Di ajang  BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI and MedcoEnergi, pegolf favorit  tuan rumah Danny Masrin berhasil menorehkan sejarah baru.  Sebuah eagle di hole penutup  putaran akhir Indonesian Masters mendongkrak Danny  ke posisi elite 5 besar, berbagi tempat dengan dua pegolf  lainnya, dalam turnamen Asian Tour berhadiah total 750 ribu dolar AS.

Membukukan skor 66 atau enam-di bawah-par  di putaran keempat yang berlangsung di Royale Jakarta Golf Club, Danny berhasil mencetak skor total 273 atau 15-di bawah-par. Perolehan ini merupakan rekor baru dalam kiprah para pegolf  Indonesia di turnamen golf professional bergengsi di Tanah Air, melampaui rekor terbaik yang pernah dicetak Rory pada Indonesian Masters 2011 dengan 280 atau delapan-di bawah-par dan bertengger di T9.

“Saya sebenarnya menargetkan diri masuk 10 besar. Tetapi setelah bisa bermain dengan skor total sembilan-di bawah-par (usai menyelesaikan tiga putaran), target saya targetkan masuk lima besar. Bisa menutup putaran akhir dengan eagle,” kata Danny. “Namun, goal besar saya agar bisa berada di T5 adalah lolos kualifikasi Olimpiade dengan berada di peringkat 300 Dunia. Saya dan Rory memiliki kesempatan untuk menembus peringkat 300 Dunia. Jadi, siapa pun (Danny atau Rory) masuk Top 300, Indonesia berhak tampil di Olimpiade 2020 Tokyo.”

Bagi Danny, keberhasilan kali ini pun menjadi rekor baru dirinya dalam kiprah selama sembilan kali di Indonesian Masters. Ia berhasil lolos cut sebanyak tiga kali yakni pada 2016, 2018, dan 2019. Dan tahun ini merupakan prestasi terbaiknya di Indonesian Masters setelah sebelumnya prestasi terbaik Danny adalah skor total 287 atau satu-di bawah-par dan menduduki peringkat T52.

Peringkat T5 di Indonesian Masters merupakan finis terbaiknya di Asian Tour. Finis terbaik sebelumnya adalah peringkat tujuh di Yeangder Tournament Players Championship yang berlangsung di China Taipei pada 8 September lalu.

Selain Danny, Joshua Andrew Wirawan pun memberikan kebanggaan bagi Indonesia dengan bertengger di posisi T26 dengan skor total 281 atau tujuh-di bawah-par. Pegolf berusia 23 tahun asal Surabaya ini bermain  even-par untuk kedua kalinya dalam dua putaran terakhir. Finis terbaik Andrew di Indonesian Masters adalah T64 dengan skor total 289 atau satu-di atas-par pada 2017, yang merupakan lolos cut pertamanya di Indonesian Masters.

Indonesia juga meloloskan tiga pegolf lainnya yaitu Naraajie Emerald Ramadhanputra  yang masih berstatus amatir, Benita Yuniarto Kasiadi, dan Elki Kow. Ini merupakan prestasi kedua terbaik Indonesia di turnamen profesional bergengsi di Tanah Air setelah Indonesia mewakilkan tujuh pegolfnya (enam professional dan satu amatir) ke putaran ketiga dan keempat di Indonesian Masters. 

Foto: Indonesian Masters