Bukan awal yang buruk bagi tim Indonesia.
Pada ronde pertama nomor beregu World Amateur Golfers Championship (WAGC) World Final di Kuala Lumpur Malaysia Selasa (15/11) Indonesia sementara berada di urutan ke-6 dengan skor net 311, di bawah Malaysia (287), Prancis (296), Thailand (301), Filipina (308) dan Slovenia (309).
Di nomor tunggal WAGC, pegolf Indonesia I Nyoman “Alit’ Jiwandana berada di urutan kedua dengan skor net 73, selisih 1 pukulan dari pemimpin skor Deja Klakasikich asal Thailand.
Sementara itu di turnamen terpisah World Amateur Golfers Invitational (WAGI) yang para pesertanya langsung mengikuti World Final tanpa melalui babak kualifikasi, Country Director WAGC Indonesia Joyada Siallagan menempati posisi T3 dengan skor net 80 bersama Mathias Truschner dari Austria. Mereka berjarak 6 pukulan dari pemimpin skor Ron Cedric Reinert asal Jerman.
Adapun untuk nomor beregu tim Indonesia WAGI 2 juga berada di posisi ke-6.
World Final WAGC/WAGI yang berlangsung pada 12-19 November ini dimainkan secara simultan di empat lapangan golf yang berbeda, yakni Kelab Rahman Putra Malaysia, Glenmarie Golf & Country Club, Kota Permai Golf & Country Club, dan Kuala Lumpur Golf & Country Club.
Joyada mengakui pernainannya hari itu sedang jelek, tapi optimistis hari berikutnya akan bermain lebih baik.
“Saya sebagai Country Director, mengharapkan semua team bermain dengan permainan sendiri. Saya menyadari permainan pertama hari ini masih terlihat bahwa permainan kita jelek, tapi setelah kita lihat hasil di sore hari, not bad untuk RI, jadi besok saya memgharapkan semua fokus atas permainan sendiri dan bermain sebaik mungkin dan fokus ,tentu tetap relax serta enjoy playing game sendiri,” ujar Joyada.
Tim indonesia dibagi menjadi 4 warna: merah, biru, hijau, dan kuning. Mansyur Tampubolon dari tim kuning mengungkapkan kekhawatirannya akan Kelab Rahman Putra, lapangan yang akan ia mainkan di round 2, setelah mendengar tim hijau yang buka suara soal basahnya lapangan tersebut. Embedded ball menjadi ketakutan tersendiri bagi para golfer, tetapi tentu saja WAGC mempunyai solusi untuk itu. Mereka menugaskan panitia untuk menjaga area fairway dan rough yang basah, dan menandai dengan bendera di tempat bola jatuh untuk mencegah hilangnya bola. Round 1 ditutup dengan acara makan malam bertema Sarong, tim Indonesia terdengar mengatur agenda bertemu dengan duta besar Malaysia untuk Indonesia pada Championship Day 4, untuk berdiskusi tentang potensi WAGC World Final digelar di Indonesia pada 2024.
Semoga terealisasikan.
Media menjadi wadah efektif untuk exposure sponsor turnamen Anda ke audiens. Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di turnamen Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!







