KomunitasLeaderboard

Reciprocal Partnership Tercipta Oleh 4 Negara, JGIT – CWJPGA IJAGC Berikan 4 Slot Free Ikuti Grand Final CWJPGA di Mission Hills Golf Club, Hainan, China

Pertukaran budaya keempat negara mejadi orientasi selain memberikan jam terbang bertanding berlevel internasional.

Satu derap langkah pasti dan serius dalam perkara pembinaan pegolf-pegolf junior Indonesia, kembali dilakoni oleh Parents Children Golf Club (PCGC) dengan menggelar kejuaraan amateur antar bangsa, yaitu Junior Golf Indonesia Tour China Women’s Junior Golf Association International Junior Amateur Golf Championship (JGIT – CWJPGA IJAGC) di Senayan Golf Club pada Jum’at hingga Minggu, 2-4 Oketober 2026.

Untuk edisi perdana di tahun 2026 ini, JGIT – CWJPGA IJAGC diikuti sebanyak 50 pegolf junior dan dua pegolf amateur putra-putri dari Indonesia, China, Singapura, dan Malaysia.

Menurut founder PCGC Andri Armansjah, bahwasanya JGIT – CWJPGA IJAGC 2026 merupakan salah satu rangkaian turnamen menuju grand final CWJPGA di Mission Hills Golf Club, Hainan, China, di awal tahun Januari 2027.

“JGIT – CWJPGA IJAGC adalah kolaborasi as a reciprocal partnership antara China, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dan khusus untuk turnamen yang di Senayan ini, pihak CWJPGA akan memberikan 4 free slot dari pemenang A-B Boys & Girls Division untuk bertanding di Grand Final CWJPGA di Mission Hills Golf Club Hainan China,” ucap Andri Armansjah kepada Media GolfJoy Indonesia.

Masih menurut Andri, reciprocal partnership ini bertujuan agar para junior golfers asal negeri Tirai Bambu itu memiliki pengalaman bertanding yang lebih banyak di luar negeri seperti ke Indonesia, Malaysia, dan Singapura, dan juga untuk lebih mengenal budaya dan adat istiadat dari ketiga negeri tersebut.

Sejatinya, oleh founder CWJPGA Chiuwan Sport Wang Chan atau biasa disapa Mrs. Eva, dinyatakan bila para pegolf junior CWJPGA akan hadir bertanding di JGIT – CWJPGA IJAGC ini sebanyak 20 hingga 30 pemain. Akan tetapi beberapa juniornya terpaksa membatalkan diri dikarenakan masih menganggap Indonesia belum aman akibat terjadinya letusan anak Gunung Krakatau, ada gempa bumi di NTT, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa pulau di Indonesia.

Komitmen MGA NJDP kepada CWJPGA

Sementara itu, kehadiran tiga junior Malaysia yang tergabung dalam MGA NJDP (Malaysia Golf Association National Junior Development Program) yang diwakili oleh Aiman Hazim Azmi (bertanding di A Boys Division), Adli Hazim Azmi (B Boys Division), dan Nurfathya Emylda (B Girls Division) di JGIT – CWJPGA IJAGC ini, tidak lain komitmen MGA NJDP yang sudah terjalin dengan CWJPGA dua tahun lalu.

Dan di momen turnamen JGIT – CWJPGA IJAGC ini, dinyatakan oleh tim manajer Azrul Nizan bahwa ketiga pegolf juniornya tidak berfokus pada meraih kemenangan, tapi melainkan untuk proses pembelajaran dan pembangunan.

“Goal utama yang diberikan oleh MGA National Junior Development Program (NJDP) untuk kejohanan ini adalah pertama, pendedahan antarabangsa, yaitu memberi pengalaman bermain di luar negara, di padang bertaraf dunia seperti Mission Hills, dan bersaing dengan pemain elit dari China, Indonesia, Thailand dan negara lain. Untuk sasaran prestasi, kami mensasarkan para pemain untuk masuk Top 10 Individu dan Top 5 Berpasukan, serta memperbaiki WAGR ranking mereka. Dan terakhir pembangunan mental dan karakter, dimana untuk membina ketahanan mental, pengurusan permainan (course management), dan semangat kesukanan di peringkat tinggi. Ini adalah sebahagian daripada persediaan jangka panjang mereka menuju SEA Games dan kejohanan amatur utama Asia,” demikian ungkap Azrul Nizan, menejer tim MGA Malaysia, yang juga ayah dari Nurfathya Emylda kepada Medai GolfJoy Indonesia.

Akan gelar turnamen persahabatan

Kedepannya, CWJPGA akan memiliki turnamen persahabatan antara pegolf-pegolf junior anggota reciprocal partner dari Indonesia, MGA NJDP, dan CWPJGA yang rencana akan digelar di golf course Els Desaru Golf Club, Johor Bahru, Malaysia.

“Mereka (CWJPGA) akan menanggung biaya entry fee dan lain-lain untuk 8 pemain. Dan di akhir bulan Oktober 2026 nanti, mereka juga berencana akan mengirim pemain lagi untuk berlaga di event PCGC di Padang Golf Sukajadi Batam,” ucap Andri Armansjah lagi.

“Buat saya sih ini kesempatan yang bagus ya, kapan lagi kita bisa bermain di Mission Hills China dengan free. Pun jika berbayar, event CWJPGA di Mission Hills Golf Club, Hainan, China, Januari 2027 nanti akan kasih rate harga yang tidak terlalu mahal. Ada video yang mereka share bulan Januari 2026 kemaren, itu acaranya mewah sekali. Juga, menurut saya, pertukaran pemain itu sangat baik, dimana kita bisa compete bertemu dengan pemain dari luar negeri.” tandas Andri Armansjah.

Sementara ini, hingga terlaksananya round kedua JGIT – CWJPGA IJAGC 2026, pegolf amateur asal Singapura Rayes Halim (A Boys Division), untuk sementara memimpin leaderboard dengan keunggulan under satu. Kemudian diikuti oleh Fadhlan Atmajah, Kifata Aftar, Prakasa Alfa Rizqi, Teodore Pradjoto Tan, dan Teuku Husein.

Dibagian putri, pegolf asal Cirebon, Jawa Barat, dan juga atlet binaan BK Clinic, Trifina Debora Setiawan masih bercokol sebagai pimpinan leaderboard dengan keunggulan 7-over. Diikuti oleh Anna Grace Sunarno, atlet DKI Jakarta, diurutan kedua dengan skor sementara 8-over.

Minggu (4/10/2026), JGIT – CWJPGA IJAGC memasuki final round. siapakah empat pemenang dari A-B Boys dan Girls Division yang akan meraih 4 tiket gratis menuju grand final CWJPGA 2027? Kita tunggu saja persaingan sengit seluruh peserta.


Related posts

Kejurnas Golf Junior 2026: Abigail & Axel Teratas

Toto Prawoto

Golf2000 Monthly Tournament Agustus Peringati Hari Kemerdekaan RI

Hasim

Amadeus Susanto & Lydia Sitorus Juarai Indonesia Amateur Golf Open Tournament #11

Toto Prawoto

Leave a Comment

one × three =