Seperti tahun-tahun sebelumnya, turnamen golf HUT Blue Tee ke-18 yang berlangsung di Emeralda Golf Club pada 27 November 2019 banyak menarik minat para golfer untuk berpartisipasi. Pada HUT kali ini sebanyak 152 golfer, yang terdiri dari  member  dan  guest, tampil bersaing di salah satu  golf course  yang sangat  challenging  di kawasan Cimanggis, Tapos, Depok – Jawa Barat tersebut untuk memperebutkan gelar  Best Nett Overall (BNO) dan  Best Gross Overall  (BGO).

Kalau tidak dibatasi, satu hari menjelang turnamen digelar masih banyak golfer yang mendaftar — sebagaimana yang diungkapkan Sekjen Blue Tee Golf Club,  Dian Mariyun  kepada GolfJoy. “Bisa saja kami, panitia, memberi toleransi kepada mereka. Tapi, kami tidak ingin kenyamanan permainan terganggu akibat jumlah peserta yang  over kapasitas,” Mas DM, sapaan akrab Sekjen Blue Tee, menegaskan.

Turnamen golf HUT Blue Tee yang  shot gun  startnya dilakukan oleh  Syarief Hasan, Wakil Ketua MPR RI, yang dalam perhelatan HUT Blue Tee ke-18 bertindak sebagai Ketua Panitia dan  Agus Salim  Ketua Umum Blue Tee Golf Club pada pukul 07.00 WIB, berakhir tepat waktu.

Dalam sambutannya Syarief Hasan sebagai Ketua Panitia selain sangat mengapresiasi terhadap dukungan para sponsor dan donatur, secara jujur Wakil Ketua MPR tersebut juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Ketua Umum dan Sekjen Blue Tee yang telah memberi kepercayaan kepada dirinya untuk menjadi Ketua Panitia turnamen golf HUT Blue Tee ke-18. “Tanpa kedua orang sahabat yang sangat saya cintai ini, turnamen golf HUT Blue Tee ke-18 tidak bisa dirasakan kemeriahannya, seperti yang sama-sama kita rasakan seperti saat ini,” kata Syarif Hassan.

Nuansa persahabatan dan persaudaraan sangat kental mewarnai turnamen golf HUT Blue Tee, baik di lapangan maupun saat acara  closing ceremony  berlangsung di  Club House  Emeralda Golf Club. Meskipun di setiap  par #3  panitia menyediakan hadiah Hole in One mobil Honda, namun sampai turnamen tersebut berakhir tidak ada seorang peserta pun yang beruntung mencetak  Hole in One.

“Disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” demikian jawaban yang disampaikan Agus Salim, Ketua Umum Blue Tee Golf Club, menjawab pertanyaan GolfJoy terkait dengan Gobar Rebo-an, sebuah tradisi yang sejak 18 tahun lalu dilakukan Blue Tee di lapangan berbeda-beda yang tersebar di Jabodetabek dan sekitarnya.

“Kami akan bicarakan terlebih dulu dengan segenap jajaran pengurus Blue Tee lainnya: apakah kegiatan Rebo-an tersebut dilaksanakan seminggu sekali pada tahun depan. Karena, saat ini, jumlah anggota Blue Tee yang berusia kepala 5 dan 6 terus bertambah. Delapan belas tahun lalu, saat mereka bergabung di Blue Tee, usia mereka rata-rata hampir mendekati usia antara 40-an dan 50-an. Tambah saja usia mereka dengan usia Blue Tee yang tahun ini genap berusia delapan belas tahun,” tambah Agus Salim.

Juara BNO Max Sopacua menerima Piala yang diserahkan Ketua Umum Blue Tee.

Selain itu, kata Ketua Umum Blue Tee lebih lanjut, pihaknya juga akan membuat suatu penyesuaian dalam hal yang berkaitan dengan  start  permainan. “Kalau biasanya pada saat kami menggelar kegiatan Rebo-an selalu dari  blue tee, karena faktor bahwa anggota kami banyak yang senior maka  blue tee -nya pun akan disesuaikan,” katanya.

Dian Mariyun, Syarief Hasan dan Agus Salim

Yang jelas, tradisi Rebo-an tersebut juga diikuti oleh golfer non member sejak Blue Tee terbentuk 18 tahun yang lalu. Sehingga  keberadaan Blue Tee diakui oleh  management golf course  sebagai salah satu perkumpulan golf yang senantiasa dapat meramaikan suasana hari-hari biasa atau  wek day  di lapangan golf yang dijadikan   ” venues ” Gobar Rebo-an.

Teks & Foto oleh Toto Prawoto