Kenneth Henson Sutianto mendominasi rangkaian Tour de Java, Phoebe Gani raih poin WAGR dan memenangkan dua turnamen di Semarang dan Surabaya, sementara Callista Allegra Dewantara menampilkan permainan yang menonjol.
Rangkaian Tour de Java, yang merupakan bagian dari ajang Indonesian Junior Golf (IJG) meninggalkan sejumlah catatan penting. Tiga turnamen IJG Premier League yang digelar di Semarang dan Surabaya dari pertengahan Juni hingga awal Juli ini menjadi panggung yang mengesankan dengan menampilkan tiga nama yang layak mendapat apresiasi.
Tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi Kenneth Henson Sutianto. Memasuki tahun terakhirnya sebagai junior, pegolf berusia 18 tahun ini menjuarai seluruh ajang Tour de Java dengan catatan mengesankan, 20-under dalam sembilan putaran yang ia mainkan.
Sementara itu, Phoebe Gani dan Calista Allegra Dewantara menunjukkan perkembangan kualitas permainan yang sangat menjanjikan lewat prestasinya masingmasing. Phoebe tampil sebagai yang terbaik pada IJG Premier League 4 dan 6, sementara Calista memenangkan IJG Premier League 5.
Tahun Dominasi Kenneth
Kenneth benar-benar memaksimalkan tahun terakhirnya bertanding di level junior. Usai menjuarai Kejuaraan Nasional Junior awal tahun ini, ia telah memenangkan dua turnamen lain, salah satunya IJG Premier League 2 di Royale Jakarta Golf Club, sebelum mengikuti Tour de Java.
Ia sebenarnya sempat mengalami kesulitan ketika bermain di hole-hole par 3 di Semarang Royale Golf, di mana secara keseluruhan ia bermain 3-over. Toh Kenneth sukses memaksimalkan hole-hole par 5, dengan catatan skor -0,5 per hole, dan meminimalisasi kesalahan di hole-hole par 4 dengan total bermain 1-over atau +0,03 per hole.

Sementara kemenangannya di Ciputra Golf Surabaya pada IJG Premier League 5 menunjukkan dominasi menyeluruh. Ia mencatatkan 10-under di hole par 5 (-0,267 per hole), bermain 4-under di hole par 4 (-0,133 per hole), serta 1-under di hole par 3 (-0,083 per hole). Ia hampir selalu bermain di bawah par di hole-hole par 5, dan bermain bersih di hole-hole par 3 dan 4.
Sepekan kemudian ia melanjutkan performa solid ini ke Golf Graha Famili dan mencatatkan skor 69-71 untuk membuka peluang sapu bersih. Meskipun terpaksa kembali bermain di atas par pada hari terakhir, Kenneth memastikan tiga kemenangan berturut-turut di sirkuit IJG.
Berbeda dengan dominasi mengagumkan di Ciputra Golf Surabaya, Kenneth mengalami kesulitan memainkan hole-hole par 3 di Golf Graha Famili. Quadruple bogey di hole 13 par 3 pada putaran kedua membuatnya mencatatkan 5-over atau +0,333 per hole di hole par 3. Penampilan solid di hole-hole par 4 (-0,167 per hole) dan par 5 (0,267 per hole) mengatasi kelemahan tersebut.
Tidaklah salah jika kita menyebut kemenangan Kenneth didasarkan pada performa yang sangat kuat di hole-hole par 5, di mana ia hampir pasti mencatatkan birdie di sana. Adapun permainannya di hole-hole par 4 juga benar-benar bisa diandalkan dengan catatan keseluruhan 7-under. Meskipun secara keseluruhan ia sukses mencatatkan rata-rata 69,78, jelas ia masih memiliki PR, mengingat dalam 9 putaran dan 162 hole ia masih bermain 7-over di hole-hole par 3.
Dua Prestasi Berharga bagi Phoebe
Phoebe Gani memastikan namanya tercatat pada World Amateur Golf Ranking ketika berhasil memenangkan seri pertama Tour de Java. Dalam tiga putaran yang berlangsung di Semarang Royale Golf itu, pegolf berusia 16 tahun ini mengemas skor 78-77-79, yang memberinya kemenangan satu stroke atas Juara IJG Premier League 2 Isabella Sudarmanto.
Skor tersebut menjadi sebuah peningkatan yang sangat signifikan sejak terakhir mengikuti ajang IJG pada bulan April silam. Untuk pertama kalinya, siswi Singapore Intercultural School Surabaya ini bermain di bawah skor 80-an—ia hanya bisa membukukan skor 83-82 pada IJG Premier League 2.

