FeaturedKomunitas

EO dan Media Turut Berkontribusi bagi Pembinaan Atlet Golf Nasional

Sebagian besar media golf di Indonesia menjalankan peran sebagai event organizer (EO). Baik media maupun EO turut berkontribusi dalam pembinaan atlet golf nasional. Dari mulai penyampaian informasi seputar golf, menjalankan fungsi pengawasan, hingga menyelenggarakan turnamen amatir maupun profesional, media dan EO tak terpisahkan dalam Desain Besar Olahraga Nasional sebagai panduan dan pedoman dalam pembinaan prestasi olahraga, khususnya golf. Hal tersebut mengemuka dalam webinar bulanan GolfJoy-Iron Card pada Selasa, 28 September 2021.

Tema webinar kali ini adalah Kontribusi EO dan Media bagi Pembinaan Atlet Golf Nasional. Narasumber webinar ini meliputi para praktisi media dan EO golf, yaitu Yudi Mahriadi, CEO & Co-Founder GolfJoy; Joyada Siallagan, CEO Iron Card; Imron S. Hidayat, CEO Eagle Golf & President SGC; Ronggo Sadono, Direktur Golf1; Raka S. Kurnia, owner GolfInStyle; Diana, Sekjen Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (P.A.G.I), dan Merry Kwan, Managing Director OBGolf.

Yudi Mahriadi, CEO & Co-Founder GolfJoy

Kami sudah melakukan pembinaan atlet-atlet secara tidak langsung dengan menyediakan media bagi para atlet untuk berkompetisi melalui event golf. Media GolfJoy memberikan informasi seputar prestasi para atlet dan tips bermain golf. Mudah-mudahan apa yang sudah kami lakukan dapat menginspirasi dan memotivasi para atlet yang serius menerjuni golf. Ada event untuk pembinaan atlet dan event untuk fun. Karena pandemi, turnamen prestasi belum bisa dilakukan. Para atlet hanya bisa bermain golf bareng. Tentunya ini kurang tepat karena mereka membutuhkan event kompetitif yang benar-benar mengasah kemampuan mereka. Ini menjadi tanggung jawab bersama.

Joyada Siallagan, CEO Iron Card

Saya di Iron Card sejak awal terus berkomitmen untuk memajukan prestasi para atlet golf Indonesia. Saya mengajak para stakeholder golf di Indonesia untuk bersinergi tanpa sekat membangun golf Indonesia. Media bisa menjadi inspirasi bagi para pemain golf lainnya dengan menampilkan pegolf-pegolf yang berprestasi. Melalui webinar ini kita berharap teman-teman media dan EO dapat bersinergi dalam membantu menggairahkan golf Indonesia sehingga tumbuh lebih banyak lagi atlet-atlet golf nasional.

Ronggo Sadono, Direktur Golf1

Pembinaan atlet golf Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab PB PGI, tapi juga stakeholder lainnya seperti pemerintah, KONI, industri golf (media, EO, dan sebagainya), juga orang tua yang sangat berpengaruh.

Peran media dalam pembinaan atlet ini erat kaitannya dengan fungsi media itu sendiri, seperti memberikan informasi, persuasi, hiburan, dan melakukan kontrol sosial.

Media wajib melakukan sosialisasi program-program pemerintah dan asosiasi golf dalam kaitannya dengan pembinaan atlet. Media mampu mempengaruhi sistem, mengkritisi kebijakan, meningkatkan kepedulian masyarakat.

Golf1 banyak menyajikan informasi seputar turnamen dan juga profil para pegolf. Ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pemain lainnya dalam meningkatkan permainan mereka.

EO memiliki peran terbatas. Yang menjalankan fungsi pembinaan atlet lebih tepat adalah promotor. Jadi, untuk bisa memainkan peran lebih banyak dalam pembinaan, EO harus bertransformasi jadi promotor, tingkatkan frekuensi pertandingan khusus atlet.

Raka S. Kurnia, owner GolfInStyle

Media saat ini berkembang pesat sehingga memunculkan jurnalisme instan dengan pertumbuhan media sosial. Semua orang praktis bisa menjadi jurnalis, tinggal menyadur dari sumber lain, jadilah artikel itu.

Media tak bisa dibebani dengan tugas membina atlet. Asosiasi golf jarang melibatkan media dalam pembinaan prestasi para atlet. Awak media masih cenderung belum medapatkan apresiasi yang layak atas kerja kerasnya di bidang golf, padahal awak media golf di Indonesia biasanya bukan berasal dari dunia golf itu sendiri, dengan begitu mereka harus melakukan kerja ekstra untuk mengimbangi olahraga itu sendiri. Dalam mewartakan golf awak media tidak diajak asosiasi dalam kontribusi diskusi untuk pembinaan, dengan begitu awak media mengakalinya dengan literature dan berdiskusi dengan ahli.

