas.
JANGAN OVER THINKING
Keberhasilan Abby, sapaan akrab pegolf junior putri asal Bali tersebut — sebagaimana yang disampaikan oleh ayahandanya kepada Media GolfJoy dalam perbincangan melalui voice record — karena dia mengikuti saran pelatihnya agar jangan over thinking saat swing.
Hal tersebut dikarenakan fairway di JGC sempit dan standing water — meski harus diakui bahwa golf course tersebut memang sangat challenging bagi para pegolf junior.
Oleh karena itulah maka Abby tidak diharuskan menggunakan driver saat tee off. Dan, berkat secara konsisten Abby menggunakan Wood 3 dan atau Iron, akhirnya dia berhasil menempati posisi teratas dari 87 peserta Kejurnas Golf Junior 2026 pada hari pertama, Selasa (20 Januari 2026) kemarin dengan skor -1.
Betul bahwa memang ada pressure apalagi Abby berada dalam satu pairing group bersama Thea Jessica dan Jennifer Quinn. Namun oleh ayahandanya, Abby, diminta untuk tidak melihat siapa lawan mainnya, “Lihatlah dirimu sendiri,” sela Jurry Suryo Wiharko, menegaskan.
Pada round #2 hari ini, Rabu (21 Januari 2026) —- seperti yang diungkapkan oleh ayahandanya —Abby pun tetap akan menerapkan game plan yang diterapkannya seperti pada round #1 kemarin.
Sementara itu, Axel Keefe Pangestu menunjukkan pengelolaan permainan yang matang dengan memilih pendekatan aman dari tee sebelum tampil lebih agresif di second nine.
“Sejak lima hole awal sebenarnya permainan sudah mulai terasa enak, tapi di second nine saya lebih agresif karena putting dan iron lagi sangat bagus. Kondisi fairway yang becek memang cukup menyulitkan, terutama di first nine, jadi saya lebih banyak main aman dari tee dan hanya pakai driver dua kali. Hari ini banyak up and down, tapi secara keseluruhan mainnya lebih rapi dan tenang. Jujur saya nggak terlalu expect hasilnya bisa sejauh ini. Untuk besok saya mau tetap main santai, evaluasi beberapa hole yang tricky seperti hole 7 dan hole 2, dan kalau ada kesempatan baru main lebih menyerang,” tutur Axel.
NERVOUS
Selain berbincang bersama Jurry Suryo Wiharko, Media GolfJoy juga minta opini Alwi Hasan sebagai Tournament Director Kejurnas Golf Junior 2026.
Kang Alwi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa melihat dari animo peserta, mereka cukup berusaha bisa mengatasi kondisi JGC pada round pertama.
Secara keseluruhan pada round pertama Kejurnas Golf Junior 2026 berjalan cukup lancar.
Memang ada keterlambatan dari pace of play yang ditetapkan oleh komite, karena cukup banyak rulling akibat bola hilang di lapangan karena kondisi lapangan yang terus menerus diguyur hujan sejak beberapa hari sebelumnya. Selain itu juga, mungkin karena pemain masih nervous.
“Harapan kami semoga round #2 hari ini cuaca cukup bersahabat, dan para pemain bisa lebih enjoy dan sudah tidak nervous lagi,” kata Alwi Hasan mengakhiri obrolannya bersama Media GolfJoy.
Penulis Toto Prawoto
Foto Dokumentasi PB PGI
