FeaturedKomunitas

Lebih Dekat dengan Juriah, Srikandi Peraih Medali Emas Beregu di SEA Games 2011

PEGOLF kelahiran Bogor 1 Desember 1982 yang akrab disapa dengan panggilan Juju ini mengenal olahraga golf pada 1995 di Padang Golf Matoa. Saat itu Bob Hasan sebagai owner Padang Golf Matoa memerintahkan Budi Santoso — Manager Padang Golf Matoa — untuk menjaring bibit atlet golf dari sekolah yang lokasinya tak jauh dan ada di sekitar Matoa.

“Kebetulan pada saat itu sekolah saya yaitu SMP 253 dekat dengan lapangan golf Matoa,” kata Juju mengawali kisah pengenalannya dengan olahraga golf. “Sebelum kenal golf saya memang suka berolahraga,” tambahnya.

Juju bersama 70 murid lainnya mengikuti seleksi  yang diselenggarakan oleh Management Matoa Golf Course. “Saya bersama teman-teman dilatih dari nol mulai bagaimana cara pegang grip sampai teknik memukul bola,” kenangnya. “Sedangkan yang melatih saya dan teman-teman adalah pak Sanusi, pak Sofyan, pak Zayadi dan pak Agus,” tambahnya.

DEG-DEGAN

Menjawab pertanyaan mengenai kapan untuk pertama kalinya mengikuti turnamen, Juju mengungkapkan bahwa turnamen pertama kali yang diikutinya pada saat itu di Cikarang pada tahun 1996.

“Waktu itu saya main dengan total skor 130 pukulan, dan belum mendapat gelar juara .. Perasaan saya waktu itu senang tapi juga deg-degan karena baru pertama kali ikut turnamen,” jawab Juju jujur tanpa basa-basi.

Ketika Media GolfJoy menanyakan apakah golf tidak mengganggu pelajaran sekolah — seperti para pegolf yang masih berstatus sebagai pelajar pada umumnya — Juju pun mengalami hal yang sama. Karena, pada saat itu dia harus memilih apa yang harus diprioritaskan, sekolah atau golf.

“Tapi sebisa mungkin saya mengatur dan fokus ke hal yang lebih diutamakan terlebih dahulu. Misalnya kalau mau turnamen saya prioritaskan waktu dan pikiran saya untuk turnamen. Demikian juga kalau mau ujian kenaikan kelas, saya prioritaskan waktu dan pikiran saya untuk sekolah,” kata Juju yang lulus SMP 253 pada tahun ajaran 1997/1998, dan lulus SMA 97 pada tahun ajaran 2000/2001.

“Bagaimana dukungan dari orangtuamu, Ju?”

Menjawab pertanyaan tersebut — Juju anak nomor 2 dari 3 bersaudara (kakak pria dan adik wanita) dari pasangan suami istri Themrin dan Limih — mengungkapkan bahwa orangtuanya sangat mendukung.

“Berkat doa dan dukungan orangtua, saya sampai di titik seperti sekarang .. Begitu pula guru-guru SMP 253 terutama dan khususnya guru olahraga seperti pak Nurhuda, pak Syarif dan pak Kuncahya .. mereka benar-benar mendukung saya dan teman-teman untuk bisa mengikuti program golf,” paparnya.

MELAJU SEORANG DIRI

Dari data yang dihimpun Media GolfJoy, Juju, yang mengenal golf berkat adanya program Golf to School yang dicanangkan pihak Management Matoa Golf Course pada 1995, dari 70 orang siswa yang mengikuti program Golf to School — hanya Juju yang terus melaju seorang diri dalam kancah pergolfan nasional hingga hari ini.

“Pertama kali saya ikut event nasional di PON, itu terjadi pada 2004 di Palembang. Saya mewakili DKI Jakarta,” katanya.

Dalam PON tersebut Juju yang berhimpun dalam Tim Golf DKI Jakarta meraih 1 medali emas dan 2 medali perak. Emas diraih dari nomor Foursome Putri bersama Retno Mustari, sedang 2 medali perak diraih dari nomor Perorangan dan Beregu Putri bersama Retno Mustari dan Cicilia Chudivan.

