“Karena menurut aku, Indonesia junior golf agak leaking compare to Thailand sih.”
Pasca peluncurannya pada Sabtu, 18 April 2026 lalu, kini, hari H turnamen The The Junior Golf Series Indonesia Elite Junior International Championship 2026, akhirnya tiba.
Platform kompetisi bertaraf internasional dari Negeri Gajah Putih Thailand yang dibawa oleh Rido Nurul Adityawan, pengusaha kuliner Ayam Geprek Gembus nan ternama itu, sejatinya bertujuan untuk membangun sistem kompetisi junior yang berjenjang, terarah, dan berkelanjutan untuk masa depan golf junior Indonesia yang lebih cerah dan terarah.

Memainkan ronde pertama, sebanyak 48 pegolf junior dari empat negara (Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand) partisipan itu, yang bertanding di Class A Boy dan Girl hingga Class D Boy dan Girl, tak ayal, mereka langsung menggebrak. Pegolf junior tuan rumah Jayawardana Dornan, langsung unjuk performa dalam menaklukkan 18 hole West Course dan North Course Royale Jakarta Golf Club pada hari Selasa, 28 April 2026.
Hasil pencapaian enam kali birdie, hanya dua kali bogey, dan selebihnya par, tak pelak menempatkan posisi Jaya sebagai leaderboard hari pertama dengan skor 68 pukulan atau 4-over par.
Di posisi kedua, dimana pegolf tuan rumah lainnya Prakarsa Alfa Rizqi, dan junior asal Thailand Kitpat Hamilton berbagi kedudukan ties setelah keduanya mengukuhkan jumlah pukulan 75 atau 3-over par.

“Lapangan Royale ini buat aku bisa scoring banyak, dimana setiap par 5-nya pendek-pendek. Tapi par 4-nya agak susah, namun hari ini aku bisa bermain konsisten. Di front 9 aku main 3 under, aku just trust my process. Kalo di par 5 aku passion dan kalo bisa bikin dua on, tapi kalua nggak bisa maka tiga on saja. Buat aku just passion today and that’s way I was play good,” demikian ujar Jayawardana dimana dirinya memulai tee-off dari hole #1 West Course dalam kondisi cuaca yang gerimis.

Di Class Girl, pegolf asal Singapura Passion Hsu, tampil solid sehingga diganjar posisi leaderboard dengan skor even par, 72. Bahkan, di hole #9 par 5 West Course, dirinya sanggup mencetak eagle setelah berhasil melakukan pukulan chip in dari bunker. Padahal, diakui sendiri oleh Passion, bahwa dirinya sedang tidak fit akibat flu dan batuk yang mendera pasca mengikuti turnamen di Taiwan pekan lalu.
Sementara itu, pegolf junior putri berkewarga-negaraan Malaysia yang merupakan salah satu dari empat skuad elite NJDP MGA yang tampil di The JGS Elite Junior International Championship 2026 ini, Mevis Chua, yang bertanding di Class B Girl, langsung tancap gas dengan bermain konsisten. Alhasil, pegolf junior berusia 15 tahun ini berhasil mengepak skor 77 atau 5-over par dari lima kali bogey dan selebihnya par di ronde pertama.

“The Course was difficult because, but I think I did not bad today. The green slopy and so soft that’s why I can made putt very fast and just to attack pin. And I think key of my success game is short game. My target in this tournament is become champion,” begitu ujar Mevis Chua yang juga ditemani oleh rekannya yang bermain di Class A Girl Nurlyana Yasmin Ruzkinain.
Mereka memandang The JGS Series Indonesia
Pada kesempatan yang sama, Media GolfJoy Indonesia, sempat memintai pandangannya Ketua Sub Bidang Junior PB PGI, Andri Armasjah, terkait hadirnya platform turnamen junior The JGS Series Indonesia, serta digulirkannya The JGS Elite Amatuer International Championship 2026 ini.

“Ini hal yang mesti kita beri apresiasi buat JGS Indonesia event pertama, meskipun pemain dari luar negeri belum begitu banyak. Tapi melihat penampilan dan hasil yang mereka bukukan di ronde pertama ini, beberapa dari junior luar negeri masih di atas pemain lokal kita ya. Di Class A Girl, Passion Hsu dari Singapore yang pernah menang di Batam Kepri juga untuk sementara masih memimpin. Di klasemen B Girl, Mavis Chua dari NJDP kalo nggak salah masih tetep di atas lokal players kita. Daniel Nazari juga ada di top 5. Ini yang pernah saya bilang, buat event internasional dengan mengundang pemain yang bagus, sehingga bisa menjadi tolak ukur dimana posisi anak-anak kita berada. Saya sangat support event-event internasional seperti ini ya, mudah-mudahan di next event akan lebih banyak lagi pemain-pemain luar negeri yang dapat mengikuti The JGS Series Indonesia,” begitu ucap Ketua Suab Bidang Junior Andri Armansjah kepada Media GolfJoy Indonesia.

Turut mengulas kehadiran The JGS Series Indonesia di tahun ini, menurut Jayawardana Dornan dinilai sangat baik guna menambah jam terbang dan mental bertanding yang kompetitif dengan para pegolf junior dari luar negeri.

“Karena menurut aku, Indonesia junior golf agak leaking compare to Thailand sih. So, it’s good that The JGS ke Indonesia. Sebab ini junior platform yang kompetitif dan cukup ada kualitas di turnamennya,” ujar Jayawardana.
Masih menurut pegolf asal Bali yang menempa ilmu dan skill golf-nya di JAGA (Junior Asian Golf Academy) di Thailand, kepada Media GolfJoy Indonesia menyatakan, “Aku sudah pernah ikut turnamen The JGS tiga kali di Thailand tahun lalu, tepatnya di kejuaraan series dan The Junior Asian Masters. Tur The JGS ini menurut aku bagus banget. Karena The JGS ini berasal dari Thailand dan panitianya bagus sekali meng-organize event-nya. Persaingannya pun menurut aku sangat kompetitif dan strong field sekali. Dan aku juga pernah mencetak skor yang sama, dikisaran 68 stroke ketika ikutan turnamen The JGS di sana.”

Seperti apakah sepekterjang The JGS Elite Junior International Championship 2026 berikutnya di ronde kedua dan ketiga? Simak terus ulasannya hanya di Media GolfJoy Indonesia.
