“Saya sudah melewati banyak hal di golf. Alhamdulillah sekarang saya bisa bangkit bersama UUMISM.”
Halal Bihalal Junior Golf Tournament yang dihelat oleh Parents Children Golf Club (PCGC) Junior Amateur Series #2 2025 dipuncaki dengan laga play-off antara Teuku Husein M. Danindra versus Jordan Indra Marcello pada final round Minggu malam, 6 April 2025.
Ya, betul banget Sobat GolfJoy, jika turnamen HBH JGT itu memang harus diakhiri dengan laga play-off seusai adzan Maghrib. Hal itu lantaran round ketiga yang tee-off tepat pukul 12.00 WIB itu tidak lagi bisa dilanjutkan hingga hole terakhir akibat guyuran hujan yang lebat disertai petir yang bersemayam di atas langit Senayan National Golf Club pada pukul 15.30 WIB.
“Karena alasan cuaca dan keselamatan, serta kondisi lapangan yang basah, maka round ke-3 hari ini kita berhentikan. Selanjutnya, untuk ranking kejuaraan akan dihitung sampai di round 2. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya,” begitu bunyi pengumuman dari wasit turnamen Reynaldi Macellak, dimana pertandingan round terakhir hanya menyisakan 3 hole saja.
Alhasil, merujuk keputusan tersebut, maka untuk memperebutkan pemanang overall putra harus dilaksanakan babak play-off antara Husein dan Jordan yang digelar di hole #5 par 5. Keduanya memiliki total skor yang sama di dua round sebelumnya yaitu, 136 atau 2-under par.
Rintik hujan pun mendera Husein dan Jordan kala melakoni play-off. Diawali dengan lempar tee oleh Wasit Rey di tee box, “dan kebetulan aku mendapat kesempatan terlebih dulu. Sebenernya aku lebih suka mukul duluan karena merasa tidak ke-pressure. Pada second shot, dimana fairwaynya basah, aku berfikirnya kalau pakai 5 iron aku takut ragu, jadinya aku pakai 3 wood dimana aku merasa tidak takut dengan hasil pukulannya. Third shot aku pakai wedge 58, dan setelah itu putting.
“Aku sudah melewati banyak hal di golf ini sajak dari aku kecil, pernah jenuh, males-malesan latihan, namun sekarang aku bisa bangkit kembali. Alhamdulillah, sejak aku bersekolah di Malaysia, aku menyadari bahwa latihan itu elemen penting untuk bisa sukses bermain golf, performa dan mental serta kepercayaan diri aku tumbuh lagi. Pastinya aku bangga dan senang, orang tua aku juga bangga. Target awal ikut turnamen ini tidak lain untuk membanggakan orang tua,” demikian ungkap Teuku Husein penuh haru senang.
Menurut Teuku Husein lebih lanjut, persiapan untuk ikut turnamen ini sudah dilakoni sejak bulan Ramadhan dengan berlatih setiap hari di sekolahnya di UUMISM Malaka, Malaysia. “Jadi preparation-nya juga sudah lama, sehingga terkait game plan aku tidak ada yang berubah dari round pertama hingga final round hari ini. Evaluasi tentunya selalu aku perhatikan dari setiap round by round-nya.
Meski merasa kecewa akibat faktor hujan yang harus menghentikan langkah Husein yang telah unggul dua stroke atas Jordan di final round yang menyisakan empat hole, namun glory moment itu menjadi sebuah penantian panjang bagi kiprahnya di dunia golf Tanah Air Indonesia. Dan yang pasti, posisi ranking WAGR Husein pun kembali bergerak merangkak keatas.
Sebagai informasi saja, sebelum memenangi HBH JGT PCGC JAS #2 ini, posisi ranking WAGR Teuku Husein adalah ke-2.535. Per Rabu (9/4/2025) peringkatnya menjadi ke-2.250 dengan point average 384.0567.
