Sekurangnya ada 15 pegolf Chemical Golf Club, termasuk Ketum Rido W. Billy, masing-masing memborong 5 toples Madu Kana yang dibandrol Rp 300 ribu per toples.
Menggelar kembali monthly tournament edisi bulan Juli 2026, komunitas golf terbesar se-Asia, Chemical Golf Club kembali mencoba menaklukkan golf course ciptaan legenda hidup golf dunia Jack Nicklaus yang terkenal dengan hamparan bunker sebagai tantangan utamanya, yaitu Damai Indah Golf BSD Course pada Kamis pagi, 23 Juli 2026.


Sebanyak 130 peserta, mulai dari anggota Chemical GC, tamu undangan, serta pihak sponsor saling beradu jitu menaklukkan Damai Indah Golf yang pada musim panas tahun ini memiliki kondisi green yang cukup licin dan bergelombang.
Dan pada edisi monthly tournament ini juga, sesuai dengan motto klub “Olahraga Dalam Semangat Solidaritas Sosial” Chemical GC kembali melakukan buying for charity yang mana keuntungan dari penjualan Madu Kana ini akan didonasikan kepada anak-anak sekolah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Madu Kana sendiri adalah madu super berkhasiat bagi kesehatan yang berasal dari hutan alami di wilayah Kupang dan sekitar. Berasal dari bunga pohon hutan seperti cendana, kayu putih, vanili, asam, dan kesambi. Memiliki ciri khas rasa yang unik dengan sentuhan vanila manis dan asam Jawa. Madu Kana ini tentunya juga memiliki khasiat sebagai imunitas dengan menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta tambahan stamina berupa energi alami sehari-hari.
Menurut salah satu anggota Chemical GC Fofo Sariaatmadja, yang didapuk sebagai perwakilan dari Madu Kana menyebutkan bahwa kehadiran Madu Kana di setiap monthly tournament Chemical sejak season 2026 ini tidak lain memberikan kesempatan kepada seluruh anggota Chemical GC ikut terlibat dalam kepedulian terhadap anak-anak sekolah yang berada di kota Kupang.


“Hasil dari penjualan Madu Kana ini, nangtinya akan kita donasikan kepada mereka para anak-anak sekolah yang membutuhkan perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis, seragam, hingga alas kaki mereka. Pihak Madu Kana sendiri yang mengkoordinir dalam penyaluran donasi dari hasil penjualanan madu ini,” demikian unggak Fofo Sariaatmadja kepada Media GolfJoy Indonesia.
Sementara itu, di akhir acara, best of the best atau peraih tropi Best Gross Overall (BGO) baik kategori regular dan senior pada Mounthly Tournament Chemical Golf Club edisi Juli 2026 ini akhirnya direbut oleh Edward Sinanta dan Onggo Widikdjojo.


Untuk kali perdana, Edward Sinanta meraih gelar BGO setelah dirinya mencetak 75 pukulan atau 3-over par. Sementara Onggo Widikdodjo Kembali menggamit tropi BGO Chemical GC setelah dirinya mendulang skor gross 76 atau 4-over par.
