Turnamen golf amatir di Papua kurang terdengar dibandingkan lapangan lain di Indonesia. Ladies Charity Golf Tournament yang digelar oleh Klub Golf Rimba Irian cukup memberikan dorongan berarti bagi kebangkitan golf di bumi cenderawasih.

Untuk pertama kalinya Klub Golf Rimba Irian (KGRI) menggelar event khusus untuk pegolf wanita di Papua bertajuk Ladies Charity Golf Tournament yang berlangsung pada akhir Maret 2019 lalu.

“Tapi, mohon apa yang kami lakukan itu  jangan dibandingkan atau dibayangkan bahwa peminat event tersebut membludak, dan saking banyak peminat sampai ada peserta yang berada di tataran waiting  list – seperti yang terjadi di daerah di luar Papua,” kata pejabat Coordinator Tournament  KGRI, Rumadi Gustin, kepada GolfJoy melalui WA.

Pria asal Sulawesi Tenggara yang bersama keluarganya telah puluhan tahun tinggal di Bumi Cenderawasih tersebut, lebih jauh mengungkapkan, meskipun  jumlah peserta yang tampil dalam Ladies Charity Golf Tournament tidak membludak seperti yang terjadi di daerah lain di luar Papua, mereka sangat antusias dan happy.

Seperti diketahui, sejak era digitalisasi dalam teknologi informasi melanda seluruh lapisan masyarakat di muka bumi, jarak yang sangat jauh terasa lebih dekat. Paling tidak, semangat dan kegairahan masyarakat yang tinggal di Papua dalam menggeluti olahraga golf, sejak beberapa tahun belakangan informasinya bisa dilihat secara langsung di medsos – baik yang tergabung dalam group maupun hanya sebatas sebagai simpatisan. Dan, faktanya, geliat ladies golfer di Papua memang dapat dilihat oleh ladies golfer lainnya yang berada di seluruh Indonesia, karena adanya kebutuhan untuk saling berbagi dengan sesama rekan  yang sama-sama menggeluti olahraga golf sebagai olahraga favoritnya.

Menurut Rumadi Gustin, peserta yang tampil dalam Ladies Charity Golf Tournament cukup beragam dan berasal dari Timika, Tembagapura, Caddy serta beberapa staf KGRI.

Menjawab pertanyaan mengenai format pertandingan yang diterapkan, Rumadi Gustin mengatakan bahwa format pertandingan yang dipakai adalah format scramble. “Format tersebut saya terapkan karena ada beberapa member dari KGRI yang ikut dalam event tersebut masih berada dalam kategori sebagai beginner – pegolf pemula,” tegasnya.

Event yang digagas oleh Golf Manager dan Coordinator Committee  Klub Golf Rimba Irian tersebut, selain menggelar Ladies Charity Golf Tournament sebagai kegiatan utama juga digelar small kompetisi seperti lomba chipping, putting dan longest drive. Sehingga ketika kegiatan yang baru untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh KGRI tersebut  berakhir seluruh peserta memperoleh kesan yang sangat mendalam – sambil berharap menunggu kapan lagi event yang sama digelar kembali,

Rumadi Gustin

Nama Rumadi Gustin bagi komunitas golf di tanah air bukanlah nama yang asing. Karena, orang asli dari Sulawesi Tenggara ini sering dilibatkan dalam event baik nasional maupun regional dan internasional – utamanya yang digelar di  Jawa dan khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya – sesuai dengan kapasitasnya sebagai wasit.

Selain dikenal sebagai wasit nasional, Kakanda Rumadi Gustin juga sangat familer di lingkungan komunitas golf di wilayah Indonesia Timur. Di KGRI dia menduduki  jabatan sebagai Coordinator Tournament, sedangkan di lingkungan kepengurusan PGI Pengkab Mimika namanya tercatat sebagai anggota  Bidang Perwasitan dan di  kepengurusan Pengprov PGI Papua dia menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi.

Sesuai dengan kapasitasnya sebagai Coordinator Tournament di Klub Golf Rimba Irian, Kakanda Rumadi Gustin mampu meng-create sebuah event yang biasa-biasa saja menjadi menarik dan meninggalkan kesan yang  sangat mendalam di benak para partisipan.

Selamat, Kakanda dan maju terus!