Media memiliki fungsi monitoring selain menyampaikan informasi. Selain itu, media juga bisa melakukan kegiatan marketing terselubung melalui pemberitaannya.

Imron S. Hidayat, CEO Eagle Golf & President SGC

Kami berharap para EO ini bersinergi untuk lebih banyak menggelar turnamen khusus para atlet. Memang sejauh ini kami belum menggelar turnamen bagi para atlet, kami lebih banyak menggelar event yang bersifat fun dan charity. Namun, dengan dukungan rekan-rekan media dan EO kami siap untuk bekerja sama mengadakan event-event prestasi.

Diana, Sekjen PAGI

Kami di Perkumpulan Akademi Golf Indonesia berkomitmen untuk menelurkan para atlet golf melalui program pembinaan dan pelatihan kami.

Agar partisipasi para pemain meningkat, kami menggelar turnamen prestasi dengan rate murah, terjangkau untuk para atlet pada umumnya. Di PAGI ini para toddler pun dibina agar tertarik bermain golf.

Dari sisi akademi PAGI berprogram membuat semua anak di Indonesia dapat mengikuti olahraga golf, dengan begitu image golf merupakan olahraga mahal dapat terpatahkan. Lapangan golf Emeralda sendiri telah memberikan rate khusus untuk pelajar lalu pemberlakuan spesial untuk anak usia 4-5 tahun yang menyukai olahraga golf ini.

Dari sisi EO PAGI telah menggelar piala Menpora PAGI International Junior Golf, memiliki empat kali Menpora Emeralda International Amateur Golf Cup Series Pro 2019. Harapan ke depannya, kita dapat membuka tournament umum guna meningkatkan keberanian mental pemain baru yang ingin terjun ke dunia golf dan juga dapat mengedukasi siswa golf beserta orang tua agar membangun etika dalam permainan lebih baik.

Merry Kwan, Managing Director OB Golf

Perkembangan golf di Indonesia tertinggal sekali dengan Thailand maupun Malaysia, sehingga berdampak kurang maksimalnya performa atlet golf di Indonesia. Dengan adanya permasalahan seperti itu, OB Golf mengadakan pembinaan untuk para atlet dari tahun 2011 dimulai dari beberapa event Indonesian Masters yang sudah berlangsung selama 9 tahun berturut-turut dengan founder Bapak Jimmy Masrin.

Setiap acara yang dibuat oleh OB Golf ini tidak terlepas dari adanya sebuah research, review, dan pengulikan masalah, contohnya tentang skill atlet, pencarian dana, dan lain-lain. Bagaimana mau go international kalau turnamen di Indonesia sangat minim. Sangat berbeda dengan Thailand mereka akan melakukan research  sebelum berada di event besar, dengan begitu mereka akan memperbanyak latihan di event kecil. OB Golf pada tahun 2011/2012 menggelar turnamen yang di-sanction ADT (Asian Development Tour) sebelum Asian Tour Event, meski begitu pemain pro kita mendapat lawan internasional, tetapi ternyata level pemain kita masih di bawah lawan sehingga hasilnya babak belur, alias kalah. Dengan banyaknya permasalahan yang ada ini, IGT (Indonesia Golf Tour) mencoba membangun turnamen reguler seperti tour, dan itu membuahkan hasil tapi prosesnya pun tidak langsung.

Yang penting sebenarnya untuk para atlet adalah waktu (jam terbang) dan edukasi tentang permainan, event dan sponsor. Untuk membangun minat para pemuda di golf sebisa mungkin memanfaatkan platform seperti Indonesian Masters untuk menyaksikan permainan secara langsung agar membangun atmosfir di dalam dirinya.  Kita berupaya membangun wawasan para media untuk membungkus permainan golf dalam suatu berita yang menarik, dan dapat menambah wawasan bagi para rekan media tentang olahraga golf itu sendiri.

Kami berharap ke depannya tidak cuma OB Golf yang membangun kesempatan untuk atlet golf berkembang, tetapi untuk para stakeholder golf lain juga meningkatkan kepekaan untuk atlet golf di Tanah Air agar kedepannya lebih baik lagi.

Related posts

PERTAABI Gelar Golf Tournament 2025 & Charity untuk Semesta & Mendukung Pendidikan Mekanik Alat Berat di Indonesia

Syam

Herbert Bidik Kemenangan Pertama di Kandang

Tiara

Final U.S. Women’s Open Pindah ke Senin

Hasim

Leave a Comment

2 + sixteen =