Perbaikan ranking WAGR
Pada Divisi Girls Overall, Sania Talita Wahyudi berhasil menjadi yang pertama. Kesuksesan ini sekaligus memperbaiki peringkat WAGR pribadinya. Tentunya agar terus berada di Top 3 pegolf Indonesia di tahun ini.
Secara konsisten, Sania mempertunjukan kelasnya selama tiga round HBH JGT PCGC JAS #2 2025.
Menurut mahasiswi Universitas Pertamina ini dirinya di hari pertama mendapat “kecelakaan” di hole pertama dengan hasil triple, tapi untungnya bisa come back sehingga hasilnya tetap over 3. “Dan di hari kedua, permainan aku masih konsisten, cuma ada missed beberapa di putting. Jadi mainnya masih kurang mumuaskan. Dan di hari ketiga ini, semuanya itu lebih solid, putting dapat, second shot dapat, tee shot juga dapet sehingga mainnya lebih bagus lagi, meski akhirnya harus diberhentikan akibat cuaca hujan yang disertai petir, dan tersisa empat setengah hole meski tee shot di hole #18 sudah kita lakukan berempat.”
“Ikut turnamen di sini niatnya kepengen memperbaiki ranking WAGR. Karena usai main di Women Amateur Asia Pacific dan AGI Amateur awal tahun ini bisa dibilang kurang baik hasilnya. Jadi ranking WAGR-nya sempet turun, sehingga akhirnya memutuskan ikut PCGC JAS seri kedua ini biar bisa naikin ranking-nya lagi. Dan aku cukup senang bisa kembali mendapatkan poin WAGC. Pencapaian ini juga adalah kemanangan yang pertama di tahun ini juga. Dimana di tahun lalu kemenangan yang aku capai juga sudah cukup lama,” demikian ungkap Sania yang selama dua round mencetak total skor 143 atau 5-over.
Kini ranking WAGR kembali melonjak ke posisi 736 dari 773 atau naik 37 peringkat dengan point average 532.7629.
Menang tapi bermasalah di iron
Di Divisi C Putra, walau menjadi yang terbaik namun dinyatakan Albidzar Syehan Reyendra bahwa ia belum puas karena penampilannya dianggap under-perform.
Di first round, ia terkendalanya karena tidak pernah berlatih selama bulan puasa Ramadhan, dan tidak juga melakukan latihan memukul di driving range sebelum tee-off. Siswa kelas 5 SDIT Soedirman ini langsung diganjar triple di hole pertamanya akibat kurangnya stretching dan ada masalah terkait ball position dibeberapa hole berikut. Sementara di round kedua, diakui Albidzar, kendala yang dihadapinya pada eksekusi pakai iron akibat kurang mampunya mengontrol power iron dijarak under 100 meter. Sedangkan di final round, ia mulai mampu bermain konsisten karena telah mampu mengontrol long dan short game sehingga ia sangat menikmati permainannya hole by hole. Dimana di setiap hole memiliki tantangan tersendiri banginya sehingga ia sanggup mempersiapkan strategi yang matang. Tetapi akibat hujan, pertandingannya pun tidak bisa dilanjutkan.
“Terima kasih PCGC yang telah memberikan kesempatan aku mengasah permainan golf kali ini. Juga ayah aku yang telah mendukung kapan pun, dimana pun dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. Dan juga pastinya aku akan berlatih dengan keras lagi untuk mengikuti berbagai turnamen kedepan lainnya agar mendapat skor yang lebih baik lagi,” begitu ujar Albidzar yang mendulang total skor 165 atau 27-over par.
Dari performa ketiga pemain Tueku Husein, Sania, Albidzar, serta Noah Hartono yang memuncaki klasemen Divisi B Putra dengan total skor 152 (76-76) atau 14-over par, tentunya dijadikan bekal berharga dalam menyongsong Kejuaraan Nasional Junior di Semarang Royale Golf pada 22 hingga 24 April 2025.
Selamat kepada Husein, Sania, Noah, dan Albidzar!
