Sembilan puluh persen pengalaman hidup dan pemahaman pembelajaran kehidupan berawal dari penglihatan. Charity Vision hadir untuk masa depan penglihatan anak-anak Indonesia.

Indonesia Charity Vision Foundation bekerja sama dengan Alisa Optik melakukan kegiatan sosial berupa sumbangsih pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada masyarakat prasejahtera Kota Bogor, khususnya warga Kecamatan Tanah Sereal pada Rabu, 17 Februari di Gereja Yesus Kristus, Jalan Dadali 18 RT 03 RW 06, Tanah Sereal, Kota Bogor.

Kedermawanan sosial tersebut merupakan rangkaian menjelang Charity Vision Golf Tournament 2021 yang digelar pada Rabu, 3 Maret 2021 di Permata Sentul Golf Club (PSP).

Sasaran pemeriksaan mata secara gratis ini, utamanya, diperuntukkan bagi para pelajar setingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Siswa Menengah Atas (SMA). Namun begitu, juga diperbolehkan bagi orang dewasa, seperti ibu rumah tangga hingga para awak media, yang kebetulan meliput kegiatan ini. Dan pemeriksaan mata ini dimulai pada pukul 08.00 pagi hingga 17.00 wib.

“Sedari awal berdirinya Alisa Optik ini, sejujurnya, kami ingin sekali mengadakan kegiatan sosial seperti ini. Akhirnya kami bisa mengajak Indonesia Charity Vision Foundation mengadakan turnamen golf sambil berderma kepada masyarakat sekitar,” ungkap Jemmy Mongan, pemilik Alisa Optik, sekaligus anggota Charity Vision Foundation.

Menurut Jemmy, yang juga merupakan tokoh agama Kristen Kota Bogor dan menjabat sebagai Uskup Gereja Yesus Kristus Dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, nantinya secara simbolik pemberian kacamata gratis ini diserahkan seusai turnamen golf di Albatros Room PSP saat prosesi pemberian hadiah kepada para pemenang.

Sedangkan dalam memperlancar kegiatan pemeriksaan mata kepada masyarakat Tanah Sereal ini, Charity Vision diperbantukan oleh Kakak Pandu Pramuka Kwartir Cabang Kota Bogor, yang dipimpin langsung oleh bendahara Kwarcab, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor, Ibu Anita Primasari Mongan.

“Charity Vision mengajak organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial, seperti Karukunan Warga Bogor untuk bersama-sama menjaring orang-orang yang memerlukan kacamata. Terutama anak-anak sekolah, yang mana dimasa pandemic ini, mereka sering belajar lewat on line. Sehingga dengan kebanyakan online, sehinga, mungkin ada gangguan pada matanya. KWB keliling kampong untuk menjaring anak-anak sekolah atau orang kerjanya yang work from home (WFH) dengan online, mereka pertama kita lakukan tes screening awal matanya. Jika mereka mengalami gangguan, maka mereka kami jaring untuk mengikuti tes mata gratis di sini pada hari ini di program Charity Vision,” ungkap Anita Primasari kepada GolfJoy.

Lebih lanjut, Anita menerangkan bahwa Karukunan Warga Bogor (KWB) menggandeng Pramuka, sebagai suatu lembaga kepanduan dimana anak-anaknya selalu mendarma-bakhtikan satya-nya. Jadi mereka bekerja secara sosial dengan tulus membantu kegiatan ini.

“Kami merasa sangat terhormat diajak bekerja sama dengan Charity Vision Foundation. Dan kami tidak akan mengecewakan atau mensia-siakan kesempatan baik ini untuk berbuat bagi masyarakat sekitar. Terima kasih kepada Charity Vision yang telah mempercayakan kami (KWB) dan Pramuka Kwarcab Kota Bogor,”  ujar anggota komisi II DPRD Kota Bogor.

Charity Vision Indonesia merupakan perpanjangan tangan dari Charity Vision International yang berada di Amerika Serikat. Didirikan pada 1987. Sementara di Indonesia telah melakukan kegiatannya pada 2018. Lewat motto We restore lives through sight (Kita memulihkan kehidupan dengan penglihatan) dan Everyone deserve to see (Setiap orang berhak untuk melihat), Charity Vision melakukan kebaktian sosial terhadap masyarakat

“Yang kami sasar adalah para masyarakat yang kurang mampu atau masyarakat pra-sejahtera. Karena pada faktanya, harga kacamata mahal. Kami juga menempatkan anak-anak muda, pelajar, sebagai sasaran prioritas utama. Kenapa? Karena masa depan mereka ada dipenglihatan mereka. Kalau dikelas mereka tidak bisa melihat, lalu bagaimana mereka bisa belajar. Nah, karena pandemi saat ini, maka kami berhenti untuk sementara waktu. Namun, jika dikondisi normal (tidak ada Covid-19), kebanyakan kami menyasar ke daerah-daerah pinggiran. Seperti, Depok di Jawa Barat, Purwokerto, Jogjakarta, Solo, dan kebanyak tempat,” papar Subandriyo, ketua Indonesia Charity Vision Foundation.

Menurut Subandriyo lebih lanjut, prosentase masalah penglihatan siswa sekolah adalah 6 hingga 12 persen disetiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga SMA. “Jika dari 12% ini tidak teratasi, coba kita bayangkan kesedihan dan kemalangan masa depan mereka. Mereka adalah calon lurah, dokter, walikota, DPR dan apa pun dimasa depan. Jadi betapa pun kecilnya kontribusi mengembalikan penglihatan untuk masa depan, hal itu menjadi mutlak. Untuk itulah Charity Vision hadir,” ungkap Subandriyo yang berprofesi sebagai mantan guru bahasa Inggris di Sekolah Master Indonesia di Depok, Jawa Barat. 

Atas kepedulian social itulah, Bapak Uskup Jemmy Mongan, kembali mengetuk dan mengajak para pegolf yang ingin ikut berlaga di Charity Vision Golf Tournament 2021, berderma kacamata untuk warga pra-sejahterah Tanah Sereal Kota Bogor yang berjumlah 125 orang.

Ada dua paket donasi kacamata yang ditawarkan. Pertama Paket A, seharga Rp 1. 500. 000 untuk 10 kacamata, dan Paket B, seharga Rp 750. 000 untuk 5 kacamata.

Jika para pegolf sekaligus pembaca setia GolfJoy ingin berpartisipasi sosial ini, maka bisa menghubungi Jemmy Mongan di nomer 0822 9817 1819. Sebab kepedulian Sahabat GolfJoy adalah masa depan penglihatan anak-anak Indonesia.

(Tulisan & foto: Syam Al Aminy)