Salah satu kunci penampilannya pada pekan itu ialah permainannya yang stabil dan penuh konsistensi sepanjang 54 hole. Meskipun hanya menciptakan satu birdie pada tiap putaran, Phoebe mencatatkan rata-rata +0,333 per hole di hole-hole par 3, 4, dan 5. Ia mengemas 4-over di hole-hole par 3 dan par 5, serta 10-over di hole-hole par 4.
Double bogey, yang tercipta di hole 4 putaran pertama dan hole 9 dan 11 putaran final, menjadi skor terbesar yang ia ciptakan. Dengan kata lain, ia sukses menghindari membuang terlalu banyak pukulan sepanjang pekan itu.
Uniknya, permainannya sepekan kemudian di Ciputra Golf Surabaya justru lebih baik lagi. Setelah membuka dua putaran pertama dengan skor identik 78-77, ia bermain empat stroke lebih baik ketimbang putaran final di Semarang. Demikian pun, ia masih harus mengakui keunggulan Calista, yang justru tampil enam pukulan lebih baik.
Phoebe sempat kembali bermain dengan skor 80-an ketika mencatatkan skor 85 pada putaran final IJG Premier League 6. Akan tetapi, ia masih layak tampil sebagai pemenang setelah bermain sembilan pukulan lebih baik daripada Calista.
Meskipun tidak bermain sekonsisten di Semarang, Phoebe masih berhasil memaksimalkan permainannya di hole-hole par 3 dan par 5, di mana masing-masing ia mencatatkan +0,133 dan +0,267 per hole. Ia bermain hanya 2-over di seluruh hole par 3 dan 4-over di semua hole par 5.
Dengan dua prestasi dan peningkatan signfiikan ini, Phoebe mencatatkan skor rata-rata 78,11, sebagai sesuatu yang patut dibanggakan.
Ruang Berkembang yang Luas untuk Calista
Prestasi Calista pada IJG Premier League 5 juga menjadi pencapaian yang luar biasa.
Pegolf yang sempat mempersembahkan empat medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur 2025 lalu ini menunjukkan perkembangan yang tak kalah signifikan.

Pegolf yang kini berusia 13 tahun ini menunjukkan permainan terbaiknya tahun ini ketika berhasil menjuarai IJG Premier League 5, yang berlangsung di Ciputra Golf Surabaya. Pada putaran pertama, ia mencatatkan skor terbaiknya dengan raihan tiga birdie dan empat bogey untuk 1-over 73. Dalam dua putaran terakhir, ia membukukan skor 74-77 dengan akumulasi empat birdie dan hanya satu kali mencatatkan double bogey, yang terjadi pada putaran final di hole 13 par 5.
Skor total 8-over 224 itu tak hanya membuatnya unggul enam pukulan dari Phoebe, yang bermain di Divisi A, tapi juga membuatnya masuk ke jajaran World Amateur Golf Ranking untuk pertama kalinya.
Meski permainannya pada seri terakhir Tour de Java kembali membawanya bermain dengan skor 80-an, siswi Singapore Intercultural School Surabaya ini menunjukkan ruang untuk berkembang yang sangat besar. Dalam enam putaran yang ia mainkan, ia juga mencatatkan skor rata-rata 77,33, sebagai catatan positif.