Selain tampil dalam event nasional, Juju juga sering mengikuti event junior dan amatir di tingkat internasional, dan pertama kali dia tampil di kompetisi internasional adalah dalam event junior yang berlangsung di Serawak – Malaysia pada 2001.

Dalam event tersebut Juju memperoleh Best Nett, kemudian setelah itu dia beberapa kali tampil dalam event Queen Sirikit Cup, Santi Cup, dan empat kali Juju tampil bersaing di ajang Sea Games.

“Pertama kali saya tampil di Sea Games pada 2005 di Filipina. Saya meraih 1 perunggu. Kemudian yang kedua saya tampil di Sea Games yang berlangsung di Thailand pada 2007. Saya juga meraih 1 perunggu.”

“Di Sea Games ketiga yang berlangsung di Kamboja pada 2009 saya dan rekan-rekan tidak meraih medali. Tapi, ketika untuk keempat kalinya saya tampil di Sea Games 2011 saat Indonesia menjadi tuan rumah, saya, Ika Woro Palupi dan Tatiana Jaqueline Wijaya meraih Emas di nomor beregu putri.”

Dan, sebagai pegolf yang tinggal di Jalan Curug Agung RT 002/RW 010 – Beji – Tanah Baru – Kota Depok, Juju bersama rekan-rekannya yang tergabung di Tim Golf Kab. Bogor, pun ketika tampil di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar pada 2018 yang berlangsung di Palm Hill Golf Course berhasil meraih 2 emas dan 1 perunggu, dan dalam event yang sama pada tahun 2022 yang berlangsung di Jatinangor Golf Club Juju dan rekan-rekannya meraih 2 perak.

HILANG DARI PEREDARAN

Akan tetapi sebagai pribadi yang piawai memenej masalah waktu serta skala prioritas mana yang harus didahulukan antara golf dan kegiatan lain, yang jelas Juju sempat “menghilang dari peredaran” di kancah pergolfan nasional.

“Betul,” selanya, “bahwa saya memang jarang muncul, karena pada tahun 2017 saya kuliah di Universitas Esa Unggul Jurusan Fakultas Fisioterapi, dan lulus pada 2022,” lanjutnya.

Juju tertarik pada jurusan Fisioterapi, karena menjelang PON Jabar pada 2016, “Saya mengalami cidera waktu saya mengikuti turnamen di Elbow, dan saya sempat menjalani fisioterapi di Singapura selama satu bulan,” sela Juju, “Nah .. itulah yang membuat saya ambil Jurusan Fisioterapi di Universitas Esa Unggul waktu saya kuliah pada tahun 2017 lalu,” lanjutnya sambil tersenyum.

 Lebih jauh Juju mengungkapkan, kenapa setelah lulus SMA dia tidak langsung masuk kuliah, karena dia tidak ingin aktivitasnya sebagai atlet nasional pada saat itu terganggu.

Juju yang kuliah di Universitas Esa Unggul Jurusan Fisioterapi sebagai penunjang ilmu pengetahuan tentang postur badan dan anatomi — hal ini berbanding lurus dengan keseharian Juju yang sejak 2 tahun lalu dikenal sebagai Teaching Pro Anggota PGTI, di mana setiap Sabtu dan Minggu mengajar di Marinir Driving Range – Cilandak.

Sebagai pengajar Juju mengatakan kalau dia tidak punya Home Base. Dia bisa mengajar di mana-mana seperti di Driving Cilandak, Driving Pringgondani, Driving SHL, Driving Bintaro, Driving UI dan lain-lain.

“Saya tidak hanya mengajar golf untuk Ladies tapi Men dan juga Junior,” katanya. “Untuk tarif per-jam-nya tergantung tempat saya melatih dan sekarang ini lebih fokus untuk mengajar,” tambah Juju, menegaskan dan mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Penulis Toto Prawoto — Foto dokumentasi

Related posts

CEO LIV Golf Bantah Kabar Tutup, Rencanakan Perubahan Struktural

Hasim

The Gala Tournament persembahan Leonian & The Golf Clique Hangatkan Sentul Highlands

Hasim

Nasa Hataoka Pimpin 2 Pukulan di Marathon LPGA Classic

Hasim

Leave a Comment

4 × 4 =