BEBERAPA pegolf dari Indonesia di bulan Ramadhan 1446 Hijriyah tahun 2025 ini memanfaatkan masa libur yang berkaitan dengan aktifitas mereka — baik sebagai pengurus klub maupun sebagai golfer —untuk menjalankan umroh ke Tanah Suci – Mekah.
Hal tersebut Media GolfJoy ketahui saat mengkonfirmasi tentang ada atau tidak event Ngabuburit yang mereka selenggarakan dan atau event Ngabuburit yang mereka ikuti sesuai dengan kapasitasnya mereka masing-masing sebagai seorang golfer.
“Maaf .. saya sedang Umroh .. dan saat ini di sini masih terang benderang cuacanya .. jadi belum berbuka puasa,” ujar Reza Rajasa ketika Media GolfJoy mengucapkan Selamat Berbuka Puasa kepada Ketua Pengprov PGI DKI Jakarta tersebut.
“BK Golf Clinic Medan juga tidak mengadakan Ngabuburit dan Bukber. Karena, kami sedang Umroh,” kata H.Ichsan Batubara. “Saat ini saya di Mekah bersama Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, Mas,” tambah Ketua Pengprov PGI Sumatera Utara tersebut dalam perbincangan jarak jarak jauh bersama Media GolfJoy.
“Maaf, Om, saya bersama suami sedang menjalankan Umroh,” sahut Agnes Retno Sudjasmin ketika Media GolfJoy mengajukan pertanyaan seperti yang ditanyakan kepada Reza Rajasa dan H.Ichsan Batubara.
“Nanti sekembalinya kami dari Mekah, saya siap untuk ngobrol sama, Om,” tambah Agnes.
BERSYUKUR
Setelah kembali melakoni Umroh bersama suaminya, selang tiga hari kemudian Agnes — sesuai dengan kapasitasnya sebagai pengurus Manika Women’s Golf (tempat berhimpunnya Pro Ladies Indonesia) — menjawab semua pertanyaan Media GolfJoy terkait rencana PGATI yang akan mengikut-sertakan Pro Ladies Local.
“Alhamdullilah bersyukur akan diperbanyak pertandingan untuk Pro Ladies Lokal, agar lebih banyak ladies golfer yang tertarik untuk mengikuti turnamen,” kata Agnes.
Seperti diketahui, Agnes — sebelum beralih ke Pro — adalah salah satu pegolf amatir yang sering tampil bersama rekan-rekannya mewakili Indonesia dalam event berskala regional dan internasional di berbagai negara — baik di kawasan Asean maupun Asia Pacific.
Setelah cukup lama malang melintang di kancah kompetisi golf amatir, pada 2015 Agnes menanggalkan status amatirnya dan beralih ke Pro.
“Sejak masih junior saya memang bercita-cita menjadi Pro,” ujarnya, mengenang.
Tidak tanggung-tanggung, begitu menyandang status sebagai Pro, Agnes langsung untuk pertama kalinya tampil mengikuti event Ladies Pro di USA bertajuk Epson Tour, yang sebelumnya dikenal dengan Symetra Tour.
Menjawab pertanyaan mengenai event yang untuk pertama kalinya dia ikuti, Agnes mengaku tegang tapi bisa dijalani dan dilewati. “Turnamen pertama sebagai Pro belum dapat hadiah,” katanya. “Di turnamen kedua barulah saya mendapat prize money,” tambahnya.
“Ada berapa Ladies Pro yang sekarang bergabung di Manika Women’s Golf?” tanya Media GolfJoy.
“Ada 20 orang,” sahut Agnes.
Lebih jauh Agnes Retno Sudjasmin yang, di dalam Manika Women’s Golf dipercaya menduduki posisi sebagai Bendahara, mengungkapkan bahwa pihaknya selalu menjalin kerjasama dengan para sponsor — baik perorangan maupun perusahaan — untuk mensupport para anggotanya yang akan tampil bertanding mengikuti turnamen di luar negeri.
Seperti diketahui, Manika Women’s Golf selain mengikut-sertakan para anggotanya untuk tampil berkompetisi di luar negeri, tahun lalu juga pernah menggelar series turnamen Ladies Pro Local bekerjasama dengan Shell.
“Kita membuat turnamen series, tapi pertandingan yang kita selenggarakan hanya satu hari. Prize money yang kita sediakan tidak hanya untuk Ladies Pro tapi juga untuk Amateur Ladies,” ungkap Agnes.
Terlepas dari masalah tersebut, di akhir perbincangannya bersama Media GolfJoy, Agnes berharap agar apa yang telah diagendakan oleh PGATI yakni menambah jumlah pertandingan untuk Ladies Pro Local, “Semoga bisa secara konsisten dilaksanakan,” selanya, “karena dengan adanya turnamen Pro yang ditujukan untuk Ladies, saya optimis rekan-rekan yang tergabung di Manika Women’s Golf akan memiliki banyak jam terbang,” lanjut Agnes.
(Penulis Toto Prawoto. Foto Dokumentasi.)
